Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Diet dan Nutrisi

5 Menu Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Berbuka dan Sahur

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
05 Aug 2021
Clock Icon
6 menit
makanan sahur dan berbuka
Waktu untuk berbuka tentu menjadi momen yang paling ditunggu usai seharian berpuasa. Rasanya segala macam makanan dan minuman favorit ingin disantap ketika adzan Maghrib berkumandang.


Sementara saat sahur, banyak dari kita yang cenderung memilih makanan-makanan yang gampang diolah. Apalagi bangun tidur pagi buta untuk menyiapkan santapan kerap menjadi tantangan berat, sehingga kadang makanan instan jadi pilihan.

banner consideration shipping bg blue


Saat melakukan ibadah puasa selama satu bulan di bulan Ramadan, pola makan kita harus berubah secara total. Karena perubahan itulah, kita seharusnya bisa menjaga pola makan agar badan tetap sehat selama puasa. Untuk meminimalisir hal buruk terjadi, sebaiknya hindari makanan-makanan di bawah ini saat berbuka puasa dan sahur.


1. Makanan yang digoreng



Lazim di Indonesia, gorengan menjadi makanan yang selalu ada saat buka puasa. Rasanya yang gurih dan sensasi kriuknya membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang, bahkan saat tidak berbuka puasa.


Namun dilansir dari Primeplusmed, gorengan justru sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Gorengan masuk dalam kategori makanan yang tinggi lemak. Makan makanan tinggi lemak saat sebelumnya kondisi perut kosong selama berjam-jam hanya akan membuat gangguan pencernaan. Selain itu makanan berminyak juga dapat meningkatkan asam lambung dan memicu Gastroesophageal reflux disease (GERD).


Makanan yang digoreng  bila kandungan lemaknya berlebih, maka kelebihan itu akan disimpan di dalam tubuh sebagai jaringan lemak. Hal ini bisa meningkatkan risiko diabetes dan gangguan pencernaan.


2. Makanan/minuman tinggi gula



Setelah menahan haus dan lapar selama belasan jam, minuman manis biasanya menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Apalagi sering ada ajakan “berbukalah dengan yang manis”. Makanan atau minuman manis memang dibutuhkan untuk mengembalikan kembali energi yang hilang selama menjalani ibadah puasa.


Namun makanan/minuman manis pun perlu dibatasi jumlahnya ketika dimakan saat buka puasa. Jika dikonsumsi secara berlebihan, justru akan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.


Alih-alih mengonsumsi cokelat atau es buah dengan banyak gula saat berbuka puasa, lebih baik kamu mengonsumsi buah kurma yang memiliki rasa manis alami. Dikutip dari Healthline.com, kurma adalah salah satu superfood karena selain mengandung glukosa, sukrosa, dan fruktosa, kurma juga mengandung gizi penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh seperti serat, kalium, potasium, dan vitamin A, termasuk antioksidan  yang kesemuanya baik untuk tubuh.


3. Makanan tinggi serat


Bagi kamu yang sering mengalami perut kembung dan begah, lebih baik hindari makanan tinggi serat saat berbuka puasa. Melansir dari Healthline.com, beberapa makanan yang tinggi serat selain sulit dicerna oleh lambung bila dikonsumsi sesaat setelah berbuka, hal ini juga dapat memicu tubuh memproduksi gas di dalam saluran cerna dalam jumlah lebih banyak.

banner consideration promotion bg blue

Itulah mengapa sebaiknya hindari makanan tinggi serat saat berbuka puasa. Jika ingin mengonsumsinya, lebih baik makan dalam kondisi perut yang tidak kosong sama sekali atau sesaat setelah berbuka dan shalat magrib.


4. Makanan asin dan pedas



Sementara itu, saat sahur sebaiknya hindari makanan asi dan pedas. Jika mengonsumsi makanan asin dan pedas saat sahur, kamu mungkin merasa mudah haus saat menjalani puasa seharian.


Dikutip dari Indiana Public Media, mengonsumsi banyak makanan asin hanya akan meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap air. Makan-makanan asin akan menyebabkan cairan yang berada dalam sel tertarik ke luar sel. Hal inilah yang membuat tubuh memberikan alarm pada kita dalam bentuk haus.


Oleh karenanya, sekarang Kemeterian Kesehatan pun menetapkan batasan asupan garam harian yaitu 1 sendok teh garam per hari. Jangan lupa, garam pun terdapat dalam banyak bentuk lain lho, misalnya pada pengawet makanan.


Tak hanya itu, mengonsumsi makanan pedas saat sahur bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Ini bisa membuat kamu lemas saat menjalani puasa.


5. Minuman berkafein



Bagi kamu pecinta kopi dan teh, lebih baik mulai mengurangi mengonsumsinya saat sahur. Sebab nantinya akan membuat kamu merasa mudah haus saat puasa.


kafein merupakan senyawa yang bersifat diuretik alias bisa menarik cairan untuk keluar dari tubuh. Kafein juga bisa meningkatkan kinerja ginjal lalu memiliki peran terhadap proses pengeluaran urine. Sehingga risiko tubuh kehilangan banyak cairan akan semakin besar.


Dikutip dari amuslimdietitian agar tidak terjadi caffein withdrawal karena kamu langsung menghentikan konsumsi kopimu selama Ramadan, ada baiknya mengurangi kopi,teh, minuman berkarbonasi maupun minuman lain yang mengandung kafein secara bertahap sehingga tubuhmu terbiasa. Kamu juga bisa mulai menggantinya dengan memperbanyak minum air putih, ya.


banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Tak hanya saat sedang menjalani puasa, makanan-makanan di atas juga sebaiknya dihindari atau dikurangi konsumsinya saat hari-hari biasa. Mengingat banyaknya efek buruk yang akan diterima tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Lebih baik perbanyak makan sayur dan buah yang jelas memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.