Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Diet dan Nutrisi

Bolehkan Mengawali Buka Puasa dengan Makan Gorengan dan Minum Es Manis?

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
01 Apr 2021
Clock Icon
5 menit
es teh manis

Agar aktivitas lancar selama Bulan Ramadhan, maka tubuh harus selalu dalam keadaan bugar. Apalagi saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan selama sekitar 14 jam sehingga tuntutan stamina dan daya tahan tubuh akan semakin tinggi agar tetap bisa produktif.


Dengan demikian, kita perlu memanfaatkan waktu pada jam-jam diperbolehkannya makan dan minum dengan optimal dan sebaik-baiknya. Berikut ini beberapa tips agar tetap bisa produktif selama berpuasa: banner consideration shipping bg blue


Makan dan Minum Saat Berbuka Puasa

Fungsi utama buka puasa adalah untuk mengisi kembali zat-zat gizi ke dalam tubuh setelah seharian berpuasa. Jika saat sahur dianjurkan untuk mengakhirkan, maka saat buka puasa dianjurkan untuk menyegerakan. Namun sayangnya, kita sudah terlanjur sangat menghayati perkataan “berbukalah dengan yang manis” sehingga momen buka puasa seringkali dijadikan ajang untuk makan secara berlebihan. Padahal tidak ada anjuran dalam agama yang seperti itu.


Saat adzan maghrib tiba, yang dianjurkan untuk dikonsumsi pertama kali adalah ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering). Kurma mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat diserap tubuh dan membantu memulihkan energi dengan cepat. Kurma juga memiliki kandungan kalium yang tinggi yang dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.


Namun jika tidak ada kurma, kita bisa menggantinya dengan buah segar yang lain. Selain fruktosa, buah-buahan mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.


Sebaliknya, apabila saat adzan maghrib kita langsung memulainya dengan berbagai macam menu gorengan dan es manis tinggi gula dan sirup, maka tubuh kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan zat-zat gizi yang diperlukan pada salah satu waktu terbaiknya.


Kita hanya akan mendapatkan banyak asupan lemak trans dan gula tambahan yang akan memiliki efek buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.


Setelah minum dan makan takjil secukupnya, disarankan untuk melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu agar tubuh punya jeda untuk mencerna makanan dengan baik. Hidangan lengkap dengan porsi yang tepat dapat dikonsumsi usai shalat maghrib.


Pemilihan menu pada saat buka puasa bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing, namun diusahakan tetap sesuai prinsip gizi seimbang: ada karbohidrat, protein, dan sayur.banner consideration promotion bg blue


Gorengan dan es manis, haruskah dihindari dan tidak boleh dikonsumsi sama sekali? 

Saat berpuasa, kebutuhan cairan tetap wajib dipenuhi yaitu sekitar 8-12 gelas per hari. Dengan waktu diperbolehkannya makan yang terbatas, kita perlu pintar-pintar menyiasati agar kebutuhan tersebut tetap terpenuhi:

  • Minum 3-4 gelas pada saat sahur.
  • Minum 1-2 gelas sebelum menyantap kurma atau buah saat adzan maghrib.
  • Minum 1-2 gelas setelah makan hidangan utama buka puasa.
  • Minum 1-2 gelas setelah shalat tarawih.
  • Minum 1-2 gelas sebelum tidur.
  • Pilih menu sayuran yang tinggi air misalkan sayur asem, sup, dan bening.
  • Pilih buah yang tinggi kadar air misalkan semangka, pir, apel, jeruk, dan melon.
  • Variasikan air putih dengan sajian lain yang rendah gula misalkan smoothies, jus, air kelapa, dan infused water agar tidak bosan.

Pada prinsipnya, kita perlu mengusahakan agar 70-80% menu yang kita konsumsi setiap hari adalah yang bergizi seimbang agar kebutuhan zat gizi tubuh kita terpenuhi.


Sedangkan 20-30% sisanya boleh digunakan untuk makanan rekreasional yang sifatnya memanjakan lidah. Tentu saja hal ini akan berbeda setiap individu tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing.


Tips bagi yang ingin menyantap gorengan, kue-kue, dan es manis, disarankan untuk tidak mengonsumsinya langsung ketika adzan maghrib tiba. Hal ini karena perut masih dalam keadaan kosong setelah berpuasa seharian, sehingga besar potensi untuk makan secara berlebihan. Agar tidak kalap, menu-menu tersebut bisa dikonsumsi setelah tarawih atau 2-3 jam setelah makan utama dengan tetap memperhatikan porsinya. Puasa adalah tentang mengendalikan hawa nafsu. Maka pada saat waktu berbuka puasa inilah sebenarnya kita sedang diuji.


Makan dan Minum Saat Sahur

Sahur merupakan waktu makan yang sangat krusial sebagai penyedia energi dan cairan selama seharian penuh saat berpuasa. Dengan memilah santapan yang pas, kita juga akan terbebas dari rasa kalap ketika jam berbuka puasa tiba. Kesalahan terbanyak yang kerap dilakukan saat sahur adalah makan terlalu banyak karbohidrat (terutama karbohidrat sederhana) tetapi kurang zat gizi yang lain.


Contoh: nasi sepiring penuh, daging ayam hanya 1 potong kecil seukuran jari kelingking, dan sayur hanya sebagai penghias di atas hidangan. Ditutup dengan kue nastar yang rencananya disuguhkan untuk lebaran serta teh manis hangat sesaat sebelum imsak.


Banyak yang menganggap bahwa makan banyak karbohidrat saat sahur akan membuat tubuh memiliki banyak tenaga tenaga dalam menghadapi kegiatan satu hari. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, semakin banyak pula tenaga yang dimiliki. Padahal sebaliknya, justru pola makan seperti itulah yang membuat kita cepat merasa lapar dan lemas seharian.


Cara agar tidak cepat merasa lapar dan lemas saat berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Yang pertama adalah dengan cukup makanan sumber protein pada saat sahur. Ada banyak sumber protein yang bisa dikonsumsi yaitu ayam dan daging rendah lemak, ikan dan seafood, telur, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Dalam satu kali makan dibutuhkan setidaknya satu porsi protein. Satu porsi yang dimaksud adalah seukuran telapak tangan, bukan jari kelingking.banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green


Selain protein, kebutuhan serat juga wajib diperhatikan. Serat utamanya dapat diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, umbi-umbian, jagung, dan oatmeal. Protein, karbohidrat kompleks, dan serat dapat memperlambat proses pencernaan makanan sehingga kita tidak cepat merasa lapar dan tetap berenergi di siang hari.


Artikel ini ditulis oleh Ahli Gizi Mochammad Rizal, S.Gz untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.