6 Kesalahan yang Wajib Dihindari Saat Memasak Semur Daging

28 Jun 2018 @ 11:12:40
Di Indonesia, banyak cara memasak yang digunakan untuk mengolah dan memasak daging, salah satunya adalah dengan cara disemur. Campuran daging sapi yang empuk dengan kuah yang manis berempah, dilengkapi dengan kentang, wortel, atau sayuran lain, punya banyak penggemar tak cuma di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. 

Walaupun banyak variasi semur daging sapi di dunia, hal itu tidak membuat orang-orang terlepas dari kesalahan memasak semur. Ada beberapa kesalahan umum dalam cara memasak semur daging yang banyak orang lakukan. Akibatnya, semur daging jadi kurang empuk dan cita rasanya kurang mantap. Kesalahan apa saja yang harus kamu hindari dalam cara memasak semur daging? Berikut ulasannya!

1. Menggunakan Jenis Daging yang Salah

Menggunakan Jenis Daging yang Salah

Daging pada sajian semur daging biasanya diolah dalam waktu yang agak lama dengan panas rendah agar bumbu pada kuahnya meresap dengan baik ke dalam daging. Untuk itu, demi mendapatkan cita rasa yang mantap dan nikmat, gunakanlah bagian daging sapi paha depan (chuck).

Daging sapi paha depan mengandung cukup banyak lemak sehingga daging tetap empuk walaupun dimasak dalam waktu agak lama. Selain itu, lemak pada daging akan malah akan sedikit mencair ke dalam kuah dan membuat kuah semur menjadi lebih gurih. Namun, jika kamu hanya akan memasak semur dalam waktu singkat, gunakanlah daging yang empuk seperti has dalam (tenderloin).

2. Memotong Daging Terlalu Tipis

Memotong Daging Terlalu Tipis

Untuk mendapatkan cita rasa semur yang nikmat, daging yang akan digunakan dalam sajian semur sebaiknya dipotong berbentuk segi empat dengan ketebalan sekitar 2 - 3 cm. Jangan potong daging terlau tipis karena akan membuat daging mudah menjadi kering saat dimasak, sehingga daging terasa alot ketika dikonsumsi.

3. Daging Langsung Dimasak Di Dalam Kuah

Daging Langsung Dimasak Di Dalam Kuah

Salah satu kesalahan yang umum kamu dan banyak orang lakukan ketika memasak semur daging adalah memasukkan daging ke dalam kuah semur langsung. Hal ini menyebabkan daging sulit matang merata. Untuk menyiasatinya, tumis dulu daging di atas wajan anti lengket dengan sedikit Minyak Goreng Premium Lemonilo hingga bagian sisi daging kecokelatan dan terkaramelisasi. 

Untuk membuat rasanya semakin mantap dan istimewa, kamu juga bisa menumis dahulu bumbu yang akan kamu gunakan dalam semur.  Misalnya, bawang bombay ditumis dulu sebelum diolah untuk membuat kuah semur. Langkah ini akan membuat semur menjadi lebih kental dan penuh cita rasa.

4. Semur Dimasak Kurang Lama

Semur Dimasak Kurang Lama

Seperti yang sudah disebutkan di atas, semur daging idealnya dimasak dalam waktu yang cukup lama dengan api kecil, sehingga bumbu dan rempah pada kuah meresap sempurna pada daging. Beberapa resep bahkan menyarankan semur dimasak hingga sekitar 2 jam! 

Langkah ini juga perlu dilakukan kalau kamu menggunakan daging yang agak keras seperti daging sapi paha depan. Tentu saja, kamu bisa saja mempersingkat waktu masaknya dengan menggunakan daging yang empuk seperti daging tenderloin. Biar begitu, cita rasa semur daging baru akan muncul dengan optimal setelah proses memasak yang lama, ketika daging dan sayuran dalam semur telah meresap semua cita rasa bumbu dan rempah yang digunakan dalam semur.

5. Sayuran Atau Bahan Pelengkap Semur Dimasukkan Terlalu Cepat

Sayuran Atau Bahan Pelengkap Semur Dimasukkan Terlalu Cepat

Sayuran membutuhkan waktu masak yang jauh lebih singkat dibandingkan daging sapi. Karena itu, saat memasak semur daging, sayuran atau bahan pelengkap semur seperti kentang, wortel, dll sebaiknya dimasukkan setelah daging telah hampir matang dan empuk. 

Bila sayuran atau bahan pelengkap lain terlalu cepat dimasak bersama daging, maka kamu akan mendapatkan semur dengan sayuran yang terlalu matang dan lembek.

6. Kuah Semur Dibuat Dari Air Biasa