4 Cara Pantau Penggunaan Internet Anak Tanpa Menimbulkan Konflik, Penting Bagi Orang Tua!

28 Feb 2020 @ 23:39:30
Internet memiliki peranan besar dalam keseharian kita. Tidak hanya orang dewasa yang saat ini menggunakan internet. Anak-anakpun banyak yang sudah terampil berselancar di dunia maya. Namun, bagi Lemoparents yang memiliki anak berusia di atas 10 tahun dan aktif menggunakan internet pasti kerap muncul perasaan was-was dan jadi selalu ingin tahu apa yang mereka akses. 

Pada umumnya anak menjadi kesal ketika mengetahui bahwa orangtua memantau aktivitas online mereka. Walaupun alasan Lemoparents adalah untuk keamanan, seringkali hal itu tidak dapat diterima anak dan menjadi konflik antar orang tua dan anak. Lalu apa yang harus Lemoparents harus lakukan?

1. Ajari anak seluk beluk dunia maya

Kunci dari menjaga anak untuk tetap aman saat menggunakan internet adalah mereka sadar dengan potensi resiko yang mungkin terjadi. Diskusikan bersama anak apa saja yang akan ia hadapi di dunia maya, hal positif apa yang ia dapatkan dari internet, dan apa saja resiko yang mungkin muncul. Ajak anak untuk mengetahui apa saja yang harus ia lakukan ketika resiko tersebut muncul, kepada siapa ia bisa menceritakan hal yang meresahkan. Pastikan anda dapat menjadi teman diskusi ketika anak menghadapi masalah, menanggapi dengan tenang dan berikan masukan yang membangun, bukan panik dan memarahi anak ketika mereka menghadapi masalah.

2. Tetapkan aturan dan batasan

Orangtua dapat menetapkan aturan dan batasan dalam penggunaan internet. Misalnya, kapan anak boleh menggunakan sosial media, apa saja yang boleh anak post di internet, dalam kondisi apa penggunaan sosial media harus dihentikan. 

3. Ajari anak bagaimana bijak bersosial media

Orang tua seringkali merasa khawatir ketika anak mereka menggunakan sosial media. Ajari anak golden rules dalam media sosial, bahwa anak harus memperlakukan orang lain dengan respect dan empati. Jangan posting atau komentar sesuatu yang melukai perasaan orang lain. Pikirkan kembali apa yang mau mereka post di sosial media. Sebaliknya, ajari anak untuk bersikap asertif kepada teman yang men-tag diri mereka di sosial media atau memberikan komentar yang tidak baik yang membuat anak tidak nyaman. 

4. Jadilah contoh bagi anak

Orangtua dapat menjadi role model bagi anak bagaimana bijak menggunakan internet. Orangtua juga perlu update dengan perkembangan internet, game terbaru, media sosial terbaru, bagaimana interaksi yang terjadi sehingga orangtua paham resiko apa yang mungkin muncul. Internet merupakan tempat yang nyaman untuk anak berinteraksi dengan teman-temannya. Tetap aman saat anak online bisa jadi tantangan tersendiri, meski hal ini tidak mustahil dilakukan.

Dari semua hal tersebut, yang paling penting adalah usahakan untuk tetap berdiskusi dengan anak mengenai penggunaan internet. Ingat, hindari konflik dengan cara komunikasi yang baik. Semoga tipsnya membantu ya, Lemoparents!

Artikel Terkait

5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020
Perempuan Mandiri Secara Finansial? Ini 3 Keuntungannya!
Kamu bisa bergabung di program Wiranilo untuk mendapatkan penghasilan sendiri dan mandiri secara finansial..
Shella Rafiqah Ully
17 September 2020
Ulang Tahun Rafathar, Nagita Slavina Ajarkan Pola Hidup Sehat untuk Sang Buah Hati
Harapan Gigi dan Raffi, Rafathar bisa tumbuh meenjadi anak yang sehat dan bahagia..
Shella Rafiqah Ully
04 September 2020