Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Apakah Ibu yang Positif COVID-19 Boleh Menyusui?

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
18 Feb 2021
Clock Icon
4 menit
Menyusui
Hai Lemonizen, selamat datang di #CurhatSehat bersama Lemonilo. #CurhatSehat adalah ruang di mana kamu bisa menanyakan semua masalah kesehatan yang kamu alami dan nantinya akan dijawab langsung oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Kanya Tania).

#CurhatSehat edisi kali ini, Lemonilo memilih satu pertanyaan dari Lemonizen yang ditanyakan melalui akun instagram Lemonilo pada 11-17 Februari lalu. Bersama Tim Dokter Mamanesia, Lemonilo mengupas tuntas jawaban dari pertanyaan yang kamu ajukan. Yuk, simak jawaban berikut!



Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi paling baik dan tidak tergantikan di awal kehidupan bayi serta memiliki berbagai keunggulan dibanding zat gizi lain. Pun begitu dengan proses menyusui. Proses ini mempunyai keunggulan dibandingkan memberikan si buah hati sumber nutrisi lain terutama di 6 bulan pertama kelahiran bayi.

Selain komposisi nya yang akan menyesuaikan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan buah hati pada saat itu, ASI juga mempunyai faktor proteksi kesehatan yang tidak dimiliki jenis nutrisi lain. ASI mengandung zat hidup yang bisa melawan penyakit-penyakit dari luar serta mengandung antibodi (imunoglobulin) yang dimiliki ibu selama menyusui. 
banner consideration shipping bg blue

Oleh karena itu WHO serta banyak institusi kesehatan yang kredibel di seluruh dunia merekomendasikan agar ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama. Lalu dilanjutkan dengan tambahan pemberian ASI serta makanan pendamping ASI di usia 6 bulan hingga 1 tahun. Proses menyusui bisa dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun disertai dengan konsumsi makanan keluarga. 

Bagaimana proses menyusui pada ibu yang positif COVID-19?

Ibu yang terkonfirmasi  COVID-19 tetap dianjurkan untuk menyusui secara langsung. Ini karena manfaat dan proteksi kesehatan yang didapatkan bayi saat ibu menyusui secara langsung jauh lebih besar dibandingkan dengan risiko tertularnya si buah hati. 

Belum ada penelitian yang cukup membuktikan dan menghubungkan secara langsung bahwa virus COVID-19 dapat berpindah melalui ASI dan bisa menginfeksi buah hati lewat proses menyusui. Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa terdapat Imunoglobulin A (IgA) anti COVID-19 (antibodi sekretorik yang terdapat dalam hal ASI) yang memungkinkan meningkatnya proteksi buah hati terhadap COVID-19. 

Selain khusus untuk perlindungan terhadap COVID-19, secara umum bayi yang sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna banyak bergantung pada antibodi yang dihasilkan ibu dan diberikan lewat ASI sehingga dapat melindungi mereka dari penyakit.

Oleh sebab itu, direkomendasikan agar ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap menyusui secara langsung.

Tetap menjalankan protokol kesehatan selama menyusui

Ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang menyusui buah hatinya secara langsung tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada. 
banner consideration promotion bg blue

Ibu harus menggunakan masker setiap sesi menyusui dengan bayi dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah menyusui. Tetap praktikkan kontak skin-to-skin selama menyusui serta tetap bersihkan permukaan benda disekitar ibu secara rutin.

Jika tidak bisa menyusui langsung, ibu bisa memberikan ASI Perah (ASIP). Perhatikan pula protokol kesehatan saat ASIP diserahkan dan akan dimasukkan ke dalam kulkas atau langsung diberikan pada bayi. Jangan lupa selalu jaga jarak dengan orang lain sejauh kurang lebih 1.5 meter selama menyusui.

Tunda menyusui jika ibu harus mengonsumsi obat-obatan

Ada beberapa keadaan yang membuat ibu tidak dapat menyusui secara langsung ataupun memberikan ASIP kepada si buah hati saat sedang positif COVID-19. Salah satunya adalah jika ibu menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi sawar ASI dan mempengaruhi kesehatan buat hati seperti obat-obatan antivirus atau kortikosteroid dosis tinggi saat penatalaksanaan COVID-19. 

Pun ketika kondisi ibu terlalu lemah sehingga tidak sanggup menyusui secara langsung atau memerah ASI, maka ibu tidak disarankan untuk menyusui bayi.

Stres saat masa perawatan dan isolasi COVID-19 juga jadi bahan pertimbangan. Ini karena stres membuat oksitosin berkurang sehingga ASI yang dikeluarkan menjadi berkurang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan buah hati pada saat itu. Keadaan-keadaan tersebut dapat disiasati dengan mencari donor ASI yang sesuai bagi buah hati 
banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Menyusui selama terpapar COVID-19 mungkin tidak mudah, namun banyak sekali manfaat yang bisa ibu dan bayi dapatkan. Jika terpapar COVID-19 dan tetap ingin menyusui, atau menghadapi kendala selama menyusui, jangan sedih dan putus asa dulu. Lemomoms  bisa langsung konsultasi ke konselor menyusui di sekitar sehingga mendapatkan solusi terbaik baik ibu dan buah hati. 

Selamat mengASIhi, Lemomoms.
Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.