4 Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Coronavirus, Penyebab Wabah Pneumonia di Tiongkok

29 Jan 2020 @ 20:28:54

Dalam waktu singkat, Coronavirus menyebar dengan cepat dan menebar teror yang menyeramkan untuk orang-orang di dunia.


Laporan WHO per tanggal 28 Januari 2020 menyebutkan sudah 4593 kasus dikonfirmasi terjadi secara global akibat wabah Novel Coronavirus (nCoV). 4537 kasus diantaranya terjadi di Tiongkok dengan total 106 pasien dilaporkan meninggal dunia. 56 kasus lainnya terjadi di luar Tiongkok dan menyerang 14 negara. 


Di Indonesia sendiri, meski sampai hari ini belum ada ‘ketok palu’ positif terkait masuknya Coronavirus ke Indonesia namun tetap saja kepanikan di tengah masyarakat tidak dapat terhindarkan.


Pekan lalu, seorang karyawan di gedung perkantoran BRI II Jakarta dilarikan ke rumah sakit karena diduga terkena virus corona. Setelah mendapat penanganan medis dan hasil diagnosis, barulah diketahui demam dan radang tenggorokan yang dialami si karyawan bukan karena terjangkit virus corona. Kepanikan lain terjadi pada pasien WNA dari Tiongkok yang dirawat di RSUD Jambi dan pasien yang dirawat di RSU Pemerintah Dr. Hasan Sadikin Bandung.


Lalu, apa sebenarnya Coronavirus dan bagaimana wabahnya bisa menjadi teror yang menyeramkan bagi kita? Berikut fakta terkait Coronavirus (CoV) yang kamu perlu tahu!


1. Coronavirus, Nama Famili Besar dari Virus-Virus Penyebab Berbagai Penyakit

Pernah dengar SARS, penyakit mematikan dengan tingkat infeksi tinggi yang mewabah di Tiongkok pada 2002? Atau MERS yang pada 2012 lalu juga mewabah Arab Saudi? Nah, penyakit akibat virus corona yang saat ini mewabah di Wuhan berasal dari famili yang sama dengan SARS yang mematikan di Tiongkok 18 tahun silam dan MERS pada 2012 lalu.


Jadi, Coronavirus (CoV) bukanlah spesifik nama virus tertentu melainkan nama famili besar dari virus-virus yang menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari flu hingga penyakit-penyakit mematikan seperti SARS dan MERS. Sedangkan untuk Coronavirus yang baru-baru ini ditemukan di Wuhan belum diberi nama secara spesifik. Ia baru diberi nama Novel Coronavirus (nCoV)


2. Virus Corona Biasa dapat Berpindah dari Binatang ke Manusia

Virus corona biasa dapat bertransmisi atau berpindah antara binatang dan manusia. Beberapa investigasi menyatakan bahwa SARS-CoV dapat bertransmisi dari kucing ke manusia dan MERS-CoV dapat bertransmisi dari unta ke manusia. Lalu gimana dengan nCoV? Belum ada laporan resmi mengenai nCoV karena semuanya masih dalam tahap penelitian.


Baca juga: Marak Wabah Pneumonia dari Tiongkok, Ini 5 Tips Aman Traveling Buat Kamu!


3. Tentang Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang Merebak di Wuhan

31 Desember lalu, WHO mendapat informasi adanya beberapa kasus pneumonia di Wuhan, Tiongkok. Kasus ini disebabkan oleh virus yang belum dapat digolongkan ke berbagai kategori virus yang sudah ada sehingga sulit mengetahui dampaknya pada manusia. 


Pemerintah Tiongkok kemudian secara resmi mengumumkan adanya virus baru yang kemudian secara temporer diberi nama ‘2019-nCoV’ atau Novel Coronavirus. Sampai saat ini, WHO masih terus bekerja sama dengan pemerintah Tiongkok, serta ahli-ahli kesehatan di seluruh dunia untuk mempelajari karakteristik virus ini mulai dari bagaimana virus ini dapat menjangkiti pasien, bagaimana pasien harus diperlakukan, obat apa yang mesti diberikan, juga langkah apa yang harus diambil oleh negara-negara lain untuk menyikapi Coronavirus. Semoga usaha-usaha mereka berhasil baik, ya.


4. Tanda-tanda Terinfeksi Coronavirus dan Cara Mencegahnya

Beberapa tanda umum gejala manusia terkena Coronavirus (CoV) ini adalah adanya gangguan pernafasan, demam, batuk, dan sulitnya bernafas. Pada kasus yang lebih berat, infeksi akibat Coronavirus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom akut gangguan pernafasan, gagal ginjal, hingga kematian.


Agar tidak terjangkit Coronavirus, kamu bisa melakukan beberapa hal sesuai standar regulasi pencegahan yang direkomendasikan oleh WHO. Hal-hal sederhana yang bisa kamu lakukan diantaranya pastikan selalu mencuci tangan sehabis beraktivitas. menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, dan berhati-hati dalam memasak daging dan telur. Selain itu, hindari kontak langsung dengan siapapun yang menunjukkan gejala terinfeksi penyakit pernapasan (seperti batuk dan bersin).


Stay safe ya, Lemonizen! Jaga kesehatan dan pastikan selalu makan-makanan bergizi untuk menjaga tubuh tetap fit supaya tak mudah terserang virus.


Artikel Terkait

Mengapa Ada 5 E-Number di Komposisi Lemonilo Chimi Keripik Ubi?
Jangan bingung dan khawatir saat menemukan 5 E-Number yang ada di komposisi Lemonilo Chimi Keripik Ubi, ini penjelasanny..
Shella Rafiqah Ully
15 Februari 2020
Ternyata Garam Bisa Menjadi Pengawet Alami lho, Ini Faktanya!
Nggak perlu pakai pengawet buatan untuk mengawetkan masakan, karena kamu bisa pakai garam sebagai pengawet alami..
Shella Rafiqah Ully
13 Februari 2020
Stop Bullying, Ini 6 Hal yang Orang Tua Harus Lakukan Saat Anak Menjadi Korban Bullying!
Apa yang orang tua bisa lakukan saat mendapati kenyataan bahwa si kecil adalah korban bullying? Lemonilo bantu menjawabn..
Shella Rafiqah Ully
12 Februari 2020