Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

5 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif, Lemomoms Harus Tahu!

Rizki Indra
Rizki Indra
18 Sep 2021
Clock Icon
3 menit
Ada perbedaan anak aktif dan hiperaktif yang wajib diketahui Lemomoms di rumah.

Secara umum, seorang anak dapat terlihat termasuk aktif atau hiperaktif sejak berusia 3 tahun. Orang tua terkadang salah menafsirkan keaktifan anaknya. Namun, ada juga orang tua yang sama sekali tidak memperhatikan keaktifan buah hatinya. Padahal dengan memperhatikan sisi tersebut, orang tua bisa mengetahui apakah anaknya hanya aktif atau hiperaktif. Sehingga bisa menyesuaikan pola pengasuhan yang sesuai.


Hiperaktif adalah turunan dari ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Jika Moms mencermati secara sekilas mungkin terlihat sama antara aktif dan hiperaktif. Namun, sebenarnya keduanya sangat berbeda. Berikut ini 5 perbedaan anak aktif dan hiperaktif yang harus Lemoms ketahui.

1. Fokus dan Perhatian


Secara umum, anak-anak mempunyai keingintahuan yang tinggi. Mereka juga mudah bosan dengan satu hal saja. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa fokus terhadap satu hal. Mereka mudah teralih oleh beberapa hal, apalagi sesuatu yang menarik dan baru. Namun, ketika seorang anak diberi mainan kesukaannya, mereka lebih fokus dan perhatian terpusat pada mainannya itu. Jadi, secara umum, fokus dan perhatian seperti itu termasuk hal yang wajar bagi anak kecil yang aktif.


Lain lagi dengan anak hiperaktif. Biasanya ia sangat tidak bisa fokus dan perhatian terhadap satu hal. Bahkan, mainan kesukaannya pun bisa teralih oleh hal lain. Apalagi jika si kecil sedang bosan, apa saja bisa dimainkan. Dengan kata lain, anak hiperaktif cenderung tidak bisa diam atau fokus terhadap satu hal dalam jangka waktu lama. Beberapa menit saja sudah ingin mengerjakan yang lain.

2. Cara Berbicara


Perbedaan selanjutnya antara anak aktif dan hiperaktif bisa dilihat dari cara berbicaranya. Jika anak yang aktif diajak berbicara saat tenang, ia cenderung mau mendengarkan dan mampu menangkap kosakata baru dari pembicaraan orang yang mengajaknya berbicara. Tidak dengan anak hiperaktif, mereka cenderung menyela atau menginterupsi orang yang mengajaknya berbicara.


Nada bicara anak hiperaktif biasanya memiliki volume tinggi disertai tempo berbicara yang cepat. Ketika beranjak dewasa, anak hiperaktif kadang dicap sebagai anak yang tidak punya tata krama karena dari gaya bicaranya yang seperti disebutkan di atas.

3. Perasaan dan Suasana Hati


Perasaan anak dipengaruhi oleh suasana hati anak. Hal tersebut juga bisa menjadi acuan untuk menentukan apakah seorang anak termasuk hiperaktif atau hanya aktif saja. Sebagai contoh soal menangis. Anak aktif hanya menangis ketika ia sedang kesal, marah, atau sedih. Selain karena itu, ia bisa menahan untuk tidak menangis.


Berbeda dengan anak hiperaktif. Ia akan mudah menangis karena perasaannya sangat sensitif terhadap rangsangan dalam bentuk apapun. Rangsangan tersebut membuatnya mengeluh yang akhirnya dituangkan dalam bentuk tangisan. Jadi, tangisannya cenderung bertujuan untuk merengek saja. Oleh sebab itu, air matanya tidak keluar saat ia menangis.

4. Pergaulan dan Hubungan Sosial


Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dalam pergaulan dan hubungan sosial anak. Biasanya anak aktif lebih disukai karena mereka mau berbagi atau dalam kata lain mau mengalah dan sabar. Misalnya soal pinjam meminjam mainan. Sebaliknya, anak hiperaktif cenderung tidak mau berbagi dengan temannya. Apalagi jika sesuatu itu merupakan kesukaannya, misalnya mainan kesukaan yang dimilikinya. Tidak mudah meminjam mainan kesukaan anak hiperaktif.

5. Rasa Lelah


Secara normal, seorang anak akan beristirahat jika lelah. Baik lelah sepulang sekolah, setelah bermain, atau apa saja. Berbeda dengan anak hiperaktif, seperti tidak mengenal rasa lelah. Sekalipun disuruh tidur untuk istirahat, ia akan melakukan gerakan-gerakan kecil misalnya memainkan tangannya atau yang lain. Bahkan jarang sekali ia bisa tidur jika tidak dipaksa untuk beristirahat.


Demikianlah 5 perbedaan anak aktif dan hiperaktif yang wajib bunda ketahui. Jika si kecil termasuk hiperaktif, tentu ia membutuhkan perhatian lebih dan butuh terapi khusus agar lebih terarah. Untuk itu, Moms bisa berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapat saran yang tepat. Semoga bermanfaat Lemomoms!

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.