Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Bayi yang Baru Lahir Sering BAB, Normal dan Amankah? Ini Jawabannya

Rizki Indra
Rizki Indra
10 Nov 2021
Clock Icon
3 menit
Bayi baru lahir sering bab penting diatasi dengan baik dan benar.

Ibu yang baru pertama kali melahirkan mungkin bingung saat bayi baru lahir sering BAB. Hal ini seharusnya tidak perlu dicemaskan, apalagi dibawa pergi ke dokter karena merupakan hal yang normal. Menandakan bahwa buah hati Moms mendapatkan asupan gizi, cairan, dan serat yang cukup.


Meskipun frekuensi bayi buang air besar bisa lebih dari 10 kali, ibu baru sebaiknya jangan panik dulu. Apalagi kalau minum air susu ibu, yang didalamnya mengandung zat pencahar alami. Hal ini juga menandakan kalau pencernaannya optimal, bayi tidak mengalami dehidrasi ataupun sembelit.


BAB pada bayi baru lahir memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengeluarkan bilirubin yang ada pada tubuh. Bayi mengalami fase bilirubin fisiologis karena sel darahnya pecah pada usia 2 hari. Bilirubin adalah zat yang normal terbentuk akibat pembongkaran sel darah merah.


Bilirubin pada bayi dikeluarkan melalui buang air, baik feses maupun urine. Sehingga orang tua tidak perlu mengkhawatirkan secara berlebihan saat mendapati si kecil sering BAB. Namun, juga harus waspada kalau sekiranya terlihat tidak normal atau ada tanda gangguan kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa hal penting tentang bayi baru lahir sering BAB:

1. Frekuensi BAB Bayi Minum ASI


Normalnya bayi baru lahir yang mengonsumsi ASI akan sering buang air besar pada 6 minggu awal kelahirannya. Pada enam minggu pertama frekuensinya bisa 4-12 kali dalam sehari. Setelah itu bisa beberapa hari sekali dan bisa juga hampir seminggu sekali.


Moms jangan langsung panik saat mendapati feses yang dikeluarkannya encer seperti air. Justru hal ini menunjukkan kalau sistem pencernaannya sempurna, karena nutrisi yang terkandung dalam ASI terserap sempurna. Di awal kehidupannya, feses bayi biasanya encer dan berwarna hijau kekuningan.

2. Frekuensi BAB Bayi Minum Susu Formula


Bayi yang minum susu formula tentu frekuensi BABnya tidak sama dengan bayi yang minum ASI. Karena sistem pencernaan bayi baru lahir belum sempurna sehingga sulit mencerna nutrisi yang terkandung dalam susu formula.


Normalnya frekuensi pada satu bulan pertama bayi yang mengonsumsi susu formula adalah 1-4 kali sehari. Setelah itu akan menurun menjadi dua kali sehari dengan tekstur lebih lengket dan padat serta berwarna hijau kekuningan.


Bayi yang sehat bisa dikenali dari frekuensi buang air besar dan juga warna fesesnya. Warna feses ini akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia si kecil. Lalu seperti apa saja warna bayi baru lahir sering BAB yang sehat itu?

a. Hijau Kehitaman

Bayi akan mengeluarkan mekonium saat awal lahir sampai 3 hari. Yaitu lendir dan cairan ketuban yang tertelan saat masih dalam kandungan. Meskipun teksturnya lengket namun mekonium menandakan usus bayi bekerja dengan sempurna.

b. Hijau Kecoklatan

Pada fase ini usus bayi mampu sudah mulai menyerap nutrisi dari ASI maupun susu formula.

c. Kuning

Setelah beberapa lama biasanya kotoran bayi berwarna kuning cenderung gelap. Namun, ketika warnanya berubah menjadi kuning terang, ini dipengaruhi asupan Moms.


Selain beberapa warna normal diatas ada juga beberapa warna feses pada bayi yang harus diwaspadai Lemoparents. Yaitu ketika mendapati kotoran bayi berubah menjadi merah, sangat pucat atau putih dan berwarna hitam.


Sebaiknya orang tua yang memakai popok sekali pakai sering mengganti sambil memperhatikan bayi baru lahir sering BAB atau tidak. Ketika mendapati frekuensi dan warna yang tidak normal segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.