Agar Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi, Pastikan MPASI Memenuhi Syarat-Syarat Ini

24 Aug 2020 @ 09:56:46
Setelah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, si kecil akhirnya mendapatkan kesempatan untuk makan pertama kali. Jika di 6 bulan pertama segala kebutuhan nutrisi si kecil sudah terpenuhi dari ASI, maka di usia selanjutnya si kecil harus sudah mendapatkan tambahan nutrisi dari asupan lain.

Itulah mengapa di usia si kecil yang menginjak 6 bulan, harus mulai dikenalkan kepada makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, pemberian MPASI pun tak boleh sembarang. Harus ada syarat-syarat yang dipenuhi dan kandungan nutrisi yang mencukupi.

4 Syarat MPASI yang ditetapkan WHO

Pada tahun 2013, World Health Organization (WHO) menetapkan syarat-syarat untuk pemberian MPASI pada saat si kecil berusia 6 bulan. Syarat-syarat tersebut antara lain:

1. Diberikan tepat waktu

Saat bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, ASI sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun saat berusia 6 bulan ke atas, ASI tak lagi bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Itulah mengapa, makanan pendamping ASI harus segera diperkenalkan.

Waktunya pun tak boleh terlalu cepat atau terlambat. Usia 6 bulan dianggap waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan MPASI, karena di usia ini biasanya bayi sudah menunjukkan ketertarikan pada makanan dan bisa duduk dengan tegak. Selain itu, di usia ini bayi biasanya juga sudah bisa mendorong makanan dari lidah ke tenggorokan.

2. Adekuat

Syarat Adekuat maksudnya adalah MPASI harus mengandung energi, protein, dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) yang mencukupi kebutuhan anak sesuai usianya. Hal ini sangat penting, karena 95 persen otak berkembang pada 3 tahun pertama kehidupan, sehingga kekurangan zat gizi pada masa ini dapat menyebabkan penurunan kecerdasan dan kemampuan berpikir.

3. Aman

Syarat ini tentu harus dipenuhi saat memberikan MPASI pada bayi. Pastikan untuk mengolah dan menyimpan MPASI dengan aman. Selain itu, proses pengolahannya harus memperhatikan kebersihan agar makanan yang tersaji aman dikonsumsi bayi.

Menurut jurnal berjudul Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals, pemberian MPASI yang tidak higienis bisa menyebabkan kontaminasi mikroba yang merupakan sumber penyakit diare, yang mana biasanya terjadi pada anak berusia 6 - 12 bulan. Proses pengolahan dan penyimpanan yang aman bisa mengurangi risiko kontaminasi dan mengurani risiko terkena penyakit diare.

4. Berikan makan dengan cara yang benar

Saat memberikan MPASI, pastikan orang tua peka dengan sinyal lapar yang diberikan oleh si kecil. Untuk memastikan kecukupan gizi si kecil, orang tua juga harus memperhatikan jenis, jumlah, dan jadwal MPASI yang disesuaikan dengan tahap dan perkembangan usia si kecil.

Kandungan nutrisi yang wajib ada dalam MPASI

Pemberian MPASI untuk si kecil tak boleh sembarangan. Harus ada sejumlah kandungan nutrisi yang tersaji dalam MPASI yang dikonsumsi si kecil. Dan inilah nutrisi penting yang dipastikan harus ada dalam makanan si kecil:

  • Karbohidrat sebagai sumber energi. Nutrisi ini bisa berasal dari beras, atau sumber karbohidrat lainnya.
  • Protein sebagai zat pembangun yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sumber protein yang lebih dianjurkan adalah protein hewani yang tinggi zat besi dan seng, seperti hati ayam, daging sapi, ikan, ayam, dan telur. Keunggulan protein hewani dibandingkan protein nabati adalah kandungan asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah diserap oleh tubuh.
  • Lemak untuk menambah energi. Dapat berasal dari kelapa, santan, minyak, dan mentega.

Jumlah dan jadwal MPASI

Dalam jurnal Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals, disebutkan bahwa semakin usia anak bertambah, maka kebutuhan kalori dan nutrisinya pun semakin bertambah. Jumlah makanan yang diberikan kepada si kecil harus memperhatikan hal-hal seperti berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menutupi kesenjangan energi, jumlah yang bisa dikonsumsi dalam satu kali sesi makan, dan kepadatan energy dalam makanan yang dikonsumsi.

Kandungan energi MPASI yang adekuat sesuai syarat WHO tergantung pada usia anak, yaitu 200 kkal per hari untuk usia 6-8 bulan, 300 kkal per hari untuk usia 9-11 bulan, dan 550 kkal per hari untuk usia 12-23 bulan.

Sementara untuk jadwal pemberian MPASI dianjurkan adalah 2 - 3 kali per hari untuk usia 6-8 bulan, 3 - 4 kali per hari untuk usia 9-23 bulan. Dan snack atau makanan selingan dapat diberikan 1 - 2 kali per hari.

Selain makanan yang harus memenuhi sejumlah kandungan nutrisi penting, sayuran dan buah juga sudah bisa mulai perlahan diperkenalkan.

Setelah pemberian MPASI pada si kecil, evaluasi harus terus dilakukan. Terlebih untuk memantau pertambahan berat badan si kecil. Untuk menilai kecukupan zat gizi anak, dapat dilihat dari kenaikan berat badan si kecil setiap bulan, yaitu 450 gram untuk anak usia 6-9 bulan, 360 gram untuk anak usia 9-12 bulan, dan 240 gram untuk anak usia 1-3 tahun. Jika kenaikan berat badan tidak mencapai nilai minimal tersebut, pemberian MPASI perlu dievaluasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Artikel Terkait

Manfaat Air Kelapa Muda untuk Tubuh Manusia
Selain dikenal memiliki rasa yang menyegarkan, inilah manfaat air kelapa muda yang sangat baik untuk tubuh..
Rizki Indra
23 Oktober 2020
5 Manfaat Pepaya, Selain Bagus untuk Pencernaan
Selain untuk pencernaan, ternyata masih banyak sekali manfaat pepaya yang harus kamu ketahui untuk kesehatan..
Rizki Indra
23 Oktober 2020
Ketahui 5 Manfaat Buah Mengkudu dan Cara Pengolahannya
Mengkudu memang dikenal sebagai buah yang mengandung banyak manfaat, inilah manfaat buah mengkudu untuk kesehatan..
Rizki Indra
23 Oktober 2020