Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Benarkah Penyintas COVID-19 Punya Antibodi Lebih Tinggi? Ini Jawabannya

Mondials Anindhita
Mondials Anindhita
03 Sep 2021
Clock Icon
5 menit
Benarkah Penyintas COVID-19 Punya Antibodi Lebih Tinggi? Ini Jawabannya

Antibodi merupakan suatu zat yang beredar di aliran darah manusia yang termasuk bagian dari sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Antibodi atau dikenal juga dengan imunoglobulin beredar di dalam tubuh untuk mengidentifikasi dan menetralkan benda asing seperti virus maupun bakteri patogen agar tidak menyerang tubuh. Antibodi tidak serta merta akan terbentuk dari dalam tubuh. Lalu, bagaimana antibodi dalam tubuh bisa terbentuk?


Cara Antibodi Dapat Terbentuk Dalam Tubuh


  1. Terinfeksi atau tertular penyakit.

Cara pertama adalah antibodi akan muncul jika ada mikroorganisme yang masuk ke tubuh, dengan jalan infeksi (yang akhirnya membuat seseorang sakit ) dengan begitu tubuh akan mengenali patogennya lalu membentuk antibodi sehingga saat berikutnya terserang bakteri atau virus yang sama, tubuh akan kuat melawannya.

 

  1. Melalui vaksinasi.

Cara kedua adalah melalui proses vaksinasi, yaitu memasukkan bagian atau keseluruhan dari mikroorganisme yang sudah mati atau dilemahkan, sehingga antibodi dapat timbul tanpa seseorang harus mengalami sakit tersebut.


Bagaimana dengan penyintas COVID-19? Banyak yang mengatakan bahwa antibodi pada tubuh penyintas COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum yang belum pernah terinfeksi.


Perlu kamu ketahui, antibodi terhadap virus corona atau COVID-19, pada prinsipnya sama dengan antibodi pada penyakit infeksi lain. Ketika seseorang terinfeksi COVID-19 kemudian sembuh, tubuhnya memiliki antibodi yang membentuk kekebalan, tujuannya adalah untuk mencegah infeksi ulang dari virus corona. 


Kemampuan seseorang untuk membentuk antibodi dari jalur infeksi atau vaksinasi beragam, serta kemampuan antibodi dalam mengeliminasi atau mencegah penyakit tertentu pun berbeda-beda setiap orang, tergantung dari banyak hal seperti keadaaan kesehatan tubuh, banyak dan keganasan (virulensi), dan jenis dari mikroorganisme yang masuk (dalam hal COVID-19  adalah strain), serta faktor lingkungan.


Virus SARS-COV2 ini masih terbilang baru dan penelitiannya masih terus berkembang dan masih banyak pendapat mengenai berapa lama antibodi akan bertahan setelah terinfeksi virus ini. Menurut penelitian dari Oxford University, seseorang yang pernah terpapar COVID-19 antibodi akan terbentuk dan bertahan hingga 6 bulan kedepan. 



Tapi apakah mungkin sebelum 6 bulan dapat terpapar kembali? Bisa saja, karena mutasi virus ini masih terus berkembang dan varian baru terus bermunculan. Jadi, mungkin saja penyintas COVID-19 bisa terpapar kembali dengan jenis varian atau mutasi baru.


Apakah Vaksin Bisa Membuat Antibodi Terbentuk dan Mencegah COVID-19?



Secara umum vaksin memerlukan penelitian selama 0-15 tahun hingga benar-benar ampuh dan dapat distribusikan. Namun untuk kasus pandemi COVID-19 agak berbeda. Pasalnya, pandemi yang berlangsung di seluruh dunia ini, para peneliti berlomba-lomba untuk mempercepat adanya vaksinasi agar masyarakat dunia dapat terlindungi. 


Tetapi karena adanya mutasi dan replikasi virus, vaksinasi yang beredar saat ini adalah emergency authorized, menyebabkan belum adanya kesepakatan diantara para ahli tentang  berapa lama antibodi akan bertahan, sehingga sampai saat ini orang yang sudah terinfeksi atau sudah divaksin masih bisa terinfeksi kembali. 


Perlu diketahui juga, bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai anjuran, apabila terinfeksi COVID-19 memiliki gejala yang lebih ringan atau risiko perburukan dan komplikasi lebih rendah dari yang belum melakukan vaksinasi. 


Selain memperkuat antibodi tubuh, sebaiknya Lemonizen juga harus meningkatkan imunitas tubuh dengan cara lain. Apa saja? Berikut beberapa hal yang dapat Lemonizen lakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi:


  1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat tidak melulu berhubungan dengan berat badan tubuh ideal, namun juga membantu meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit. Lemonizen perlu untuk memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan, istirahat cukup minimal 7-8 jam setiap hari, hindari dan kelola manajemen stres dengan baik, rutin olahraga minimal 150 menit dalam seminggu atau 30 menit per hari, dan selalu hindari konsumsi alkohol, serta merokok.


  1. Konsumsi Suplemen 

Bagi Lemonizen yang aktif seharian dan tidak memiliki akses ke makanan sehat setiap saat, suplemen dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Mulai dari suplemen yang mengandung vitamin dan mineral atau suplemen yang mengandung bahan alami. Saat mengonsumsi suplemen sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk menyesuaikan dosis dan kebutuhan kamu, ya.


Jadi, bukan hanya antibodi di dalam tubuh yang harus diperhatikan, tetapi peran aktif Lemonizen untuk meningkatkan imunitas tubuh juga harus dilakukan, ya. Agar kamu tidak terinfeksi COVID-19 dan virus atau bakteri lainnya. Stay safe and healthy, Lemonizen!


Artikel ini ditulis oleh dr. Pritta Diyanti dari Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah, salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.