Doyan Makan Pedas Bagus untuk Kesehatan?

04 Okt 2019 @ 11:37:54
Sebagai orang Indonesia asli, Moni pribadi sering kali ngerasa kalau makan apapun nggak akan lengkap kalau nggak pakai cabai. Mau makan mie Lemonilo pasti ditambahin irisan cabai, kalau sesekali makan gorengan juga rasanya baru sah kalau ditambah dengan gigitan cabai rawit, apalagi kalau makan soto wah jangan ditanya lagi takaran cabai atau sambalnya!

Ternyata, hasrat tinggi untuk terus menikmati makanan pedas terutama dari cabai adalah hal yang lumrah. Dari data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2016 menunjukkan tingkat konsumsi cabai pada orang Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2015. Untuk cabai besar misalnya, jumlah permintaannya pada tahun 2015 sebesar 392,88 ribu ton dan diperkirakan terus naik menjadi  424,73 ribu ton hingga 2019. Ini menunjukkan kalau rata-rata orang Indonesia memang nggak bisa lepas dari makan makanan pedas.

Doyan Makan Pedas Bagus untuk Kesehatan?

Nah, kalau lidah dan tubuh terus-terusan dijejali makanan pedas dari cabai kira-kira apa ya dampaknya bagi kesehatan? Yuk, simak penjelasan berikut.

Sebenarnya makan makanan pedas berdampak baik bagi tubuh selama porsinya tidak berlebihan. Tahu nggak, kalau sebenarnya saat makan makanan pedas tubuh kita menghasilkan endorfin yang malah bikin kita bahagia meskipun lidah kita sedang menderita. Ini alasan ilmiah yang sering kali bikin kita nggak bisa lepas, berhenti, dan makin ngegas tiap kali makan pedas.

Makanan pedas berdampak baik bagi tubuh selama porsinya tidak berlebihan. 
Rasa pedas yang bersumber dari kapsaisin pada cabai juga bagus untuk mempercepat proses metabolisme tubuh. Jadi, kalau metabolisme tubuh kita cepat maka proses pembakaran lemak juga bisa meningkat. Kalau lemak yang dibakar meningkat otomatis tubuh akan terhindar dari kadar lemak berlebih yang bisa membahayakan kesehatan dan mengganggu penampilan. Anyway, kapsaisin juga bisa bekerja sebagai penekan nafsu makan lho jadi makan pedas bikin kamu lebih cepat kenyang dan bisa jadi senjata ampuh buat bikin dietmu sukses.

Dampak lain makan pedas bagi tubuh adalah bisa menurunkan tekanan darah dan membuat sirkulasinya jadi lebih baik. Ini karena saat makan pedas suhu tubuh kita meningkat, pun aliran darah juga meningkat sehingga dapat membantu sistem kardiovaskular dalam tubuh berfungsi lebih baik.

Namun, Jangan Berlebihan Makan Makanan Pedas!

Segudang manfaat cabai bagi kesehatan tubuh bisa langsung kamu rasain sekarang juga dengan cobain produk terbaru Lemonilo yaitu Chilita (Chili Tabur Alami) 60 derajat. Cabai tabur bubuk ini hadir dengan rasa yang pedas buaaanget, diramu dari 100% cabai asli kualitas terbaik dan bahan-bahan alami lainnya, tanpa tambahan MSG, pengawet, pewarna, dan perasa artifisal sehingga aman dikonsumsi setiap hari, di mana saja dan kapan saja.

Namun, Jangan Berlebihan Makan Makanan Pedas!

Nikmatnya sensasi makan pedas memang susah bikin lidah lepas, tapi tetap ingat dan kontrol dirimu untuk nggak makan dengan berlebihan. Pun, meski punya banyak manfaat bagi tubuh bukan berarti kamu boleh mengonsumsi cabai atau makanan pedas lainnya dengan berlebihan.

Tetap harus dijaga takarannya, sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik apalagi jika berhubungan dengan kesehatan. Dampak buruk dari makan makanan pedas berlebihan adalah terjadinya iritasi pada kulit bibir dan mengganggu pencernaan. 

Jadi, pastikan kamu berhenti makan jika tubuhmu sudah menunjukan reaksi alami seperti perut panas dan melilit atau tenggorokan yang meradang ya!


Artikel Terkait

Kurang Minum Sebabkan Dehidrasi, Apa Gejala dan cara Mengobatinya?
Kebiasaan minum yang sangat sedikit bisa menyebabkan dehidrasi tubuh, lalu bagaimana cara jika dehidrasi sudah terlanjur..
Rizki Indra
31 Juli 2020
7 Manfaat Senam Kegel, Bagaimana Cara Melakukanya?
Senam kegel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, khususnya bagi para wanita. Inilah berbagai manfaat tersebut...
Rizki Indra
31 Juli 2020
Apa Kabar Ayla Dimitri, Our Lemonilo Crush July Selama Pandemi?
Ayla Dimitri justru menemukan banyak hal baru bagi dirinya selama quarantine di masa pandemi..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2020