Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Bagaimana Memulihkan Inner Child yang Terluka?

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
18 Nov 2020
Clock Icon
3 menit
Bagaimana Memulihkan Inner Child yang Terluka?
Jauh di dalam diri tersimpan ingatan dari berbagai pengalaman yang kita alami sewaktu kecil. Berbagai ingatan ini selalu ada dan terus berinteraksi dengan kita hingga saat ini. Inner child  merupakan sumber vitalitas dan kreativitas. 

Mengembangkan relasi dengan inner child membantu kita untuk memulihkan berbagai luka di masa kecil yang terbawa hingga kita dewasa. 

5 cara agar kita dapat terhubung dengan inner child di dalam diri.

1. Jalin hubungan kembali dengan masa kecilmu

Salah satu cara melakukan ini adalah dengan menjelajah “mesin waktu” sehingga kamu dapat kembali ke masa kecil. Kamu bisa memulainya dengan mengisi daftar hal yang membuatmu senang sewaktu kecil. 

Segarkan kembali ingatanmu mengenai momen bahagia sewaktu kecil, seolah peristiwa itu terjadi saat ini. 

2. Mengidentifikasi inner child yang spesifik

Kamu dapat mencoba mengidentifikasi pola apa yang sering kamu alami di masa kecil. Misalnya:
  • The abandoned child. Inner child ini sering muncul ketika kamu kurang mendapat perhatian dari orang tua. Bisa karena sibuknya orang tua saat itu atau kamu memiliki orang tua yang abusive/mengabaikanmu.

  • The playful child. Inner child ini dapat dikatakan sehat namun sering terabaikan ketika dewasa. Apakah kamu ingat betapa bahagianya kamu dulu bermain dengan spontan, tanpa merasa bersalah dan khawatir? Apakah kamu masih seperti itu saat ini?

  • The fearful child. Inner child ini mendapat banyak sekali kritikan dan biasanya mengalami kecemasan karena kurang mendapat afirmasi. 

3. Tulis surat untuk inner child

Kamu dapat menulis surat sebagai bentuk permohonan maaf karena selama ini kurang memperhatikan inner child di dalam diri. Kamu juga bisa mengungkapkan bahwa kamu berharap dapat memiliki relasi yang baik dengan inner child saat ini. 

Kamu juga bisa menuliskan bahwa semuanya baik-baik saja, he’s doing amazing this far, dan kita akan bersama-sama berusaha untuk menjadikan semua lebih baik lagi. 

4. Perhatikan apa yang kamu rasakan

Inner child-mu sensitif dan rapuh. Penting sekali untuk memperhatikan semua ketakutan dan insecurity yang dirasakan inner child. Sama seperti kamu memperhatikan semua kebahagiaan, antusiasme, dan semangat yang kamu rasakan ketika kamu terhubung dengan inner child di dalam diri. 

Sepanjang hari, kamu juga dapat bertanya kepada diri, “Apa yang saya rasakan saat ini?” 

5. Peka terhadap kritik dalam diri yang muncul

Kamu mungkin merasa aneh ketika berbicara dengan inner child di dalam diri. Rasanya seperti melakukan hal yang bodoh ketika kamu mencoba untuk terhubung dengan berbagai perasaan yang kamu rasakan di waktu kecil.

Ini adalah inner critics-mu yang bicara. Kamu perlu mendengarkan suara dari inner critic yang muncul, sebagaimana kamu mendengarkan dan memperhatikan suara dari inner child-mu. 

Semua suara berhak untuk didengarkan dan diperhatikan. Ini akan memberikan kamu ruang untuk memahami dan membentuk apa yang kamu rasakan saat ini. 

Artikel ini ditulis oleh Adisti F. Soegoto, M.Psi, psikolog anak dan seorang BFRP (Bach Foundation Registered Practitioner).
Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.