Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Diet dan Nutrisi

Diet Flexitarian: Sedang Diet Tapi Boleh Makan Daging, Mitos atau Fakta?

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
24 Jun 2021
Clock Icon
8 menit
Diet flexitarian

Lemonizen apakah kamu sedang ingin mengubah pola makan dengan melakukan diet? Ada banyak pilihan jenis diet yang beredar mulai dari diet paleo, diet DEBM, diet mayo hingga yang terpopuler sejak lama yakni diet vegetarian. 


Diet vegetarian cukup populer sejak lama karena dikenal ramah lingkungan, lebih sehat dan dapat menurunkan berat badan dengan efektif. Namun diet vegetarian juga cukup terkenal sulit dijalani karena tubuh harus menghindari produk-produk hewani terutama daging. 

banner consideration shipping bg blue


Namun, ada kabar gembira untuk kamu yang ingin menjalani pola makan lebih sehat tanpa harus menghindari konsumsi daging. Kamu bisa memilih pola makan bernama diet flexitarian. Diet ini mirip dengan vegetarian tetapi memiliki konsep yang lebih fleksibel, sesuai dengan namanya.


Diet flexitarian akan membuatmu makan dengan porsi sayur dan buah yang tinggi tanpa perlu meninggalkan daging. Sehingga cenderung lebih ramah untuk dijalani. Akan tetapi, nggak sedikit mitos yang beredar seputar diet ini. Untuk kamu yang masih ragu dengan diet flexitarian, yuk kita
bahas mitos dan fakta seputar diet yang satu ini! 




Harus Berhenti Makan Daging Sepenuhnya


Mitos. Di dalam buku 'The Flexitarian Diet' yang ditulis oleh Dawn Jackson Blatner, yakni seorang ahli gizi asal Amerika, diet flexitarian hanya bertujuan untuk mengontrol konsumsi daging dalam pola makan.


Ketika menjalani diet flexitarian, kamu akan diajak untuk mengontrol konsumsi daging. Blatner juga mengungkapkan ada tiga tahapan untuk menjalankan pola makan yang satu ini. Berikut penjelasannya:

  • Beginner flexitarian. Pada tahapan awal, kamu bisa memulai pola makan flexitarian dengan tidak makan daging selama dua hari dalam seminggu. Nah, pada lima hari lainnya kamu dapat makan daging paling banyak 1 porsi daging (sekitar 30 gram) 

  • Advanced flexitarian. Di tahap selanjutnya, kamu akan diminta untuk memulai pola makan yang sedikit berbeda. Di tahap ini, kamu perlu menghindari makan daging selama tiga hingga empat hari dalam seminggu. Nah, di sisa hari yang kamu punya, kamu bisa makan daging dengan total sebesar ½ porsi (sekitar 15 gram)

  • Expert flexitarian. Bila sudah nyaman dengan pola makan flexitarian, kamu bisa meningkatkan pola makanmu ke tahap expert. Di tahap ini, kamu akan diminta untuk tidak makan daging selama lima hari dalam seminggu. Sehingga kamu hanya memiliki jatah dua hari untuk makan daging. Jumlah maksimal porsi daging yang kamu konsumsi pun hanya sebesar 10 gram. 


Membantu Mencegah Penyakit Kronis 


Fakta. Menurut penelitian, diet flexitarian terbukti dapat menurunkan risiko tubuh terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker hingga penyakit jantung. 


Pada dasarnya, diet flexitarian akan membantu kamu memiliki pola makan serta asupan gizi yang lebih baik. Diet flexitarian juga akan membuat tubuh lebih banyak mengonsumsi makanan dengan sumber nabati yang tinggi serat serta rendah lemak. Pola makan yang lebih baik ini tentu akan membantu kamu mengendalikan kadar lemak darah maupun berat badan sehingga efektif mencegah penyakit jantung. 

banner consideration promotion bg blue


Di samping itu, diet flexitarian juga terbukti menurunkan risiko tubuh terkena penyakit kanker. Mulai dari kanker payudara, kanker prostat, dan kanker kolorektal (usus besar). Hal ini dapat terjadi akibat meningkatnya asupan buah, sayur, kacang-kacangan dan makanan bersumber nabati lainnya yang mengandung antioksidan sebagai zat yang aktif melawan kanker.  


Memiliki Efek Samping Ekstrim untuk Tubuh

Mitos. Ketika memutuskan menjalani diet, efek samping memang harus menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Nah, diet flexitarian merupakan salah satu jenis diet yang tidak memiliki efek samping asalkan kebutuhan kalori dan mikronutrien lain tetap dapat terpenuhi. 


Berbeda dengan diet-diet lainnya yang dapat menyebabkan efek samping seperti rambut rontok, ketidakseimbangan hormon, sulit tidur dan sebagainya, diet flexitarian tidak memiliki efek samping yang ekstrim untuk tubuh. 


Eits, bagi kamu yang memiliki kondisi anemia dengan gejala seperti letih, lemah, lesu, diet ini kurang disarankan karena daging merupakan salah satu sumber zat besi tinggi yang dapat membantu memperbaiki kondisi anemia.

Efektif Menurunkan Berat Badan


Fakta. Dilansir dari Healthline, diet yang satu ini akan efektif menurunkan berat badan secara efektif. Pasalnya, flexitarian dapat menyebabkan defisit kalori serta mengurangi asupan makanan olahan. Prinsip diet ini adalah fokus pada makanan yang bersumber dari nabati seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Kemudian memasukan protein hewani secara fleksibel dan menghindari makanan ultra-proses dan membatasi jumlah gula tambahan.


Dengan pola makan tersebut, penyusutan berat badan dapat terjadi dengan lebih efektif. 


Ramah Lingkungan 


Fakta. Mengurangi konsumsi daging dapat membantu menjaga kelestarian sumber daya alam dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, penggunaan lahan dan air. Bahkan menurut penelitian, emisi gas rumah kaca dapat turun hingga 7%. 


Di samping itu, menanam protein nabati juga diketahui menghemat energi hingga 11x lipat daripada memproduksi protein hewani. Sehingga sangat tepat bila diet flexitarian dianggap ramah lingkungan. 


banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Nah itu tadi beberapa mitos dan fakta seputar diet flexitarian. Sudah jauh lebih paham kan, Lemonizen?


Artikel kesehatan ini telah di-review oleh ahli gizi Qonita Rachmah S.Gz., M.Sc (Nutr&Diet)


Referensi: 
Derbyshire E. J. (2017). Flexitarian Diets and Health: A Review of the Evidence-Based 
Literature. Frontiers in nutrition, 3, 55. https://doi.org/10.3389/fnut.2016.00055 
Healthline. The Flexitarian Diet: A Detailed Beginner's Guide 
Verywellfit. The Flexitarian Diet: Pros, Cons, and What You Can Eat 
Aleksandrowicz, L., Green, R., Joy, E. J., Smith, P., & Haines, A. (2016). The Impacts of Dietary Change on Greenhouse Gas Emissions, Land Use, Water Use, and Health: A Systematic Review. PloS one, 11(11), e0165797. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0165797 
Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.