5 Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Dapatkan dari Seorang Ayah

22 Jun 2020 @ 02:05:00
Disadari atau tidak, selama ini peran seorang ayah dalam keluarga seringkali dinomorduakan. Kebanyakan orang yang fokus memberi saran untuk membangun bonding antara ibu dan anak. Padahal seorang anak juga butuh dekat dengan sang ayah. Baik ibu maupun ayah, tentu memiliki pengaruh berbeda bagi tumbuh kembang buah hati. Alangkah baiknya jika keduanya bisa saling bekerja sama untuk menemani sang anak tumbuh dewasa.

Di balik sosok ayah yang selama ini hanya identik sebagai pencari nafkah keluarga, sebenarnya banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapat darinya. Kewajiban ayah memang mencukupi kebutuhan anak dan istrinya, namun lebih dari itu, ayah juga berperan penting bagi keutuhan sebuah keluarga.

Keberhasilan tak akan datang dengan sendirinya, tanpa ada kerja keras

Setiap melihat sosok ayah, yang mayoritas terlintas di benak adalah ia yang seorang pekerja keras. Ayah akan melakukan upaya apapun agar keluarganya bisa merasakan hidup nyaman. Ia bahkan rela hidup bersusah payah, asal anak dan istrinya bisa tetap bahagia. Usaha apapun, meski sulit, tetap akan diupayakan ayah demi keluarga.

Kerja keras yang dicontohkan oleh seorang ayah tentu tidak perlu diragukan lagi. Indikator keberhasilan dan kebahagiaan bagi seorang ayah adalah saat keluarganya di rumah bisa tersenyum bahagia. Pelukan anak-anaknya setelah dirinya pulang bekerja akan jadi obat paling mujarab penghilang rasa lelah.

Namun, tentu tak ada keberhasilan tanpa proses kerja keras. Dari ayah kita semua belajar keberhasilan tak akan pernah mengkhianati kerja kerasmu.

Roda kehidupan terus berputar, prioritas makin penting untuk ditentukan

Sama seperti ibu, di masa single seorang ayah pasti juga memiliki impian-impian yang tidak langsung dapat terwujud. Sebagai laki-laki, ego untuk mewujudkan impian-impian tertunda pun bisa jadi lebih besar.

Tapi siapa sangka ketika seorang pria sudah menjadi ayah, prioritas harus berubah. Tak cuma ibu, poros kehidupan seorang pria saat sudah menjadi ayah juga menjadi ke anaknya. Banyak hal yang rela dilakukan ayah demi membahagiakan anaknya. Termasuk mengorbankan mimpi-mimpinya demi mengubah prioritas untuk anak.

Sosok ayah membuat kita sadar bahwa roda kehidupan terus berputar, hal itu pun harus diimbangi dengan prioritas hidup yang juga ikut berubah. Karena seseorang sudah bisa dikatakan dewasa ketika ia mampu menentukan prioritas penting dalam hidupnya dan menunda hal yang tidak terlalu penting. Dan ayah yang bertanggung jawab pandai melakukan hal ini.

Perjuangan ayah tak cuma soal mencari nafkah, tetapi juga pengayom keluarga

Sayangnya masyarakat kita masih banyak yang memiliki pemikiran kuno tentang pembagian peran antara ayah dan ibu dalam keluarga. Beberapa orang memiliki pemikiran  yang saklek bahwa tugas ayah mencari uang untuk keluarga, sementara ibu mendidik dan memberikan kasih sayang untuk anak.

Padahal kedua tugas ini adalah hal-hal yang sangat fleksibel untuk bisa dilakukan bersama. Bukan berarti ayah mencari nafkah, lalu ia tak berkewajiban memberikan kasih sayangnya pada sang anak. Jangan melabeli ayah hanya sebagai “mesin uang” keluarga, ia juga bisa menjadi pengayom keluarga. Kasih sayang seorang ayah sama berharganya dengan kasih sayang seorang ibu.

Anak yang tak hanya dekat dengan ibunya, namun juga ayahnya, akan tumbuh jadi pribadi yang lengkap dan bahagia. Ia merasa cukup karena kasih sayang bisa ia dapatkan dari kedua orang tuanya.

Tujuan hidup makin memiliki posisi penting, apalagi setelah membangun keluarga

Saat seorang pria masih berstatus lajang, ia bisa saja hanya menjalani hidupnya hanya untuk hari ini. Apa yang akan terjadi esok, dipikir belakangan. Namun, sesaat setelah status berubah menjadi suami sekaligus ayah, pemikiran tersebut seharusnya sudah hilang.

Seorang ayah yang bertanggung jawab selalu tahu tujuan hidup apa yang harus ia tuju demi keluarganya. Ayah tak akan hidup hanya dengan mengandalkan apa yang akan terjadi hari ini. Ia akan memiliki rencana matang untuk masa depan demi keluarganya bisa hidup nyaman. Salah satu caranya bisa dengan memiliki tabungan deposito untuk pendidikan anak dan pensiun atau merintis usaha sampingan.

Satu hal yang pasti, seorang ayah akan terus memutar otak agar hari ini dan esok hari, ia dan keluarga bisa hidup tanpa kekhawatiran. Itulah mengapa, penting menyusun tujuan hidup mulai dari sekarang.

Sosok ayah lekat dengan figur yang terus mau berkorban demi keluarga

Rasa-rasanya kita semua setuju, bahwa figur seorang ayah selalu lekat dengan pengorbanan. Ada sosok-sosok ayah yang rela berdarah-darah asal bisa melihat keluarganya bahagia. Dari seorang ayah, kita belajar soal ketulusan. Pengorbanan berat akan terbayar hanya dengan melihat orang-orang tercinta tetap tertawa bahagia, bahkan tak peduli seberapa berat rasa sakit yang pernah ia rasakan.

Mulai hari ini, mari berjanji jangan pernah mengecilkan lagi peran ayah dalam keluarga. Seorang ibu boleh saja merasa kepayahan merawat keluarga, tetapi seorang ayah juga punya rasa lelah yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapa-siapa. Baik ibu maupun ayah, punya peran yang sama pentingnya dalam membangun keluarga. Selama Hari Ayah, para ayah hebat di dunia!

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020