Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Anak Sulit Makan, Apakah Gizi Terpenuhi Hanya dengan Makan Nasi dan Kuah?

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
10 Mar 2021
Clock Icon
4 menit
nutrisi anak

Hai Lemonizen, selamat datang di #CurhatSehat bersama Lemonilo. #CurhatSehat adalah ruang di mana kamu bisa menanyakan semua masalah kesehatan yang kamu alami dan nantinya akan dijawab langsung oleh Tim Ahli dari Lemonilo.


#CurhatSehat edisi kali ini, Lemonilo memilih satu pertanyaan seputar gizi dan nutrisi pada anak yang ditanyakan melalui akun instagram Lemonilo pada 4-10 Maret lalu. Yuk, simak jawaban kupas tuntas dari Ahli Gizi Qonita Rachmah S.Gz., M.Sc(Nutr&Diet)* berikut!




Prinsip Gizi Seimbang memiliki 4 pilar utama, yaitu mengonsumsi makanan beraneka ragam sesuai kebutuhan harian, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, melakukan pola hidup aktif dan berolahraga, serta memantau berat badan dan menjaga berat badan ideal.


Pilar pertama Pedoman Gizi Seimbang yaitu konsumsi makanan beraneka ragam yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan semua zat gizi baik zat gizi makro maupun mikro. Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral.

 

Sumber karbohidrat utama terdapat pada nasi, mie, ubi, oat, makaroni, dll. Protein terdiri dari dua yaitu hewani dan nabati; untuk anak, utamakan pemberian protein hewani karena mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap untuk mendukung tumbuh kembang anak. Contoh bahan makanan protein hewani yaitu daging ayam, sapi, bebek, jeroan (hati ayam, otak sapi, hati sapi, dll), sedangkan protein nabati yaitu tahu, tempe, kacang-kacangan (kedelai, hijau, merah, tolo, dll). 

banner consideration shipping bg blue


Sumber lemak berasal dari minyak, santan, mentega, dll. Penggunaan lemak/minyak yang dimaksud ialah sejumlah lemak/minyak yang digunakan dalam proses pengolahan makanan (baik tumis atau goreng) atau penambahan lemak/minyak tambahan dalam makanan anak, jadi bukan untuk penggunaan secara terpisah. Selain MPASI, ASI juga masih tetap dianjurkan pemberiannya hingga usia 2 tahun sesuai dengan rekomendasi WHO dan Kementrian Kesehatan RI.

 

Mengingat hal tersebut, maka kebutuhan gizi anak tidak bisa dicukupi hanya dari nasi dan kuah saja ya, Ibu. Kebutuhan gizi harian harus terpenuhi dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Nasi dan kuah hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat dan vitamin-mineral dalam jumlah sedikit. Sedangkan protein dan lemak tidak dapat terpenuhi; padahal protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan mudah diserap oleh tubuh sehingga sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tinggi badan dan mencegah terjadinya stunting. Lemak juga penting untuk memenuhi kebutuhan energi harian.

 

Ibu bisa coba berkreasi memvariasikan lauk dengan tekstur yang lebih halus maupun bentuk yang lebih dapat diterima ya, misalnya memasak sop kuah telur, rawon dengan daging suwir,  mengolah nugget ayam, bakso hati ayam, atau suir daging/suwir ayam.


Perhatikan Aturan Pemberian Makan (Feeding Rules) Pada Si Kecil

Dalam pemberian makan bergizi seimbang bagi anak, Ibu juga harus memperhatikan feeding rules atau praktek pemberian makan yang tepat. Bagaimana feeding rules yang tepat?


1. Terapkan jadwal makan



Membuat jadwal makan sangat penting sekali untuk menerapkan pola makan yang teratur, sehingga anak disiplin saat jam makan dan mau makan. Selain itu, dengan menerapkan jadwal makan, Si Kecil jadi memahami rasa lapar dan kenyang sehingga mengurangi risiko sulit makan. Jadwal makan utama bisa disesuaikan dengan kebiasaan makan anak, untuk usia 1–3 tahun), makan utama bisa diberikan 3-4 kali dengan seling sekitar 4 jam; lalu kudapan atau susu bisa diberikan 2-3 kali dengan waktu makan maksimal 30 menit, diusahakan tidak lebih.


banner consideration promotion bg blue

2. Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan



Pastikan tidak boleh ada paksaan makan. Ibu harus tenang dan menunjukkan sikap positif atau tidak marah. Anak dalam posisi duduk nyaman, boleh di kursi atau di lantai; hilangkan distraksi atau gangguan  seperti mainan, televisi, atau gadget saat makan.


3. Perhatikan prosedur makan



Dorong anak untuk makan sendiri dengan tetap dalam pantauan Ibu. Jika disuapi, upayakan batasi jumlah yang menyuapi 1-2 orang saja. Jika anak menunjukkan tanda tidak mau makan (tutup mulut, memalingkan kepala, menangkis tangan, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa membujuk atau memaksa. Bila setelah 10-25 menit tetap tidak mau makan, akhiri proses makan hingga anak merasakan rasa lapar.

banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green


Nah, gimana Lemoparents? Semoga terbantu ya dengan jawaban yang diberikan. Tulis di kolom komentar ya kalau kamu punya keluhan atau pun masalah seputar gizi dan nutrisi si kecil yang ingin dicurhatin!


*) Qonita Rachmah S.Gz., M.Sc(Nutr&Diet) adalah seorang dosen yang juga aktif menjadi nutrisionis anak di KlinikMPASI dan AhliGizi.ID.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.