Ajari Anak Puasa Sejak Dini, Ini 5 Cara Agar Si Kecil Jalani dengan Happy

06 Mei 2020 @ 19:58:46
Artikel ini ditulis oleh Psikolog Anak dan BFRP: Adisti F. Soegoto, M.Psi

Saat ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Sebagian dari kita para orang tua mungkin masih bingung kapan dan bagaimana sebaiknya mulai mengajarkan puasa pada si kecil. Jujur saja, konsep menahan diri untuk tidak makan dan minum dalam waktu lama mungkin sulit untuk dipahami oleh anak. Kita paham bahwa berpuasa adalah kewajiban. Namun, mengapa kita perlu berpuasa? Apa saja manfaat berpuasa? 

Sebelum mengajak anak berpuasa, penting sekali bagi para orang tua memberikan pemahaman kepada anak alasan mengapa berpuasa. Lemoparents dapat menciptakan berbagai kegiatan agar penjelasan konsep berpuasa ini menjadi semakin menarik. Misal, dengan menjelaskan bahwa puasa bagian dari rukun islam dan dengan menahan lapar saat berpuasa kita dapat belajar mengenai kasih sayang terhadap sesama dan melatih diri untuk bersabar. 

Setelah anak memahami apa itu puasa dan mengapa kita perlu berpuasa, sekarang saatnya kita mengenalkan lebih lanjut mengenai ibadah puasa. Saat anak mengamati kedua orang tuanya berpuasa di bulan Ramadan, mungkin timbul keinginan dalam diri mereka untuk turut berpuasa. 

Ketika anak menyampaikan keinginannya tersebut, kita perlu melihat apakah anak sudah cukup matang untuk berpuasa. Kita dapat mengenalkan puasa sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Beberapa hal yang dapat dilakukan ketika mengajarkan anak berpuasa:

1. Kenalkan puasa melalui buku cerita atau film animasi pendek tentang puasa

Selain mengamati orang tuanya berpuasa, membacakan buku cerita tentang puasa maupun mendampingi anak menonton film animasi pendek mengenai puasa dapat menambah wawasan anak tentang berpuasa. Setelah membaca buku atau menonton, Lemoparents dapat mendiskusikan isi cerita tersebut bersama anak. 

2. Sampaikan pada anak apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berpuasa

Anak mungkin mengetahui bahwa selama berpuasa mereka tidak boleh makan dan minum selama waktu tertentu. Kita juga dapat menyampaikan kepada si kecil bahwa aktivitas mereka selama berpuasa akan berbeda. Jika sebelumnya anak dapat puas bermain bola dan bisa minum setelahnya, saat berpuasa kita dapat lakukan permainan atau aktivitas yang tidak terlalu melelahkan. Anda juga dapat mengajak anak melakukan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya untuk mengisi waktu selama mereka berpuasa. 

3. Kenalkan konsep puasa seperti sahur dan berbuka puasa sesuai kemampuan anak

Pada anak usia dini kita dapat mengenalkan konsep sahur sebagai waktu makan sebelum berpuasa dan berbuka puasa sebagai waktunya makan setelah kita puasa selama waktu tersebut. Hal yang saya lakukan sebagai pengenalan puasa pada anak saya ketika ia berusia 3 tahun adalah mengganti istilah waktu makannya dengan sahur dan berbuka puasa. 

Ketika ia sarapan di waktunya biasa, saya katakan itu sebagai sahur. Waktu ia makan buah di pagi hari kita sebut sebagai berbuka puasa. Selama waktu sarapan dan waktu makan buah di pagi hari, ia memang tidak makan atau ngemil. Waktu makan siang saya sebut sebagai sahur kedua, untuk kemudian ia berpuasa sampai waktunya makan snack sore. Waktu ngemil sore disebut berbuka puasa kedua, dan waktu magrib disebut berbuka puasa dengan ayah dan ibu. Sebenarnya tidak ada yang berubah dari pola makannya. Ia hanya mempelajari bahwa ada waktu di mana ia tidak makan dan minum (berpuasa) sebelum ia bisa makan di waktu berikutnya. 

4. Jangan paksa anak berpuasa hanya karena anak lain sudah berpuasa

Ingat, berpuasa bukan untuk anak kecil dan Allah tidak mewajibkan anak kecil untuk berpuasa. Berpuasa hanya wajib bagi mereka yang sudah akil-baligh. Mengapa? Karena berpuasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum melainkan untuk menggenapkan niat kita beribadah dan mendekatkan diri pada-Nya, menjadikan momen ini untuk evaluasi diri serta merupakan perjalanan spiritualitas. 

Anak kecil belum mampu memahami sampai sedalam ini. Sifat alami anak adalah aktif, berlari kesana kemari. Mereka mungkin akan bingung mengapa mereka tidak boleh melakukan hal yang mereka sukai. Memaksakan berpuasa pada anak ketika mereka belum siap hanya akan membuat mereka terbebani. Bisa jadi mereka tumbuh dengan menganggap puasa sebagai beban atau sesuatu yang sulit. Berpuasa adalah untuk orang dewasa. 

5. Libatkan anak dalam berbagai kegiatan positif selama bulan Ramadhan

Meskipun anak ‘berpuasa’ sesuai dengan jam mereka, mereka tetap dapat terlibat dalam berbagai kegiatan positif selama bulan puasa. Lemomoms dan Lemodad dapat mengajak anak untuk menentukan menu berbuka puasa, menyiapkan makanan berbuka puasa sambil mengenalkan berbagai hal kepada anak (pengenalan warna, pengenalan nama buah, sayur, dan bahan makanan lainnya, pengenalan konsep hitung, science project mengamati perubahan wujud dalam proses memasak, dan lain sebagainya).  Lemoparents juga dapat mengajak anak membagikan takjil bagi mereka yang membutuhkan, membayar zakat, menyumbangkan mainan mereka kepada anak yang kurang beruntung, dan lain sebagainya. 

Nah, itu dia 5 tips mengajarkan puasa pada anak sejak dini. Semoga Lemoparents berhasil mengajak si kecil puasa dengan happy ya. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadan!

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020