Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Makan Makanan Berlemak Pasti Meningkatkan Kadar Kolesterol? Cek Fakta Ini!

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
31 Jul 2021
Clock Icon
4 menit
kolesterol dan lemak

Banyak yang beranggapan bahwa makan makanan berlemak akan meningkatkan kolesterol dalam darah dan berbahaya bagi kesehatan. Namun, apakah hal ini sepenuhnya benar? Jawabannya belum tentu. 


Untuk memahaminya, Lemonizen perlu lebih dulu mengetahui apa itu lemak, kolesterol, dan hubungannya dengan kesehatan. 

banner consideration shipping bg blue


Lemak atau lipid adalah berbagai senyawa organik yang tidak berikatan dengan air. Sumber lemak atau lipid tentunya bukan hanya lemak yang menempel di daging hewan yang biasa kita makan, namun juga terdapat dalam bentuk lain seperti minyak, asam lemak dalam buah dan kacang-kacangan, serta senyawa seperti hormon.


Lemak sendiri (secara gugus kimia) dikelompokkan menjadi beberapa jenis seperti lemak jenuh, lemak tak jenuh, dan lemak trans. Berikut penjelasan lengkap masing-masing jenis lemak tersebut.


Lemak Jenuh



Lemak yang satu ini juga sering disebut dengan lemak jahat. Ini karena berdasarkan penelitian, mengonsumsi banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol ‘jahat’ atau LDL dan menyebabkan risiko penyakit jantung serta pembuluh darah.


Lemak jenuh biasanya berbentuk padat pada suhu ruangan. Lemak jenuh biasanya terdapat pada daging berlemak, unggas dengan kulitnya, tetelan, butter, keju, produk susu lain yang berasal dari whole or reduced-fat (2 percent) milk, roti dan kue-kuean (baked goods), makanan yang digoreng, minyak sayur seperti minyak sawit, dan minyak kelapa. 


Lemak Tak Jenuh



Berbeda dengan lemak jenuh, lemak tak jenuh sering disebut sebagai lemak baik. Ini karena mengonsumsinya tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, bahkan mempunyai efek protektif terhadap nya. 


Bahkan pada banyak studi disimpulkan bahwa mengonsumsi lemak tak jenuh dapat melindungi tubuh dari penyakit-penyakit inflamasi karena efeknya sebagai antioksidan. Contoh makanan yang mengandung tinggi lemak tak jenuh antara lain kacang-kacangan (almond, hazelnut, pecan, walnut, kedelai), zaitun, alpukat, biji-bijian (wijen, flax seed, canola), serta ikan berlemak seperti pilchards, mackerel, dan salmon.


banner consideration promotion bg blue

Lemak Trans



Sebagian besar lemak trans diperoleh dari hasil hidrogenasi yaitu penambahan atom hidrogen pada asam lemak tak jenuh sehingga mengubah bentuk awal yang berupa cairan (seperti pada minyak nabati) menjadi bentuk semi padat yang stabil pada suhu ruangan. Lemak jenis ini biasa terdapat pada produk kue dan keripik kemasan sehingga bisa memperpanjang masa simpan produk makanan tersebut.


Semua jenis lemak yang kita konsumsi ini kemudian akan dicerna oleh tubuh dan berubah menjadi kolesterol. Nah, hasil pencernaan lemak yang berubah menjadi kolestrol ini juga bermacam-macam. 


Perlu diketahui tidak semua kolesterol berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah dan merugikan kesehatan. Ada juga kolesterol yang tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, bahkan dapat menurunkan risiko terkena penyakit tersebut yaitu HDL (high density lipoprotein).


Tidak Semua Makanan Mengandung Lemak Menjadi Kolesterol Jahat



The Nutrition Committee of the American Heart Association merekomendasikan 30 persen dari total kalori harian berasal dari lemak. 


Asam lemak tak jenuh seperti asam lemak omega-3 biasanya jadi pilihan yang lebih diutamakan dibanding lemak jenuh. Lemak trans juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sebisa mungkin dihindari karena merupakan sumber kalori yang besar dan menyebabkan peningkatan berat badan. Pun, efeknya dapat meningkatkan kolesterol ‘jahat’  yang berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.


Jadi, banyak makan makanan mengandung lemak memang bisa meningkatkan kolesterol. Namun tidak semua makanan mengandung lemak menghasilkan kolesterol ‘jahat’ dan berbahaya bagi kesehatan. 


banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Untuk mendapatkan tubuh sehat, selain lemak, Lemonizen juga perlu memerhatikan asupan gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian mempunyai manfaat  yang besar bagi kesehatan. Maka membiasakan makan makanan bergizi seimbang, bervariasi, dan sesuai porsi harian juga penting bagi kesehatan.


Artikel ini ditulis oleh dr. Pritta Diyanti, Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.