6 Pertanyaan Seputar Kehamilan dan Menyusui Selama Pandemi COVID-19

18 Apr 2020 @ 13:05:12
Hingga kini penelitian untuk memahami dampak infeksi COVID-19 dengan ibu hamil masih terus dilakukan. Datanya masih terbatas dan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) belum ada bukti yang menyatakan bahwa ibu hamil lebih beresiko terinfeksi COVID-19 dibanding populasi umum.

Namun, karena adanya perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil, CDC memasukkan ibu hamil dalam pemantauan rentan terinfeksi virus. Sehingga penting bagi ibu hamil untuk melakukan pencegahan demi melindungi diri dari COVID-19 dan melaporkan gejala yang timbul kepada petugas kesehatan.

Dilansir dari rilis resmi situs World Health Organization (WHO), berikut 6 pertanyaan yang dapat menjadi panduan ibu hamil di tengah pandemi COVID-19 beserta penjelasannya.

1. Bagaimana ibu hamil melindungi diri dari COVID-19?

Sama seperti orang lain, ibu hamil harus melakukan langkah pencegahan untuk menghindari infeksi COVID-19 dengan cara menjaga kebersihan dan menerapkan physical distancing. Hal ini dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata hidung dan mulut serta tutup mulut dan hidung saat batuk dengan bagian dalam siku, sapu tangan atau tisu terlipat dan bepergian hanya bila sangat diperlukan (misal melakukan kunjungan ke dokter kandungan). Segera cari pertolongan medis jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas.

2. Apakah ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan COVID-19?

Protokol dan kelayakan pemeriksaan dapat berbeda tergantung masing-masing daerah tempat tinggal. Namun, WHO merekomendasikan bahwa ibu hamil dengan gejala COVID-19 harus diprioritaskan untuk menjalani pemeriksaan.

3. Apakah COVID-19 dapat ditularkan dari ibu ke bayi yang belum lahir atau yang baru lahir?

Hingga saat ini, WHO menyatakan bahwa virus ini belum ditemukan di dalam sampel cairan amniotik/ketuban atau ASI sehingga belum diketahui apakah seorang ibu hamil yang terjangkit COVID-19 dapat menularkan virus tersebut ke janin atau bayi selama kehamilan atau persalinan. Pun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa ibu yang positif COVID-19 akan melahirkan bayi dengan positif COVID-19 juga.

4. Apakah ibu hamil yang terkonfirmasi terjangkit atau dicurigai terjangkit COVID-19, perlu melahirkan lewat operasi caesar?

Tidak. Cara persalinan pasien yang dicurigai terjangkit COVID-19 tidak berbeda dengan cara persalinan wanita hamil normal, WHO menyarankan untuk hanya melakukan operasi caesar ketika dibenarkan secara medis.

5. Apakah ibu yang terjangkit COVID-19 dapat menyusui?

WHO tidak melarang ibu yang terjangkit COVID-19 untuk menyusui jika mereka ingin melakukannya. Namun, perlu diingat untuk terus menerapkan kebersihan, menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi serta rajin mencuci dan membersihkan permukaan-permukaan yang disentuh. Beberapa hal yang perlu dilakukan saat ibu akan menyusui adalah memakai masker saat menyusui dan merawat bayi, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyentuh bayi, membersihkan dan mendesinfeksi permukaan atau benda yang sering disentuh ibu dan bayi. 

6. Bagaimana bila kondisi ibu positif COVID-19 tidak kuat menyusui secara langsung?

Bila ibu tidak kuat menyusui secara langsung karena keadaannya, ibu bisa memberikan ASI Perah (ASIP) nya. Yang perlu diperhatikan saat memerah ASI adalah: perhatikan kebersihan saat memerah, cuci tangan dengan sabun saat akan dan selesai memerah, gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi, dan gunakan wadah dengan tutup erat untuk menyimpan ASI Perah.

ASIP bisa disimpan dengan cara diletakkan di suhu ruangan (ASI dapat bertahan 3-4 jam), di ice bag dengan ice pack lemari pendingin bawah (ASI dapat bertahan selama kurang dari 24 jam), di lemari pendingin bawah (ASI dapat bertahan 3-4 hari), atau di lemari pendingin atas/freezer (ASI dapat bertahan sampai 4 bulan). Dihimbau untuk terus memberikan ASI atau ASIP pada bayi karena ASI merupakan sumber imunitas terbaik untuk bayi.

Semua ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk mereka yang terkonfirmasi terjangkit atau dicurigai terjangkit COVID-19 memiliki hak akan perawatan berkualitas tinggi sebelum, selama dan setelah persalinan. Untuk Lemomoms yang sedang hamil ataupun menyusui tidak perlu khawatir, selama terus menerapkan physical distancing, menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, multivitamin yang cukup, terus kontak dengan dokter kandungan, dan rutin berolahraga!

Artikel ini telah di-review oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Pritta Diyanti, dr. Rizqii Nurdini, dan dr. Kanya Tania)

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020