4 Tips Penting WHO Agar Kamu Tetap Sehat Selama Puasa di tengah Pandemi Coronavirus

24 Apr 2020 @ 12:53:24
Puasa Ramadan tahun ini jadi sedikit berbeda karena harus kita jalani di masa-masa waspada pandemi coronavirus (COVID-19). Tradisi berkumpul dengan keluarga, sahur dan buka puasa bersama teman, dan banyak kegiatan lain harus mengalami penyesuaian. Pun begitu dengan kegiatan di masjid yang mengumpulkan banyak orang. Demi keamanan bersama, untuk sementara waktu kita harus beribadah di rumah saja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui situs resminya menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada penelitian yang menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan risiko terinfeksi coronavirus. Karenanya, orang sehat tentu saja dapat berpuasa, begitu juga pasien COVID-19, namun dengan tetap memerhatikan kondisi kesehatannya dan atas rekomendasi dokter.

Agar puasa dan beribadah di Ramadan kali ini tetap aman dan nyaman, pun agar kesehatan badan tetap terjaga, Moni mau ngasih tahu 4 tips penting dari WHO yang harus Lemonizen lakukan selama puasa Ramadan ini. Ini juga penting dilakukan demi menghindari penyebaran COVID-19 lebih luas. Kita bahas satu per satu ya, Lemonizen!

1. Selalu terapkan physical distancing saat harus bertemu orang lain

Ingat, di masa-masa pandemi ini menghindari kerumunan adalah pilihan terbaik. Tapi saat harus melakukan aktivitas di luar rumah dan bertemu orang lain, ambil jarak aman minimal 1 meter dengan orang tersebut. Saat akan menyapanya dan memberikan salam, lakukan dengan menghindari sentuhan langsung, seperti mengangguk, melambai atau meletakkan tangan di dada. Begitupun saat ingin membayar zakat atau memberikan bantuan berupa makanan dan barang. Ingat untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain ya, Lemonizen!

2. Ingat untuk selalu bersih-bersih

Ramadan rasanya tidak lengkap kalau tidak melakukan kegiatan berbagi dengan orang lain. Apapun kegiatanmu, ingat untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% sebelum dan sesudah keluar dari rumah. Gunakan masker dan bawa kain lap sendiri yang dapat digunakan sekali waktu. Pun, jika terpaksa harus beribadah di luar rumah sebisa mungkin gunakan peralatan ibadah sendiri yang sudah dicuci bersih dari rumah.

3. Jangan lupa olahraga, penuhi kebutuhan gizi dan nutrisi, dan tetap terhidrasi!

Di masa-masa pandemi ini selalu disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga, dengan pertimbangan jenis aktivitas/olahraga dilakukan di dalam rumah saja. Ini penting agar kamu tetap bugar selama menjalankan puasa. Perhatikan juga kebutuhan gizi dan nutrisi yang tepat dan pastikan agar selalu terpenuhi selama berpuasa. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi makanan segar setiap hari dan banyak minum air putih saat sahur dan berbuka, Lemonizen!

4. Jangan merokok ya, Lemonizen!

Jangan merokok sekalipun telah berbuka puasa. Penggunaan tembakau tidak disarankan dalam situasi apapun, termasuk saat pandemi coronavirus seperti sekarang. Ini karena daya tahan paru-paru pengguna tembakau umumnya sudah berkurang dan berisiko terinfeksi COVID-19. Saat merokok (baik rokok biasa atau rokok elektrik), tangan akan menyentuh bibir dan  ini memperbesar kemungkinan terjadinya transmisi coronavirus.

Meskipun pelaksanaan Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun lalu, penting untuk percaya bahwa semua orang masih dapat berdoa, puasa dan melakukan kegiatan sedekah dengan tetap menerapkan physical distancing dan menjaga kebersihan. 

Begitupun dengan interaksi yang dilakukan bersama keluarga dan teman tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform media online. Menjaga keyakinan dan tidak panik selama Ramadan di tengah COVID-19 akan menjaga kesehatan mental masing-masing dan tentu saja akan membantu kelancaran berpuasa di tahun ini.

Jaga kebersihan, selalu konsumsi makanan bergizi, terapkan physical distancing dan selamat Ramadan, Lemonizen!

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020