4 Tips Menghadapi Si Kecil yang Picky Eater, Moms Nggak Perlu Khawatir Lagi!

05 Feb 2020 @ 17:40:23
Lemomoms pernah merasa frustrasi ketika sudah berusaha memberikan makanan sehat bergizi kepada anak, namun semua ditolak? Reaksi setiap anak terhadap makanan memang berbeda-beda. 

Ada yang dengan senang hati makan makanan sehat apapun yang disajikan, ada yang langsung menolak dengan gerakan tutup mulut atau mengatakan makanan itu tidak enak, ada yang hanya menghirup, ada juga yang masih mau mencoba sedikit lalu dilepeh. Kalau Lemomoms sedang menghadapi tingkah si kecil yang seperti itu, tenang, Lemomoms tidak sendirian!

Picky eaters atau kebiasaan si kecil yang pilih-pilih makan biasanya terjadi ketika anak berada pada usia toddler atau 1–3 tahun. Menghadapi anak yang picky eaters tentunya menciptakan kebingungan, kekhawatiran mengenai asupan gizi anak, bahkan rasa frustrasi pada diri orangtua. 

Namun sekarang Lemomoms nggak perlu bingung dan khawatir lagi karena sebenarnya picky eaters ini bisa dicegah. Berikut beberapa tips yang Lemomoms bisa lakukan untuk mencegah dan menghadapi si kecil yang picky eaters.

1. Kenalkan anak pada berbagai variasi makanan

Kenalkan anak pada berbagai jenis makanan sehat pada usia dini untuk memberikan mereka kesempatan mengenal dan mengeksplorasi makanan, juga menemukan apa yang mereka sukai. Kebiasaan memperkenalkan berbagai jenis makanan ini juga akan membuat anak lebih terbuka untuk mencoba makanan baru.

Kuliner Jawa, Sumatera, Sulawesi, makanan Jepang, Western, makanan organic, semua memiliki cita rasa, warna, dan tekstur yang berbeda. Sebagai tambahan, makanan-makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang tinggi. Lemomoms mungkin kurang menikmati bubur Manado, chawan mushi atau miso soup. Namun bisa jadi si kecil sangat menikmatinya. 

Beberapa hal yang perlu Lemomoms perhatikan saat memperkenalkan variasi makanan sehat pada si kecil diantaranya:
  • Berikan si kecil makanan yang matang saja. Hindari memberikan makanan mentah karena bisa mengundang bakteri dan parasit masuk ke dalam tubuh. Selain itu, daging dan sayuran mentah ketika dikonsumsi cenderung sulit dicerna oleh tubuh karena daging dan sayuran memiliki selulosa dan struktur berserat lainnya sehingga akan lebih sulit dicerna.

  • Perhatikan bumbu yang dipakai dan hindari makanan dengan rasa pedas. Wasabi pada makanan Jepang atau cabai pada kuliner nusantara perlu dihindari ketika kita menyiapkan makanan sehat untuk si kecil. Salah satu keuntungan kita membuat sendiri makanan sehat untuk si kecil adalah kita dapat mengendalikan apa yang dimakan oleh si kecil.

  • Bisa gunakan rempah dan bumbu alami untuk variasi makanan si kecil. Lemomoms bisa menambahkan bumbu dan rempah-rempah untuk membangkitkan selera makan anak. Gunakan bumbu dan rempah lokal seperti daun salam, daun jeruk, kunyit, temu kunci, lengkuas, jahe, kayu manis, pala, adas, ketumbar, vanilla, lada, bawang putih, bawang merah, bawang bombai. Bisa juga menggunakan bahan makanan dari luar seperti rosemary, daun mint, dan oregano.

2. Jangan langsung menyerah ketika anak menolak makanan

Jika anak menolak wortel, jangan berikan permen atau coklat sebagai pengganti. Tetap berikan si kecil sayuran tapi dengan variasi lain sebagai pengganti. Berikan kembali wortel di satu minggu kemudian (setidaknya berikan satu hari istirahat dari wortel). Jika mereka masih belum suka wortel, tunggu saja. Berikan wortel 6 bulan kemudian.

Anak mungkin memiliki sikap yang berbeda terhadap wortel di waktu tersebut. Jika pada waktu tersebut anak masih melihat wortel dengan tatapan jijik, coba lagi 6 bulan kemudian. Lemomoms perlu membedakan antara “Yucks! Wortel nggak enak, Aku nggak suka!” dengan “Aku nggak mau makan wortel malam ini”. 

Pada situasi pertama, yang perlu Lemomoms lakukan adalah memperkenalkan wortel di lain waktu. Pada situasi kedua, si kecil sedang berlatih membuat pilihan dan keputusan jadi, Lemomoms dapat kembali memasukkan wortel pada menu si kecil dengan mengolahnya menjadi variasi makanan berbeda di lain waktu. Sikap mereka terhadap wortel mungkin sudah berubah pada waktu tersebut. Kadang ada anak yang perlu ditawarkan hingga 10 kali sampai akhirnya mereka mau mencoba. 

Selalu berikan si kecil pilihan di antara dua makanan sehat. Selama mereka mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan, bukan masalah apakah mereka akan tumbuh sebagai anak yang menyukai wortel atau tidak.

3. Hindari 'perang' bersama si kecil saat makan

Waktu makan tidak seharusnya menjadi ajang pertengkaran antara Lemomoms dan si kecil.. Tidak peduli siapa yang menang dan siapa yang kalah, ini adalah makanan, bukan ajang perebutan kekuasaan atau pemaksaan kehendak.

Waktu makan tidak seharusnya menjadi waktu untuk menangis dan tantrum. Ada banyak sekali makanan bergizi lain yang dapat ditawarkan. Lemomoms tidak perlu memaksakan satu makanan pada anak yang sudah jelas-jelas ia tidak suka. Jika anak tantrum dan hanya ingin makan permen untuk makan malam, ajak anak untuk tinggalkan meja makan. Mereka akan makan ketika mereka lapar. 

Jika si kecil sering menolak makanan, Lemomoms dapat menyiasatinya dengan membuat bentuk makanan yang menarik. Potong roti dengan bentuk yang lucu, cetak nasi dengan bentuk tertentu, potong sayur dengan bentuk bintang, atau tata keseluruhan makanan membentuk boneka. Lemomoms juga dapat menyajikan makanan pada mainan plastik. Tapi jangan lupa mencuci bersih mainan terlebih dahulu yaa.. Lakukan apa saja agar membuat makanan tampak menarik.

Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mengeksplorasi makanan. Jangan kaget ketika mereka memasukkan makanan ke mulut lalu mengeluarkannya lagi. Hal itu bukan berarti mereka tidak menyukainya. Kadang mereka lakukan itu untuk eksplorasi rasa dan tekstur makanannya.

4. Hindari Masalah Saat Momen Makan

Beberapa anak dapat makan apa saja yang disajikan tanpa perlawanan, ini bisa jadi karena sifat atau pembawaan anak yang mudah dan menikmati makan. Bisa juga karena orangtua mereka meyakini bahwa makanan tidak seharusnya menjadi masalah, dan tidak menjadikan itu masalah. Untuk memastikan anak tidak memiliki masalah makan, ingat bahwa waktu makan seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. 

Beri kesempatan anak untuk makan sendiri begitu mereka dapat memasukkan makanan ke mulut. Berikan anak pilihan makanan sehat sehingga mereka dapat memilih dan memutuskan apa yang ingin mereka makan. Pilihan dibuat setara pada kelompok makanan yang sama: seperti apel atau pear, edamame atau buncis, yoghurt atau keju.

Perlu diingat, anak sama seperti kita juga. Ada makanan yang kita suka, ada makanan yang kita tidak suka. Sebagai orang dewasa, kita dapat menyampaikan ketidaksukaan kita pada jenis makanan tertentu dengan lebih sopan. Namun anak tidak seperti itu. Jika mereka tidak suka makanannya, mereka tidak segan-segan membiarkan seluruh dunia tahu.

Artikel ini ditulis oleh Adisti F. Soegoto, M.Psi, psikolog anak dan seorang BFRP (Bach Foundation Registered Practitioner). Adisti menulisnya khusus untuk membantu Lemomoms menghadapi masalah si kecil yang Picky Eater.

Artikel Terkait

6 Cara Menciptakan Waktu Berkualitas Bersama Si Kecil di Tengah Kesibukan Orang Tua
Tuntutan hidup seringkali jadi alasan orang tua nggak punya cukup waktu untuk anak, 6 cara ini bisa kita lakukan untuk m..
Shella Rafiqah Ully
20 Februari 2020
5 Hal yang Kamu Bisa Lakukan untuk Mencegah Kanker
Menurut WHO, 1 dari 6 kematian yang terjadi di dunia disebabkan oleh kanker. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menc..
Shella Rafiqah Ully
19 Februari 2020
Anak Menjadi Pelaku Bullying, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?
Saat anak menjadi pelaku bullying, apa yang harusnya orang tua lakukan agar tak memperburuk keadaan?..
Shella Rafiqah Ully
13 Februari 2020