Butterfly Hug, Terapi Emosi Sederhana dalam Drama Korea It's Okay to Not Be Okay

29 Aug 2020 @ 12:53:50
Drama Korea berjudul It’s Okay to Not Be Okay yang dibintangi Kim Soo Hyun dan Seo Ye Ji menuai kesuksesan besar. Banyak orang yang mengaku sangat menyukai jalan cerita dari drama ini.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah saat kedua pemeran utama sedang mempraktikan metode butterfly hug. Metode ini pun langsung menjadi bahan perbincangan warganet. Sebenarnya apa sih butterfly hug dan apa tujuannya?

Apa itu butterfly hug?

Dalam drama Korea It’s Okay Not To Be Okay diceritakan Moon Kang Tae (Kim Soo Hyun) mencoba menenangkan Go Moon Young (Seo Ye Ji) yang sedang emosi hingga bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Moon Kang Tae lantas meminta Go Moon Young untuk menerapkan metode butterfly hug.

Dalam dunia psikologi, butterfly hug bukanlah istilah atau metode baru. Metode ini memang bertujuan untuk menenangkan seseorang yang sedang dalam kondisi emosi tinggi. Metode butterfly hug dipercaya mampu menstabilkan emosi dan membuat seseorang lebih tenang.



Metode butterfly hug pertama kali dikenalkan oleh dua praktisi yaitu Lucina Artigas dan Ignacio Jarero. Metode ini kala itu pertama kali dicoba untuk menenangkan para korban badai Pauline di Meksiko tahun 1998. Tak disangka, metode ini mampu membuat para korban lebih tenang.

Dikutip dari Kompas, ada alasan mengapa metode butterfly hug mampu menenangkan seseorang yang sedang berada dalam kondisi emosi yang tak stabil. Bagi penderita post traumatic stress disorder, rangsangan dari luar bisa memicu gangguan emosi atau ingatan buruk tentang masa lalu.

Jika kondisi itu muncul, penderita PTSD perlu melakukan sesuatu yang bisa menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh. Butterfly hug dipercaya mampu memberikan efek ketenangan tersebut.

Metode butterfly hug juga merupakan jenis stimulasi bilateral yaitu penggunaan rangsangan eksternal visual, auditori, atau sentuhan secara berurutan untuk membantu pasien memproses ingatan yang membuat trauma.

Sementara menurut Association for Comprehensive Energy Psychology, metode ini juga dapat membuat jantung terasa lapang, menyeimbangkan otak kiri dan kanan sehingga penderita trauma bisa menyelesaikan emosi intens yang dialaminya.

Namun, hal yang perlu diingat, metode butterfly hug tidak bisa menggantikan terapi. Butterfly hug bisa dibilang sebagai pertolongan pertama bagi orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan. Setelahnya, harus ada konsultasi lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater.

Cara melakukan butterfly hug



Cara melakukan butterfly hug ditunjukkan dalam drama It’s Okay Not To Be Okay. Yakni pertama dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada, lalu tepuk-tepuk kedua tangan di pundak seperti seekor kupu-kupu yang mengepakaan sayapnya. Cara ini dipercaya mampu meredakan emosi yang sedang dirasakan dan dapat memberikan rangsangan ketenangan.

Sambil melakukan gerakan menepuk-nepu pundak, tarik nafas dalam-dalam sembari merasakan luapan emosi yang muncul. Fokuskan pernafasan pada perut dan lakukan dengan konsisten, rata-rata 8 kali dalam 1 menit.



Lakukan metode butterfly hug sampai badan dan pikiran terasa tenang. Biasanya metode ini dilakukan dalam kurun waktu 2 hingga 3 menit. Namun, kamu bisa terus melakukannya sampai benar-benar terasa tenang. Selain itu, kamu bisa sambil memejamkan mata saat melakukan butterfly hug dan bayangkan sedang berada di tempat yang tenang dan damai.

Adegan butterfly hug dalam drama It’s Okay Not To Be Okay ternyata bukan sekadar fiksi atau hiasan belaka ya. Metode ini tak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak untuk membantu mereka dalam menstabilkan emosi. 

Butterfly hug menjadi salah satu cara dalam anger management yang bisa diajarkan pada anak. Sebab marah adalah perasaan normal yang bisa dirasakan semua orang, termasuk anak-anak. Alih-alih melarang anak marah, lebih baik membantu mereka untuk marah tanpa harus menyakiti oran

Jika tiba-tiba dalam kondisi emosi yang sedang tinggi, metode butterfly hug ini bisa coba dilakukan ya.

Artikel Terkait

5 Rempah-Rempah Terbaik untuk Bantu Redakan Stres
Pikiran dan perasaan dalam kondisi buruk bisa menghambat aktivitas sehari-hari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Jakarta PSBB Lagi? Tetap Semangat! 5 Tips ini Akan Membantumu Menjaga Mood
Meski harus kembali bekerja dari rumah jangan lupa untuk tetap berolahraga ya!..
Shella Rafiqah Ully
11 September 2020
Gangguan Psikotik Ketahui Gejala, Sebab dan Cara Mengatasinya
Gangguan psikotik adalah salah satu gangguan mental yang cukup umum terjadi, inilah cara mengatasinya..
Rizki Indra
03 September 2020