Fakta VS Mitos Mengenai Lemak

02 Nov 2017 @ 18:44:59
Fakta VS Mitos Mengenai Lemak
Banyak orang yang banyak salah kaprah dan menerima informasi yang salah mengenai dampak lemak di dalam diet. Pada era 1960an, sebuah trend mulai berkembang dimana masyarakat dihimbau untuk mengurangi konsumsi lemak harian kita sebanyak mungkin. Hal ini tidaklah salah. Yang menjadi permasalahan adalah tidak semua jenis lemak itu sama. Menghentikan keseluruhan konsumsi lemak dari diet sehat Anda tidak hanya salah namun juga bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Fakta sesungguhnya adalah mengonsumsi jenis lemak yang tepat di dalam diet Anda itu penting untuk memaksimalkan hormon pembakar lemak dalam tubuh, membentuk otot, dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Jika Anda sudah melakukan diet rendah lemak sejauh ini, mungkin Anda akan terkejut setelah mengetahui bahwa ada beberapa makanan mengandung lemak yang justru bisa membantu membakar lemak lebih banyak. Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai lemak, ada baiknya Anda memahami jenis-jenis lemak. 

Lemak Trans

Lemak jenis ini merupakan lemak terburuk yang harus Anda hindari. Beberapa perusahaan makanan melakukan hidrogenasi terhadap lemak untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang waktu kadaluarsa produk mereka. Ternyata, lemak trans yang terdapat dalam produk tersebut bisa menjadi pemicu meningkatnya peradangan kronis dalam tubuh dan munculnya serangkaian penyakit seperti serangan jantung, penyakit hati, obesitas, Alzheimer’s, dan kemandulan pada wanita. Selain itu, lemak trans yang berasal dari produk buatan manusia dan processed products sangat buruk dan tidak disarankan untuk Anda konsumsi di dalam diet harian Anda. 

Lemak Jenuh (Kebanyakan Dalam Produk Hewani)


Fakta: Lemak Jenuh itu tidak berbahaya dan menggemukkan

 

Antara tahun 1910 sampai 1970, bagian konsumsi lemak hewani (lemak jenuh) di dalam diet orang-orang Amerika menurun hinga 21% dan konsumsi mentega menurun hingga 500%. Sementara itu, penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan aneka gangguan kesehatan lainnya meningkat secara tajam. 


Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan pada 2011 mengatakan bahwa tak ada perbedaan antara orang yang mengonsumsi sedikit lemak jenuh atau orang yang mengonsumsi banyak lemak jenuh terhadap resiko penyakit jantung dan stroke. Analisis ini melibatkan 21 studi dan hampir 348.000 orang dewasa. 

Suku Inuit, Tokealau, dan Masai masing-masing mengonsumsi 50% atau lebih lemak jenuh dan menjadi penyebab sehatnya jantung kardiovascular dalam tubuh mereka. Air susu ibu juga mengandung 50% lemak jenuh dan kita tahu bahwa susu ibu sangat baik untuk bayi. 


Lemak Jenuh termasuk minyak kelapa juga sangat stabil di temperatur panas dan tidak mudah teroksidasi, membuat minyak jenis ini cocok untuk memasak. Lemak jenuh itu sehat, namun produk hewani dan daging pabrikan tidaklah sehat. 

Lemak Tak Jenuh Ganda (Minyak Sayur, Kacang, dan Biji-bijian)

Lemak jenis ini sangat rentan dan mudah teroksidasi. Pada temperatur normal, udara, cahaya, dan oksigen bisa mengoksidasi lemak jenis ini dan mengubah menjadi senyawa berbahaya yang sama bahayanya dengan lemak trans. 

Lemak Tak Jenuh Tunggal (Kacang, Zaitun, dan Alpukat)

Lemak tak jenuh tunggal lebih mudah dicerna oleh tubuh Anda daripada lemak tak jenuh ganda. Lemak jenis ini terbukti dapat mengecilkan perut lebih baik daripada diet karbohidrat ketat. Sama seperti lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal juga rentan oksidasi. 

Asam Lemak Esensial (Ikan, Flaxseeds, Kacang dan Biji-bijian, dan Minyak Sayur)

Asam lemak esensial merupakan jenis lemak yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berfungsi dengan benar dan perlu dimasukkan dalam diet sehat Anda karena tubuh Anda tidak bisa menghasilan asam lemak esensial di dalam tubuh secara alami.


Jenis asam lemak esensial yang paling umum antara lain omega 3 dan omega 6. Rasio optimal omega 6 dan 3 yang perlu Anda konsumsi adalah 2.3:1 hingga 1:1 namun sayangnya umumnya omega 6 dan 3 dikonsumsi dengan perbandingan  hingga 25:1 di berbagai macam tipe diet. Perbedaan rasio yang terlalu besar ini dapat memicu peradangan dan mengurangi waktu penyembuhan dalam tubuh Anda.


Setelah memahami mengenai jenis-jenis lemak, Anda juga perlu memahami 3 mitos yang tidak benar mengenai lemak:

  • Lemak Mengemukkan

Lemak mungkin kaya akan kalori, tapi hal tersebut tidak menjadikan lemak sebagai unsur yang menggemukkan, dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jenis lemak baik untuk tubuh. Contohnya, lemak trans atau lemak tak jenuh ganda dapat menyebabkan peradangan di dalam tubuh Anda dan membuat Anda semakin sulit menurunkan berat badan.

  • Anda Tidak Butuh Lemak

Otak, sistem saraf, dan membran sel dalam tubuh Anda membutuhkan lemak untuk berfungsi secara optimal. Lemak juga penting untuk mencegah kekurangan fat-soluble vitamin A, D, E, da K. Yang terpenting, beberapa jenis lemak seperti asam lemak esensial tidak dihasilkan secara alami oleh tubuh Anda, dan harus didapatkan dari makanan yang Anda konsumsi.  

  • Lemak Berbahaya

Lemak tidaklah berbahaya jika Anda mengonsumsi jenis lemak yang tepat. Lemak di dalam diet sehat Anda akan meningkatkan kesehatan Ada, membantu menahan nafsu makan, dan membantu Anda untuk membakar lemak di dalam tubuh lebih banyak.


Singkatnya, jangan takut untuk menambahkan jenis lemak sehat ke dalam diet sehat Anda. Anda bisa menemukan jenis lemak yang sehat dalam makanan unprocessed, whole, dan cleanyang harus Anda konsumsi dalam jumlah banyak untuk sehatnya hidup Anda.


______________________________________________________________________________________________________________________________


So, many of us have been misinformed and given incorrect information about fats in our diet. Back in the 60s, a trend started where we were advised to reduce our fat consumption as much as possible. The problem is, not all fats are the same, and cutting out all fats from our diet is not just wrong but also dangerous to our overall health. 


The truth is that including the right kinds of fats in our diet is essential to maximise our fat burning hormones, to build lean muscle and optimise our health. If you’ve been falling for the low-fat craze so far, then you might be surprised to discover that fatty foods can, in fact, help you to burn more fat. To better understand fats, it’s important to know the different types of fat. 

Trans Fat

This kind of fat is the worst fat. Food companies “hydrogenate” fats to improve mouthfeel and increase the shelf life of their products. The only problem is that the trans fats they contain are linked to increasing of chronic inflammation and an array of dangerous conditions including heart stroke, heart disease, the associated risk of obesity, Alzheimer’s, and infertility in women.


Trans fats that come from man-made and processed products are so bad that it is not recommended we consume any of these in our diet- ever!

Saturated Fat (most animal products)

The truth is: saturated fat is NOT unhealthy and fattening. 


Between 1910 and 1970, the proportion of animal fat (saturated fats) in the American diet decreased by 21% and butter consumption decreased by 500%. Meanwhile,  heart disease, diabetes, obesity and other foodborne illnesses increased dramatically. 


A meta-analysis published in 2011 that pooled data from 21 studies and included nearly 348,000 adults, found no difference in the risks of heart disease and stroke

between people with the lowest and highest intakes of saturated fat.


The Tokelau, Masai and Inuit tribes all consume a diet of 50% or more saturated fat and report a superior cardiovascular health. Breast milk contains 50% saturated fat. Do you really think this perfect food clogs newborns’ arteries?


Saturated fats including coconut oil are very stable under heat and don’t oxidize easily, making them ideal for cooking. Saturated fat is not unhealthy. Cheap factory-raised meats and animal products are.

Polyunsaturated fat (vegetable oil, nuts & seeds)

This fat is very fragile and prone to oxidation. In basic terms – air, light, and oxygen can oxidize this fat and turn it into dangerous compounds that are similar to trans fats.

Monounsaturated fat (nuts, olives, avocados)


Monounsaturated fats are used more easily than polyunsaturated fats by your body. They are shown to reduce belly fat better than a high carb diet. Like their polyunsaturated cousins, these fats are susceptible to oxidation.

Essential fatty acids (fish, flaxseeds, nuts and seeds, vegetable oil)

Essential fatty acids are fats that your body needs to function properly and that need to be included in your diet because your body can’t synthesize them.


The most common ones are omega-3 and omega-6. While the optimal omega 6 to 3 ratio is 2.3:1 to 1:1, it goes as high as 25:1 in favor of omega-6 in many diets. This unnatural ratio usually leads to more inflammation and reduced recovery times.


With this better understanding of the different fat types, it brings us to the three biggest myths about fat. 

  • Fat Is Fattening

Fat may be calorie-dense, but it’s not more fattening than carbs or protein. That being said, trans fat or refined polyunsaturated fat will increase inflammation in your body, and make it harder for you to shed excess weight.

  • You Don’t Need Fat

Your brain, nervous system and even your cell’s membranes all require fat to function properly. Also, fat is essential to prevent deficiency in fat-soluble vitamins A, D, E and K. On top of that, certain fats (essential fatty acids, or EFAs) can’t be naturally produced by your body and MUST come from your diet.

  • Fat Is Dangerous

Not if you choose the right kind. Including fat in your diet will improve your health, curb your appetite, and help you burn more fat and build more lean muscle.


In a nutshell, don’t be afraid to include the healthy kinds of fats in your diet- you will find these in unprocessed, whole, clean foods which you should eat in abundance for a healthy diet. 


Ditulis oleh:
Simone Samuels
Independent Contributor

Artikel Terkait

Hati-Hati! Pikiran Anda Terhadap Makanan Berdampak Pada Tubuh
“Jika kita melihat suatu makanan yang sama, belum tentu kita memandang dan mencernanya dengan cara yang sama”Perasaa..
OT Handoko
22 November 2017
Ternyata Kebahagiaan Hidup Anda Tergantung Pada Makanan juga Lho!
Ada banyak hal yang bisa saja membuat bahagia. Anda bisa saja melakukan hal-hal yang membuat hati Anda ceria seperti jal..
OT Handoko
22 November 2017
Apa sih bedanya Oatmeal dan Granola?
Gaya hidup sehat yang semakin booming membuat masyarakat terdorong mencari produk-produk sehat yang ramah dengan tubuh d..
OT Handoko
21 November 2017