5 Tips Hidup Sehat Jalani Ibadah Waisak Selama di Rumah Aja

07 Mei 2020 @ 14:04:08
Ibadah Waisak tahun ini sangat terasa berbeda. Jika di tahun-tahun sebelumnya sebagian besar umat Buddha akan memadati Candi Borobudur untuk melakukan ibadah, di tahun ini para umat Budha dihimbau untuk melakukan ibadah di rumah saja.

Himbauan ini datang dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama sehubungan dengan adanya wabah virus Covid-19. Segala kegiatan keagamaan yang mengharuskan mengumpulkan banyak orang terpaksa harus dihentikan, termasuk perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 7 Mei 2020.

Namun meski harus beribadah di rumah saja, diharapkan hal ini tak mengurangi kekhusyukan umat Buddha dalam melaksanakan ibadah di Hari Raya Waisak. Selain itu, tips gaya hidup sehat ini pun bisa diterapkan di masa karantina mandiri ini. Agar ibadah tetap jalan dan tubuh tetap bugar.

1. Benahi pola makan dengan mulai mengonsumsi banyak sayuran ketimbang daging

Para Biksu memang dikenal sebagai vegetarian. Mereka tidak makan makanan yang berasal dari makhluk hidup. Para Biksu biasanya hanya makan jenis makanan seperti sayuran, kacang-kacangan, buah, dan sebagai macamnya.

Makanan yang sering dikonsumsi Biksu dikenal dengan three bowls. Yang biasanya terdiri dari hidangan seperti bubur, rebusan atau sup, dan semangkuk salad. Hidangan three bowls ini dipercaya sebagai hidangan sehat yang baik untuk dikonsumsi. Sebab ketiganya merupakan hidangan rendah karbohidrat, tinggi protein dan serat.

2. Menghilangkan kebiasaan makan yang tidak sehat

Mengonsumsi makanan bergizi saja ternyata tak cukup untuk menciptakan gaya hidup sehat. Kamu juga harus menghilangkan kebiasaan makan yang tidak sehat. Para Biksu sangat menghindari kebiasaan makan cemilan tak sehat serta konsumsi gula yang berlebihan.

Jika merasa lapar di tengah-tengah waktu makan utama, biasanya para Biksu hanya mengonsumsi teh hijau atau buah-buahan. Sementara konsumsi gula lewat makanan manis sangat dibatasi, yakni hanya sekali dalam seminggu.

3. Memiliki jadwal makan yang teratur bisa menciptakan sistem metabolisme yang baik

Masalah kesehatan biasanya bisa dimulai dari sistem metabolisme tubuh yang tak baik. Oleh karena itu, demi gaya hidup yang sehat, kamu bisa memulai dengan menjaga metabolisme tubuh tetap baik.

Salah satu cara yang bisa dicontoh dari para Biksu adalah dengan memiliki jadwal makna yang teratur. Sebagaimana dilansir Tempo dari India Times, para Biksu biasanya memulai sarapan di jam 08:00, makan siang jam 13:00, dan makan malam pukul 18:00. Dari waktu makan malam hingga sarapan keesokan harinya memiliki jeda yang cukup lama, sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk berpuasa dan mencerna makanan yang masuk.

4. Melakukan meditasi seperti yang para Biksu lakukan nyatanya bisa membantu tubuh lebih tenang dan rileks

Salah satu ajaran Buddha yang terkenal adalah kesehatan spiritual yang baik bisa membentuk tubuh yang sehat. Dalam The Sutra of Buddha, penyakit dapat datang dari stres dan kemarahan yang diakibatkan dari rutinitas sehari-hari. Hal itu berimbas pada kinerja otak yang berlebih. Akibatnya, tubuh akan meresponnya dengan berbagai macam penyakit sebagai sinyal agar kita beristirahat.

Meditasi adalah cara yang sering dilakukan para biksu untuk mencapai keseimbangan hidup. Dengan meditasi, otak dan tubuh yang tadinya dipaksa bekerja secara berlebihan akan kembali tenang dan rileks. Ajaran Buddha percaya bahwa kesehatan jiwa seseorang bisa didapatkan dari meditasi dengan nafas perlahan dan pikiran yang fokus mencari kedamaian.

Seorang Psikolog Jepang yang menulis The Medicine Chan mengatakan bahwa setidaknya ada tiga manfaat yang bisa didapatkan dari rutin meditasi. Yakni antara lain energi tubuh yang bertambah, aliran darah yang lancar, serta memperbaiki sistem kerja kelenjar endokrin. Dikutip dari Halodoc, fungsi kelenjar endokrin adalah mengatur fungsi tubuh lewat pelepasan hormon seperti metabolisme, tekanan darah, siklus tidur, dan nafsu makan.

5. Terakhir, di situasi dimana virus Covid-19 sedang mewabah, melakukan ibadah di rumah saja bisa membuatmu tetap sehat dan terlindungi

Sejak virus Covid-19 mewabah, himbauan untuk tetap di rumah saja bukan tanpa alasan. Melakukan social distancing dan karantina mandiri bertujuan untuk menghentikan rantai penularan Covid-19. Bukan hanya kegiatan sehari-hari, seluruh kegiatan keagamaan juga dihimbau untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

Itulah mengapa di kondisi seperti ini, beribadah di rumah adalah pilihan paling bijak. Sampai setidaknya angka kasus penularan Covid-19 mulai menurun.

Perayaan Hari Raya Waisak tahun ini mungkin sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun semoga maknanya tetap akan sama. Selamat Hari Raya Waisak, semoga semua makhluk berbahagia.

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020