Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Apa Itu Empathy Burnout dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
01 Nov 2021
Clock Icon
7 menit
Empathy burnout

Di tengah pandemi, tidak bisa dipungkiri bahwa hampir semua orang merasakan tekanan hidup yang lebih berat. Mulai dari memikirkan kesehatan, kondisi finansial, pekerjaan, sekolah, dan masih banyak hal lainnya dalam hidup yang memicu rasa khawatir. 


Belum lagi bila Lemonizen memiliki peran untuk menjaga orang lain. Seperti anak, orang tua atau saudara yang sedang sakit. Tidak jarang, kondisi tersebut dapat memicu seseorang mengalami empathy burnout. Berbeda dengan stres biasa, kondisi ini dapat menimbulkan efek yang lebih parah pada kondisi fisik maupun emosional. 


Pengertian Empathy Burnout


Pernahkah Lemonizen mendengar istilah empathy burnout ? Dilansir dari Well and Good, menurut Madeline Lucas, terapis asal Amerika Serikat, emphaty burnout atau kelelahan empati merupakan sebuah perasaan yang muncul ketika seseorang menghabiskan banyak energi baik secara emosional, fisik, dan mental untuk merawat orang lain sampai-sampai mereka sendiri merasa lelah. 


Ketika empathy burnout terjadi, orang yang mengalaminya cenderung akan menarik perhatian mereka secara tiba-tiba. Dengan kata lain, kalau biasanya mereka perhatian kepada orang tertentu di sekitarnya, ia kemudian akan bersikap tidak peduli. 


Gejala Empathy Burnout 


Sumber: Freepik.com/picture by jcomp


Dilansir dari Cleveland Clinic, empathy burnout yang terjadi secara berulang dapat memberikan dampak yang luar biasa baik dari segi emosional atau fisik.


Gejala emosional dapat berbentuk sebagai berikut:

  • Mengisolasi diri dari orang lain

  • Merasa mati rasa atau terputus

  • Kurangnya energi untuk peduli dengan hal-hal lain di sekitarnya

  • Merasa kewalahan, tidak berdaya, atau putus asa

  • Tidak mampu berhubungan dengan orang lain

  • Merasa marah, sedih, atau tertekan

  • Pikiran obsesif tentang penderitaan orang lain

  • Merasa tegang atau gelisah

  • Merasa tidak bisa berkata-kata atau tidak dapat merespons dengan tepat apa yang terjadi di sekitar

  • Menyalahkan diri sendiri


Sementara gejala fisiknya dapat meliputi:


  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, menjadi produktif atau menyelesaikan tugas sehari-hari

  • Sakit kepala

  • Mual atau sakit perut

  • Kesulitan tidur secara terus-menerus

  • Mengonsumsi obat-obatan atau alkohol

  • Terus mengalami konflik dalam hubungan

  • Selera makan berubah

  • Merasa lelah sepanjang waktu

  • Menghindari pekerjaan atau aktivitas lainnya


Cara Mengatasi Empathy Burnout 


Bila Lemonizen mulai merasakan kelelahan empati dan juga merasakan gejala-gejala di atas secara berulang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Dilansir dari Mental Health America, berikut adalah tips mengatasinya:


1. Belajar mengelola empati

Sebagian orang berpikir bahwa empati adalah hal yang harus dilakukan setiap saat dengan sepenuh hati. Namun kenyataannya, bila dilakukan terus-menerus empati akan membuat energi di dalam tubuh dan pikiran terkuras habis. Mulai sekarang, cobalah untuk mengelola empati .


2. Membuat batasan 

Sangat penting untuk membuat batasan-batasan perilaku kamu pada orang lain. Berikan penjelasan soal apa saja yang mampu kamu bantu dan tidak mampu kamu bantu. Hal ini penting saat kamu berusaha menolong orang.


3. Percaya bahwa orang lain bisa menyelesaikan masalah sendiri

Bila kamu sedang membantu orang lain, berikanlah mereka kepercayaan untuk menyelesaikannya sendiri. Kamu bisa menolong dalam menemukan solusi yang mereka butuhkan, tetapi bukan berarti kamu adalah solusinya.  


Selain menerapkan hal-hal di atas, kamu juga bisa menerapkan hal berikut dalam pikiranmu untuk mengatasi kondisi kelelahan empati yang sedang dirasakan:


  • Bersikap baik kepada diri sendiri

  • Luangkan waktu untuk beristirahat 

  • Ketahuilah bahwa orang-orang yang dekat denganmu dengan mungkin tidak selalu bisa untuk membantu kamu mengatasi masalah.

  • Bicarakan hal-hal tentang perasaan dan pikiran dengan orang-orang yang dapat memvalidasi perasaanmu

  • Dengarkan orang lain yang memiliki pengalaman serupa

  • Pastikan untuk menetapkan batasan dalam hubungan kerja dan kepedulian dirimu

  • Deskripsikan kebutuhan dirimu dengan jelas


Pada dasarnya, empathy burnout adalah sesuatu yang bisa dihindari bila kamu memiliki pemikiran yang fokus. Namun bila kondisi yang kamu hadapi terasa sudah semakin berat, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli profesional. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan bantuan maupun terapi yang tepat. 

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.