4 Langkah Menciptakan Pertemanan Sehat

10 Mei 2019 @ 00:11:32
Secara psikologi, penting bagi manusia untuk memiliki kedekatan dengan orang lain. Pernah bayangkan bagaimana jika kamu sedang sedih dan tak ada teman yang peduli pada kesedihanmu? Atau saat kamu butuh dukungan namun tak ada teman yang memberimu semangat? Sebagai makhluk sosial sudah pasti kita butuh teman dan butuh berinteraksi. 

Lantas, setelah punya teman apa semua manusia jadinya berbahagia? Jawabannya tentatif, bisa iya bisa juga nggak. Punya teman memberi efek baik bagi kesehatan mental, tapi jika kamu ada dalam lingkaran pertemanan yang tidak sehat justru jadi sebaliknya. Kalau dalam berteman kamu sering saling menyalahkan, penuh ego dan marah tak menentu dan sering adu argumen sampai bikin sensi satu sama lain, fix kamu terjebak dalam hubungan pertemanan atau relasi yang beracun. 

Terus-terusan ada dalam lingkaran ini bisa merusak kesehatan mental dan membentukmu jadi pribadi yang buruk. Yuk, ikuti saran menciptakan pertemanan sehat dari Praktisi Pemulihan Batin Adjie Santosoputro dengan lakukan empat langkah berikut! 

1. Saat Temanmu Bicara, Penting Untuk Mendengarnya Sepenuh Hati

Ciptakan pertemanan sehat dengan saling mendengar. Saat temanmu bicara maka dengarkanlah dia dengan sepenuh hati (deep listening). Tanamkan dalam pikiran bahwa teman bicaramu penting untuk didengarkan dan dia punya posisi penting sebagai teman atau pasanganmu. Ini akan membuatnya dihargai dan kamu selangkah lebih dekat dengan pertemanan sehat.

2. Saat Ada yang Salah, Jangan Langsung Marah

Beberapa kejadian menyebalkan mungkin tak dapat terelakkan dari hubungan pertemanan, tapi ingatlah untuk tidak menyikapinya dengan langsung marah. Tentu ini tidak kita inginkan tapi alih-alih menyalahkan, sadari juga kemungkinan kalau kamu punya peran atas semua kejadian yang menyebalkan tersebut. Pikirkan bahwa dirimu juga ikut andil pada hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi, setelah itu timbulkan kesadaran diri untuk membenahi masalah yang muncul.

3. Selesaikan Konflik dengan Sabar

Setiap ada konflik yang datang, kurangi menyalahkan orang lain dan belajar lihat ke dalam diri sendiri lebih dulu. Cari waktu untuk menenangkan diri dengan menyadari napas tanpa perlu tergesa menyelesaikan konflik. Padamkan api kemarahan dalam dirimu baru kemudian telusuri sebab masalah dan pahami apa yang sedang terjadi. Saat situasi sudah tenang, masalah bukan lagi dianggap sesuatu yang besar tapi jadi sebuah tantangan untuk diselesaikan.

4. Ciptakan Jarak yang Sehat

Pertemanan sehat punya indikasi bertumbuh bersama, bukan saling tidak memperhatikan, bukan saling menuntut kebebasan, bukan pula harus selalu dekat dan terus saling bergantung. Ciptakanlah jarak yang sehat antar rekan, baik teman maupun pasangan saat membina pertemanan sehat. Misalnya, di tengah kesibukan rutinitas masing-masing, tetap meluangkan waktu untuk bercerita dan saling mendengar.

Nah, Lemonizen kira-kira hubunganmu dan temanmu sudah masuk kategori pertemanan sehat belum nih?


Artikel Terkait

Penting: RUM Bukan Layanan Kesehatan ‘Antiobat’
Masih banyak orang tua yang salah kaprah memahami RUM sebagai tindakan antiobat. Padahal bukan begitu seharusnya...
Shella Rafiqah Ully
14 Oktober 2019
Lemonilo Chilita 60 Derajat Hadir dengan Rasa Lebih Pedas!
Ada yang baru dari Lemonilo Chilita. Kini hadir dengan rasa yang puedees banget tapi tetap alami tanpa tambahan MSG...
Shella Rafiqah Ully
04 Oktober 2019
Doyan Makan Pedas Bagus untuk Kesehatan?
Lidah orang Indonesia umumnya sangat menyukai rasa pedas terutama dari cabai. Semakin pedas, semakin nggak bisa lepas...
Shella Rafiqah Ully
04 Oktober 2019