Harus Kembali ke Kantor? Ini Tips Aman Meninggalkan Bayi Untuk Bekerja

25 Aug 2020 @ 16:08:55
Bagi ibu bekerja yang masa cuti melahirkannya telah habis, mungkin kembali bekerja di kantor menjadi masa yang paling sulit. Meninggalkan si kecil untuk pergi bekerja memang tak pernah mudah. Apalagi di usianya yang masih sangat kecil, bayi masih memerlukan perhatian penuh dari ibunya.

Namun di sisi lain, tuntutan ekonomi atau banyak pertimbangan lain mendasari ibu kembali bekerja setelah cuti melahirkan selesai. Demi mengurangi rasa khawatir saat meninggalkan bayi untuk bekerja, para ibu bisa mempertimbangkan hal-hal ini agar si kecil tetap aman selama ditinggal.

1. Pastikan menitipkan bayi pada pihak yang aman dan bisa dipantau

Hal pertama yang harus dilakukan ibu yang akan kembali bekerja adalah mencari orang atau tempat yang tepat untuk menitipkan si kecil. Banyak pilihan yang bisa dijadikan pertimbangan. Antara lain menitipkan kepada kakek dan nenek, menyewa jasa baby sitter, atau menitipkan anak ke day care.

Sebelum waktu cuti melahirkan habis, sebaiknya para ibu yang akan kembali bekerja meluangkan waktu untuk melakukan survey untuk memilih mana tempat yang paling aman dan tepat untuk menitipkan si kecil selama bekerja. 

Pastikan mengambil piihan yang memiliki paling banyak kelebihan menurut sudut pandang dan kondisi finansial keluarga.

2. Siapkan segala kebutuhan bayi saat ditinggal bekerja

Saat menitipkan si kecil, segala kebutuhan yang nantinya dibutuhkan benar-benar harus disiapkan.

Agar tak terlewat, ibu bisa menuliskan apa saja barang-barang kebutuhan bayi seperti pakaian, alat mandi, mainan, dan sebagai macamnya. Lalu siapkan barang-barang kebutuhan bayi tersebut agar mereka yang dititipi si kecil bisa mengakses dengan mudah.

3. Jika bayi masih mengonsumsi ASI, pastikan stok ASIP cukup selama ditinggal bekerja

Salah satu hal yang paling menjadi kekhawatiran para ibu saat meninggalkan anaknya bekerja adalah soal ketersediaan ASI. Apa ASInya akan cukup? Apa si kecil mau minum ASI tanpa menyusu langsung?

Kekhawatiran ini bisa dikurangi jika ibu mulai rajin menyetok ASIP jauh sebelum waktu cuti melahirkan habis. Sehingga ketika tiba saatnya ibu harus kembali bekerja, setidaknya stok ASIP di freezer sudah tersedia.

Pastikan juga untuk menemukan cara agar si kecil tetap nyaman mengonsumsi ASIP, sehingga konsumsi ASI si kecil saat ditinggal bekerja tidak akan berkurang. Tak hanya itu, selama di tempat kerja, ibu harus tetap rutin mematuhi jadwal memerah ASI. Hal ini bertujuan agar produksi ASI tetap terjaga.

4. Tetap memantau kegiatan si kecil selama ibu bekerja

Memantau kegiatan si kecil selama ditinggal mungkin bisa menjadi cara untuk mengatasi kekhawatiran ibu selama jauh dari anak. Selain itu, ibu juga bisa mengetahui kondisi si kecil saat diasuh orang lain.

Namun hal yang perlu diperhatikan, memantau kegiatan si kecil selama ditinggal pun tak perlu berlebihan.

5. Pamit bekerja pada anak tanpa berbohong

Meski si kecil belum sepenuhnya mengerti ketika ditinggal sang ibu bekerja, namun ada baiknya bila sejak dini sudah membiasakan berpamitan pada si kecil sebelum bekerja. Meski tampak belum mengerti, lama kelamaan si kecil akan merekam kebiasaan ini. Setelah semakin besar, ia pun akan merekam semua perkataan ibu kepadanya.

Upayakan jangan pernah berpamitan dengan berbohong. Ketimbang mengatakan bahwa ibu hanya pergi sebentar, lebih baik katakan ibu akan pergi bekerja dalam kurun waktu tertentu dan nanti akan kembali menjemput si kecil.

Kejujuran ini sangat dibutuhkan agar nantinya si kecil tumbuh dengan rasa percaya pada ibunya. Si kecil tak akan merasa dibohongi karena ibunya memang benar-benar pergi bekerja dan di jam tertentu akan menjemputnya kembali.

Jamak terjadi ibu bekerja yang merasa bersalah saat meninggalkan anaknya bekerja. Satu hal yang perlu diketahui, ibu tak menghadapi kondisi ini sendiri. Banyak ibu bekerja lain yang juga merasakan hal yang sama.

Setiap rasa bersalah ini datang, coba kembali pertimbangkan alasan-alasan apa yang membuat ibu harus bekerja. Lalu pikirkan sisi positif jika ibu tetap bekerja, seperti misalnya pemasukan rumah tangga yang bisa lebih banyak atau tabungan bisa cepat terisi. Meninggalkan anak bekerja sama sekali bukan kesalahan, selama hal ini sudah menjadi kesepakatan dengan pasangan.

Artikel Terkait

Supaya Stok ASI Tercukupi, Ini Manajemen ASIP untuk Para Ibu Bekerja
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020
Perempuan Mandiri Secara Finansial? Ini 3 Keuntungannya!
Kamu bisa bergabung di program Wiranilo untuk mendapatkan penghasilan sendiri dan mandiri secara finansial..
Shella Rafiqah Ully
17 September 2020
Ulang Tahun Rafathar, Nagita Slavina Ajarkan Pola Hidup Sehat untuk Sang Buah Hati
Harapan Gigi dan Raffi, Rafathar bisa tumbuh meenjadi anak yang sehat dan bahagia..
Shella Rafiqah Ully
04 September 2020