Ada 2 Untuk Menghitung Masa Subur yang Akurat

02 Sep 2020 @ 09:38:22
Menghitung masa subur menjadi salah satu cara yang akurat untuk merencanakan kehamilan. Kamu bisa menghitung masa subur haidmu sendiri mulai dari sekarang. Bagaimana cara menghitung masa subur haid? Secara umum ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk memperkirakan kapan masa suburmu tiba. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Dengan Mengetahui Siklus Terpendek 


Masa subur seorang wanita biasanya berkisar pada waktu ovulasi, kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya masa subur wanita terjadi sekitar 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya. Atau dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Hal ini berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. 

Jika kamu mengetahui siklus terpendek haid, kamu bisa menguranginya dengan 18. Misal siklus terpendek kamu 27 hari, maka kurangi dengan 18. Maka akan didapatkan angka 9, angka ini adalah hari pertama saat Anda berada pada posisi paling subur.

2. Dengan Mengetahui Siklus Terpanjang



Selain mengetahui berapa siklus terpendek, kamu juga bisa menggunakan siklus haid terpanjang. Karena biasanya, haid setiap bulannya berbeda-beda. Misal saja siklus terpanjang haidmu 30 hari. Kamu bisa mengurangi angka ini dengan angka 11. Maka akan didapatkan angka 19. Angka ini adalah hari terakhir saat dimana kamu berada dalam kondisi masa subur. 

Dengan demikian, kamu bisa menyimpulkan jika siklus rata-rata adalah 27-30 hari. Maka kamu akan berada fase paling subur pada hari ke-9 hingga 19.
Setelah menghitung masa subur haid di atas, langkah selanjutnya kamu bisa memprediksi indikator-indikator yang bisa memprediksi masa subur. Apa saja indikator itu?

1. Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Suhu basal sendiri adalah suhu tubuh yang terjadi saat bagun di pagi hari. Suhu normal basal tubuh biasanya 35,5 – 36, 60 C. Akan tetapi, jika saat kamu bangun tidur dan mengalami peningkatan suhu basal, berarti saat itu kamu sedang mengalami ovulasi.

2. Adanya Lendir dari Mulut Rahim

Keluarnya lendir dari mulut rahim atau yang biasa disebut dengan istilah lendir serviks ini biasanya menunjukkan perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda apakah ovulasi segera terjadi. Pada masa subur, keputihan yang terjadi sebelum haid akan berwarna bening, licin, dan elastis seperti putih telur mentah. Cairan lendir inilah yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju rahim untuk bertemu sel telur, untuk selanjutnya dibuahi.

3. Nyeri Ringan pada Punggung

Rasa nyeri yang biasanya terjadi pada sekitar punggung juga bisa menjadi salah satu indikasi untuk menandai masa subur. Pasalnya, beberapa wanita akan merasakan hal ini di sekitar masa ovulasinya. 

4. Menjadi Lebih Bergairah

Ciri-ciri masa subur selanjutnya bisa dilihat dari kondisi wanita yang terkadang lebih bergairah dan lebih bersemangat dalam bersosialisasi maupun melakukan aktivitas lainnya. 

Itulah cara menghitung masa subur dengan akurat yang bisa kamu lakukan sendiri. Selain itu, terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa menjadi salah satu indikator penunjuk ketika sedang mengalami masa subur. Meskipun kamu bisa menghitung masa subur sendiri, ada baiknya jika kamu tidak terlalu terpaku pada hitungan-hitungan itu karena bisa membuat stress dan memperlambat kehamilan. Selain memperhatikan masa subur, tidak ada salahnya jika kamu mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung nutrisi tinggi dan menerapkan pola hidup sehat untuk mempercepat program kehamilan. 

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020