Penyebab Perut Buncit yang Sering Tidak Disadari, Hindari!
Kesehatan Tubuh

Penyebab Perut Buncit yang Sering Tidak Disadari, Hindari!

22 Sep 2021
Clock Icon
5 menit
Anisya Fitrianti

Perubahan bentuk perut yang menjadi buncit seringkali jadi hal yang tidak dihiraukan. Padahal perut yang buncit adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta meningkatkan risiko penyakit yang berbahaya. Mulai dari penyakit diabetes, penyakit jantung, gangguan tidur, darah tinggi hingga kanker. 


Perlu diingat, perut buncit tidak hanya terjadi pada orang dengan tubuh gemuk, tetapi juga bisa dialami oleh orang bertubuh kurus. Penasaran, apa sih yang dapat menjadi penyebab perut buncit? Yuk simak agar kamu bisa menghindarinya. 


1. Asupan gula berlebih 

Sudah bukan rahasia lagi kalau asupan gula atau kalori berlebih dapat menimbulkan kenaikan berat badan hingga tampilan perut yang buncit. Makanan yang tinggi akan gula atau kalori seperti kue, permen, atau minuman manis. 


Biasanya minuman manis ini akan membuat lonjakan gula darah yang kemudian membuat tubuh merasa cepat lapar. Sehingga butuh untuk mengonsumsi makan atau minum kembali. Untuk itu, sebaiknya batasi jumlah makanan dan minuman manis. Sebagai gantinya, pilihlah air mineral untuk diminum. Bila kamu ingin minum kopi atau teh, pilihlah kopi atau teh yang tanpa pemanis.


2. Terlalu banyak duduk dan kurang olahraga

Gaya hidup sedentari atau cenderung malas bergerak membuat kebanyakan orang lebih sering menghabiskan waktunya sambil duduk serta kurang berolahraga. Penelitian menunjukkan orang yang duduk selama lebih dari 8 jam setiap hari (tidak termasuk jam tidur) memiliki 62% peningkatan risiko obesitas dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam setiap hari.  


Gaya hidup yang tidak aktif ini akan membuat orang sulit mengurangi lemak berlebih dalam tubuhnya. Terutama penumpukan lemak yang terjadi di sekitar perut. 


3. Stres

Salah satu hormon di dalam tubuh yang bernama kortisol memiliki peran untuk mengendalikan dan mengatasi stres. Hormon ini juga sering disebut sebagai hormon stres. Ketika merasa berada di bawah tekanan atau bahaya, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang kemudian mengganggu metabolisme. 


Terlebih, saat stres orang cenderung melampiaskan pada makanan. Kondisi ini memicu asupan kalori yang berlebih pada tubuh. Kemudian, hormon kortisol dapat membuat kondisi ini memburuk karena hormon ini akan membuat kalori yang berlebih menumpuk di sekitar perut.  


4. Penurunan kondisi metabolisme

Seiring bertambahnya usia, kemampuan metabolisme tubuh juga semakin menurun. Artinya, kemampuan tubuh untuk membakar kalori juga berkurang. Di samping itu, perempuan diketahui dapat memiliki persentase lemak yang lebih tinggi daripada laki-laki seiring bertambahnya usia. 


5. Kekurangan tidur berkualitas

Sulit tidur atau kekurangan tidur seringkali mengakibatkan pola makan menjadi tidak sehat dan berantakan. Mulai dari makan tidak pada waktu yang tepat atau mengonsumsi makanan secara berlebihan. Hal ini tentu dapat membuat peningkatan berat badan lebih mudah sehingga perut menjadi buncit. 


6. Genetik

Menurut beberapa hasil studi yang dirilis Centers for Disease Control and Prevention, ada bukti yang menunjukkan bahwa penyebab perut buncit juga tidak lepas dari faktor keturunan.Faktor genetik dapat memengaruhi perilaku, metabolisme, hingga risiko mengembangkan penyakit obesitas pada seseorang. Faktor lingkungan dan perilaku juga berperan dalam kemungkinan orang menjadi gemuk dan memiliki perut buncit.


7. Kekurangan asupan serat


Asupan serat berperan untuk menjaga berat badan dan mencegah terjadinya perut buncit. Menurut penelitian, penyebab perut buncit juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan serat harian. Padahal makan makanan yang kaya akan serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, sayuran, dan buah dapat mengurangi risiko terjadinya perut buncit. Makanan yang kaya akan serat juga dapat membuat perut tidak mudah lapar.


8. Menopause

Penyebab perut buncit lainnya adalah menopause. Menopause umumnya terjadi satu tahun setelah perempuan mengalami menstruasi terakhirnya. Saat menopause terjadi, kadar estrogen turun drastis. Secara umum hal ini akan menimbulkan lemak di area perut dan paha


Nah, sudah tahu kan apa saja penyebab perut buncit? Beberapa penyebab perut buncit di atas masih dapat dihindari, kok. Dengan menerapkan pola hidup yang lebih sehat, masalah perut buncit dapat dicegah maupun diatasi. Selain memiliki penampilan yang lebih nyaman, tubuh juga sehat dan  terhindar dari risiko penyakit kronis di masa depan. Semoga bermanfaat, Lemonizen!



Share: