Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Apa Penyebab ADHD pada Anak dan Bagaimana Cara Mencegahnya? Ini Jawaban Dokter

Mondials Anindhita
Mondials Anindhita
19 Nov 2021
Clock Icon
8 menit
Penyebab ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau juga disebut GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas) adalah gangguan yang menyebabkan seseorang sulit memusatkan perhatian serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif. Sebenarnya, gejala ADHD mulai dapat terlihat sejak usia balita atau prasekolah. Namun, untuk beberapa kasus baru terlihat dan terdiagnosis saat anak mulai sekolah, dikarenakan memiliki masalah dalam pelajaran di sekolahnya. Ada juga yang baru terdiagnosis saat mereka menginjak remaja bahkan dewasa.

 

Perlu Lemomoms ketahui, bahwa ADHD dibagi menjadi 3 subtipe, yaitu :

  • Predominan Inatentif

Ciri-ciri ADHD yang lebih dominan inatentif biasanya memiliki gejala tidak dapat memperhatikan dengan baik atau tidak fokus terhadap suatu hal. Perilaku yang nampak antara lain:

  • Perhatiannya mudah teralihkan atau tidak fokus (perhatian jangka pendek).

  • Mudah terdistraksi dan sering lupa.

  • Tidak memperhatikan hal detail saat ada yang berbicara.

  • Tampak acuh saat ada yang mengajak bicara.

  • Sulit melakukan aktivitas dengan tenang dan sulit menyelesaikan pekerjaannya.

Pada anak-anak usia sekolah akan terlihat memiliki kemampuan belajar yang buruk, sehingga sering tidak dapat menyelesaikan tugas dan sulit memahami pelajaran. Para peneliti juga berpendapat bahwa anak dengan tipe ADHD yang inatentif jarang terdiagnosis karena mereka cenderung tidak mengganggu kelas. 

  • Predominan Hiperaktif-impulsif

Ciri-ciri ADHD yang lebih dominan hiperaktif-impulsif, biasanya memiliki masalah hiperaktivitas dan perilaku impulsif. Beberapa perilaku yang nampak antara lain:

  • Sulit diam atau tenang dalam satu waktu.

  • Berbicara terlalu banyak.

  • Sering mengganggu aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.

  • Melakukan tindakan yang secara tiba-tiba hingga kadang dapat merugikan dirinya sendiri.

  • Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif

Subtipe ini adalah jenis ADHD yang paling umum. Memiliki gejala hiperaktif, impulsif, dan tidak dapat memperhatikan dengan baik. Bisa dibilang perilaku yang dilakukan merupakan gabungan ciri-ciri ADHD di atas. 

Sangat penting untuk mengetahui jenis ADHD, karena akan menentukan cara pengobatannya. Perlu Moms ketahui juga, bahwa subtipe yang pasien miliki dapat berubah seiring waktu, sehingga perawatannya juga dapat berubah.


Penyebab ADHD




Lalu, apa sih penyebab ADHD dapat terjadi pada seorang anak? Beberapa peneliti menyebutkan ADHD adalah gangguan neurobehavioral. Artinya, ADHD memengaruhi cara otak penderitanya dalam memproses informasi yang kemudian berakibat pada perilakunya. Menurut CDC 5 persen anak-anak di Amerika Serikat menderita ADHD. Namun, penyebab ADHD belum diketahui secara jelas, berikut adalah beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya hal ini.


  1. Genetik

Terdapat beberapa penelitian yang membuktikan bahwa genetik memengaruhi kemungkinan seseorang mengidap ADHD. Para peneliti juga menemukan bahwa ADHD dapat diwariskan dalam keluarga. Seorang anak, kakak-beradiknya, kemungkinan dapat menderita ADHD jika orang tuanya memiliki riwayat ADHD. 


Tetapi ada juga penderita ADHD yang keluarganya tidak memiliki riwayat gangguan ini, sehingga ini memungkinkan terdapat faktor lain selain genetik yang dapat menyebabkan ADHD terjadi.


  1. Neurotoksin

Dalam beberapa penelitian, ditemukan adanya hubungan antara ADHD dan bahan kimia neurotoksik, terutama timbal dan organofosfat. Timbal adalah logam berat yang bersifat toksik yang diyakini berperan dalam gangguan mental. Retardasi mental dan impulsivitas adalah dua gangguan pada anak yang dapat disebabkan oleh paparan timbal. Paparan timbal juga berefek pada gangguan perilaku dan defisit kognitif. Timbal terbukti dapat  memperberat gangguan kognitif dan gangguan belajar.


Paparan organofosfat juga dikaitkan dengan ADHD. Salah satu contoh organofosfat ini adalah pestisida, yaitu bahan kimia yang disemprotkan untuk mematikan hama pada pertanian, juga terdapat pada produk pengusir nyamuk dalam rumah. Menurut sebuah studi organofosfat berpotensi memiliki efek buruk pada perkembangan saraf anak-anak.


  1. Masa Kehamilan atau Perkembangan janin

Waktu yang diduga paling kuat memengaruhi berkembangnya ADHD adalah selama dalam masa kehamilan, yaitu selama perkembangan janin. Ibu yang memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, makan makanan berpengawet secara berlebihan, dan mengonsumsi alkohol ternyata bisa meningkatkan risiko janin mengalami hambatan perkembangan yang berhubungan dengan ADHD. Menurut penelitian terdapat hubungan antara anak-anak yang terpapar alkohol dan obat-obatan saat masih dalam kandungan, dengan kemungkinan menderita ADHD di kemudian hari.


Pencegahan ADHD

Pencegahan ADHD tentunya harus dimulai dari masa kehamilan, mulai dari melakukan deteksi dini, pemeriksaan rutin perkembangan janin, mengonsumsi makan bergizi hingga menjauhi makanan dengan banyak mengandung zat kimia maupun pengawet. Dengan begitu perkembangan otak janin akan menjadi optimal.

Anak yang terlahir atau yang memiliki gangguan ADHD mungkin tidak dapat disembuhkan secara keseluruhan. Namun, Lemomoms tidak perlu khawatir karena gangguan ini dapat diobati dan dikontrol, sehingga ketika anak dengan ADHD mulai bersekolah, mereka dapat mengikuti pelajaran bahkan bersosialisasi dengan baik. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya, Moms.

Artikel ini ditulis oleh dr. Rizqii Nurdiinii, Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.