Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Hari Peduli Autisme Sedunia: Kenali Ciri Sejak Dini, Hindari Diskriminasi

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
01 Apr 2021
Clock Icon
8 menit
Hari Peduli Autis Sedunia

Sejak 2007, PBB menetapkan bahwa tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day). Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan autisme dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk penyandang autisme. 


Hingga saat ini pun belum ada obat atau terapi khusus yang dapat menyembuhkan autisme. Sehingga gangguan ini bersifat seumur hidup. Nah, untuk memahami gangguan autisme secara lebih jauh, yuk simak ulasannya di bawah ini. 

Pengertian Autisme

Autisme atau gangguan spektrum autisme (ASD), merupakan gangguan perkembangan yang merusak kemampuan berkomunikasi dan keterampilan berinteraksi seseorang. Gangguan spektrum autisme ini juga diketahui berdampak pada sistem saraf. banner consideration shipping bg blue 

 

Autisme dapat terjadi dengan tingkat keparahan yang bervariasi pada setiap orang. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kelainan secara genetik atau faktor lingkungan yang meliputi paparan asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, maupun asupan makanan dan gaya hidup yang tidak sehat selama hamil. 

 

Mengenal Gejala Autisme 

 

Biasanya tanda-tanda autisme bisa dikenali sejak usia bayi (di bawah 3 tahun). Gejala-gejala autisme akan tampak semakin jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun. 

 

Secara umum, gejala autisme dapat meliputi gangguan komunikasi, gangguan sosial, hingga gangguan perilaku. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gangguan Komunikasi 

 

Salah satu gejala yang paling utama dari anak dengan autisme adalah gangguan komunikasi. Dilansir dari WebMD, setidaknya 40 persen anak dengan gangguan spektrum autisme tidak berbicara sama sekali. Sementara 25 persen dan 30 persen lainnya memiliki keterampilan bicara selama masa bayi. Gangguan komunikasi yang dapat terjadi:

 

  • Keterampilan bicara terlambat

  • Mengulangi kalimat yang sama berulang kali

  • Tidak mampu menjawab pertanyaan atau mengikuti topik pembicaraan

  • Mengulangi kata atau frasa berulang kali

  • Tidak menggunakan gestur saat bicara 

  • Memiliki suara datar 

 

Gangguan Interaksi Sosial

Anak dengan autisme juga seringkali kesulitan berinteraksi secara sosial. Mereka seringkali tidak mengetahui cara menjalin hubungan dengan orang lain di lingkungan. Gangguan interaksi sosial ini dapat berupa:banner consideration promotion bg blue

 

  • Lebih suka menyendiri

  • Menghindari kontak mata

  • Menghindari sentuhan fisik

  • Tidak dapat memahami emosi sendiri dan orang lain

  • Tidak mengulurkan tangan saat dibimbing untuk jalan 

 

Gangguan Pola Perilaku

Penyandang autisme juga memiliki gejala tertentu yang mempengaruhi gangguan pola perilaku mereka. Sehingga penyandang autisme seringkali bertindak dengan cara yang tidak biasa. Gangguan pola perilaku ini dapat berupa:

 

  • Sering melakukan gerakan berulang (mengepakkan tangan, mengayun, melompat dan sebagainya).

  • Hiperaktif

  • Mudah melukai diri sendiri

  • Punya reaksi yang tidak biasa terhadap sentuhan, cahaya, dan suara

  • Perilaku agresif

  • Merasa kesal saat rutinitas diubah

  • Memiliki pola makan dan tidur yang tidak biasa

 

Memahami Kondisi Penyandang Autisme 

 

Kebanyakan orang tua yang mengetahui anaknya mengalami autisme merasakan kesedihan atau kerap menyalahkan diri sendiri. Tidak sedikit juga orang tua yang mengalami fase denial dan menyangkal kondisi yang dialami oleh anaknya. 

 

Padahal, langkah pertama ketika orang tua mengetahui anaknya mengalami autisme adalah menerima kondisi tersebut dan tidak membandingkannya dengan anak-anak lain. Pasalnya anak akan membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Selain itu, orang tua juga perlu segera mempelajari kondisi autisme dari berbagai sumber yang terpercaya.

 

Orang tua yang memiliki anak dengan gangguan autisme juga tetap perlu mengawasi anak secara penuh. Meski anak penyandang autisme biasanya mendapatkan terapi dari dokter, bukan berarti tumbuh kembangnya bisa diserahkan semua pada dokter. 

 

Selain butuh perhatian khusus, anak dengan autisme juga butuh perlindungan khusus. Pasalnya, tidak sedikit yang memberikan anggapan bahwa anak autis adalah anak aneh atau anak nakal hingga kemudian dikucilkan di dalam lingkungannya. Inilah mengapa seluruh lapisan masyarakat perlu bekerja sama dalam memahami kondisi pada penyandang autisme.banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

 

Orang tua, dokter, tenaga kesehatan hingga guru-guru di sekolah, perlu memahami bahwa autisme butuh perhatian khusus. Sehingga anak dengan autisme bisa tetap menjalani kehidupan dengan nyaman tanpa mendapatkan diskriminasi dari lingkungan. 

 

Menurut data dari World Health Organization, setidaknya ada 1 dari 160 anak-anak di dunia menderita gangguan spektrum autisme. Sementara di Indonesia, menurut  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, penyandang autisme diperkirakan sejumlah 2,4 juta orang dengan pertambahan penyandang baru 500 orang setiap tahunnya.

 

Yuk, Lemonizen ciptakan suasana kehidupan yang lebih baik untuk para penyandang autisme di lingkungan kita. Selamat Hari Peduli Autisme Sedunia! 

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.