Bahaya, Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia!

31 Jul 2019 @ 11:01:17
Apa kamu warga ibukota yang sering beraktivitas di luar ruangan? Kalau iya, kamu sudah harus khawatir dengan kondisi kualitas udara Jakarta yang semakin menurun hingga sekarang. Saking parahnya, bahkan AirVisual menempatkan Jakarta di urutan pertama sebagai kota dengan paparan polusi paling tinggi pada 29 Juli kemarin. Dengan kualitas yang seperti ini, beraktivitas di dalam ruangan pun tetap berisiko terpapar polusi udara.

29 Juli lalu Jakarta kembali menempati peringkat pertama kota dengan tingkat polusi terburuk di dunia.
Jakarta ditetapkan sebagai kota dengan kualitas paling buruk dikarenakan nilai Air Quality Index (AQI) atau tingkat keparahan dari polusi Jakarta berada di angka 189 sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat (151-200) dengan kandungan polutan PM2.5 129.9 mikrogram/m³.


Ini adalah kali kesekian polusi udara Jakarta dinobatkan sebagai yang terburuk di dunia. Laman akudanpolusi.org juga merilis bahwa dari 365 hari pada 2018, selama 268 hari masuk dalam kategori ‘hari yang tidak sehat’ menurut standar WHO.

PM 2.5 atau Particulate Matter 2.5 adalah partikel yang sangat halus di atmosfer dengan ukuran lebih kecil dari 2.5 mikrometer. Paparan polutan ini bisa menembus masker yang biasa kita pakai dan penumpukannya dapat membunuh manusia.

Padahal berdasarkan batasan udara aman yang ditetapkan WHO, ambang batas PM2.5 di udara hanya 25 mikrogram/m³ dalam 24 jam. Pun, batasan udara aman yang ditetapkan Indonesia bahwa ambang batas kandungan polusi PM2.5 hanya 65 mikrogram/m³ dalam 24 jam. 

Ini artinya, tingkat keparahan polusi Jakarta pada 29 Juli lalu sudah melewati 5 kali lipat batas udara aman yang ditetapkan WHO dan hampir dua kali lipat batas udara aman yang ditetapkan Indonesia. Mengerikan ya.

Jakarta Darurat Polusi Udara, Kita Harus Bagaimana?

Bahaya akumulasi polusi udara ini bisa menjangkiti semua usia bahkan mempengaruhi janin yang ada di tubuh ibu. Bayi bisa lahir prematur dan mengalami radang pernapasan, anak-anak bisa terjangkit mengi dan infeksi pernapasan akut hingga kronis, sedangkan orang dewasa dan lanjut usia bisa terkena kanker paru-paru, keterlambatan perkembangan otak hingga penyakit kardiovaskular. 

Apa kita akan menunggu sampai semua dampak itu terasa baru mulai bergerak? Sambil terus mendesak pemerintah mulai menetapkan solusi-solusi menanggapi darurat polusi udara, ada hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan dimulai dari diri sendiri. Ini dia hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampak dari paparan polusi:

1. Pakai Masker Khusus Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Meski polutan PM 2.5 sangat halus dan dapat menembus masker, namun menggunakan masker tetap menjadi solusi sementara yang murah dan mudah agar tubuh dapat meminimalisir paparan polusi. 

Gunakan masker khusus N95 Respirator yang dirancang dapat menyaring partikel-partikel kecil di bawah 10 PM. Karena dirancang khusus, jadi pemakaiannya juga nggak boleh sembarangan. Pakai masker N95 maksimal untuk 8 jam dan dianjurkan mengganti dengan yang baru setelah 8 jam.

Penting diperhatikan juga nih, masker ini tidak direkomendasikan untuk dipakai oleh anak-anak, lansia, ibu hamil dan pasien penderita penyakit jantung, pembuluh darah dan paru-paru kronik.

2. Kurangi Beraktivitas di Luar Ruangan

Sebisa mungkin hindari beraktivitas di luar ruangan yang berpolusi, yuk. Kalau kamu punya kebiasaan olahraga di luar rumah, ganti dengan opsi lokasi lain di dalam ruangan sehingga dapat meminimalisir paparan polusi. Ini penting untuk menghindari masuknya polutan ke dalam tubuh dan mengganggu pernapasan.

3. Gunakan Transportasi Umum 

Nah ini dia yang sering sulit sekali dilakukan oleh warga Jakarta. Padahal sudah ada banyak sekali transportasi umum yang dapat digunakan. Harganya terjangkau dan tentu saja lebih nyaman dibanding harus berkendara sendirian di jalanan yang macet. Semakin sering kamu menggunakan transportasi umum semakin besar juga kontribusimu untuk mengurangi gas buangan dari kendaraan.

Tahu kan kalau gas buangan kendaraan adalah salah satu penyebab terbesar terjadinya polusi udara?

4. Pakai Penjernih Udara (Air Purifier)

Meski memilih berdiam diri di dalam ruangan, ternyata polutan juga ada yang menetap di dalam ruangan loh. Air purifier atau penjernih udara bisa menjadi solusi sehingga udara kotor akan tersaring lebih dahulu dan kita akan menghirup udara murni yang sudah melalui proses penjernihan.

Dari semua solusi di atas, kamu punya solusi apalagi nih yang bisa diberikan? Jakarta sedang darurat polusi udara yang dampaknya sangat buruk bagi kesehatan kita. Tetap pakai masker dan jaga kesehatan ya, Lemonizen!


Artikel Terkait

Lemonilo Hadirkan Brownies Crispy, Camilan Rendah Gluten Untuk Ngemil Bebas Rasa Bersalah
Camilan sehat baru dari Lemonilo. Selain enak dan harganya terjangkau, bikin aktivitas ngemilmu bebas rasa bersalah!..
Shella Rafiqah Ully
05 Desember 2019
5 Perlakuan Sederhana Orang Tua yang Bikin Si Kecil Makin Merasa Disayang
Membuat si kecil merasa disayang nggak melulu dengan membelikan mereka barang mahal, 5 cara sederhana ini juga bisa memb..
Shella Rafiqah Ully
03 Desember 2019
5 Fakta Penting Penyakit Jantung Koroner yang Nggak Boleh Kamu Abaikan
Penyakit jantung koroner muncul tanpa tanda dan gejala, sebab itu ia dijuluki sebagai si ‘silent killer’ yang berbah..
Shella Rafiqah Ully
06 November 2019