Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Bunda, Jangan Larang Si Kecil yang Suka Bermain ya! Ini Alasannya

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
23 Nov 2020
Clock Icon
2 menit
Bunda, Jangan Larang Si Kecil yang Suka Bermain ya! Ini Alasannya
Kita semua sepakat bahwa bermain adalah dunia anak. Bermain merupakan aktivitas yang sangat mendasar bahkan menjadi salah satu kebutuhan primer dan hak setiap anak. Bermain merupakan bahasa anak dalam mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Meskipun terkesan sederhana dan 'biasa saja', kita tidak bisa main-main saat berbicara tentang bermain. Tanpa kita sadari, bermain ternyata memiliki segudang manfaat untuk anak. 

Jika Lemoparents mengamati bagaimana bayi memegang benda, menggerak-gerakannya, mengamati, mendengar suaranya, atau bahkan memasukkan benda tersebut ke mulut, hal tersebut merupakan salah satu bentuk bermain.

Tidak perlu dilarang apalagi khawatir karena anak sedang belajar, mencoba memahami, dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Berikut ini tahapan bermain si kecil dengan menggunakan objek yang Lemoparents perlu ketahui.


Sensorimotor Play

Di tahap ini, anak menggunakan otot untuk bergerak dan mengeksplorasi objek. Misalnya bayi menggerak-gerakan rattle (mainan yang berbunyi), mendengar suaranya, mengamati rattle yang bergerak, dan memasukkan rattle ke mulutnya.

Constructive Play

Tahapan ini melibatkan daya imajinasi, kreativitas, dan problem solving. Sebagai contoh saat anak menyusun balok menjadi kereta api atau rumah.

Dramatic Play



Dalam tahap ini ada tiga hal yang bisa Lemoparents amati, yaitu representational skills. Anak akan menggunakan benda untuk berpura-pura, misal anak menggunakan tissu sebagai selimut ketika menidurkan bonekanya. Atau anak menggunakan kotak pensil sebagai handphone dan berpura-pura sedang melakukan percakapan di ponselnya.

Role playing, dalam tahap ini anak akan memainkan peran tertentu. Misal anak menjadi ayah atau ibu yang menggendong anaknya (boneka).

Sociodramatic play, merupakan bentuk tertinggi dari dramatic play karena membutuhkan kemampuan sosial dan kemampuan bermain dramatis. Pada sociodramatic play, anak meniru peran tertentu dan melakukan interaksi dengan orang lain menggunakan komunikasi verbal. 

Misal, kakak dan adik bermain di cafe milik kakak. Kakak berperan menjadi pramusaji, menanyakan pesanan ke adik, mencatat pesanan adik, menyiapkan makanan, dan memberikan bill. Ada skema dan skenario tertentu yang dilakukan saat bermain sociodramatic ini.

Games with Rules

Di tahap ini ada aturan yang disepakati bersama dan dapat dimainkan berbagai usia.
Misal  ular tangga, monopoli, gobak sodor, coblak-cublak suweng, hop scotch, dan lain-lain.

Pada intinya, bermain adalah hak anak yang orang tua harus penuhi. Sebisa mungkin jangan membatasi secara ketat waktu bermain anak. Sebab lewat bermain, anak justru akan mendapatkan banyak manfaat. 

Selain itu, bermain juga memiliki tahapan-tahapan di setiap usia anak. Sehingga tidak lagi perlu membandingkan pola bermain anak satu dengan anak yang lain.
Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.