Hati-Hati, Ini Bahayanya Menggunakan Produk Perawatan Tubuh Mengandung Triclosan!

16 Jul 2018 @ 11:40:13
Sejak ditemukan pada tahun 1972 sebagai bahan pembersih alat-alat kedokteran, triclosan mulai dijadikan bahan utama dalam beberapa jenis produk perawatan tubuh, mulut dan gigi seperti sabun, pasta gigi, ataupun mouthwash. Hal ini dilakukan karena triclosan dianggap mampu membunuh kuman secara maksimal daripada menggunakan sabun atau pasta gigi biasa. Tak ayal, hampir semua produk perawatan tubuh, mulut, dan gigi memasukkan triclosan sebagai bahan utama pembunuh bakteri.

Publik Amerika dan dunia dibuat tercengang ketika FDA (BPOM Amerika) menemukan bahwa triclosan tidak memberikan dampak apapun pada tubuh manusia. Malahan, zat ini diketahui menimbulkan efek samping terhadap kesehatan sehingga zat ini tidak disarankan untuk digunakan pada produk apapun. Lalu, apa saja sih bahayanya triclosan terhadap tubuh manusia? Berikut penjelasannya!

Triclosan Mengganggu Keseimbangan Hormon Manusia 

Dilansir dari Dr. Axe, Triclosan merupakan Endoctrine Disruptor, yang mengartikan bahwa triclosan mengganggu jalannya keseimbangan hormon dalam tubuh. Zat ini dapat mengurangi produksi testoteron dan sperma pada pria, mempengaruhi kerja kelenjar tiroid, dan mengganggu produksi estrogen pada wanita. Hal ini membuat triclosan amat dekat dengan turunnya sistem imun tubuh, mengurangi kesuburan, dan mengganggu proses kehamilan. 

Produk Mengandung Triclosan Berpotensi Besar Menyebabkan Kanker

Banyak penelitian menyebutkan bahwa triclosan bersifat karsinogenik, artinya setiap produk yang mengandung triclosan dapat menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. Menurut Dr. Axe, ketika di dalam tubuh, triclosan diubah menjadi Dioxin yang bersifat karsinogenik yang banyak berkaitan dengan beragam jenis kanker. Selain itu, zat ini juga dapat membentukk chloroform dalam tubuh yang juga bersifat karsinogenik.

Penggunaan Produk Bertriclosan Dalam Waktu Lama Membuat Tubuh Kebal Akan Antibotik

Ketika seseorang sakit, semisal demam atau flu, salah satu obat yang diberikan adalah antibiotik. Obat ini membantu tubuh untuk membunuh bakteri atau mikroba yang menyebabkan sakit dalam tubuh. Sayangnya, efek antibiotik ini akan berkurang seiring penggunaan produk bertriclosan dalam waktu yang lama. Walaupun masih banyak teori yang berkembang, tetapi hal ini wajib menjadi perhatian bersama. 

Produk Bertriclosan Meningkatkan Resiko Asma dan Alergi

Dilansir dari WebMD, triclosan membuat  seseorang menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap resiko asma dan alergi, terutama anak-anak dan remaja. Hal serupa dinyatakan oleh Dr. Axe yang menyebutkan bahwa produk bertriclosan menyebabkan seorang anak mengalami asma dan seasonal allergy symptoms. Hal ini diketahui dari penelitian di Norwegia pada anak 10 tahun. Studi ini menyimpulkan bahwa anak tersebut mengalami gejala alergi. 

Triclosan Bersifat Lipophilic

Mighty Nest menyebutkan bahwa triclosan mempunyai sifat Lipophilic dalam tubuh manusia yang berarti zat ini akan bertahan lama dalam lemak dan akan terakumulais terus menerus seiring penggunaan. Hal ini menjelaskan mengapa triclosan yang digunakan secara terus menerus bisa ditemukan di ASI, darah dan lemak (Scientific American).  Selain itu, 75% sampel mempunyai jejak triclosan dalam urine mereka. 

Artikel Terkait

Penting: RUM Bukan Layanan Kesehatan ‘Antiobat’
Masih banyak orang tua yang salah kaprah memahami RUM sebagai tindakan antiobat. Padahal bukan begitu seharusnya...
Shella Rafiqah Ully
14 Oktober 2019
Lemonilo Chilita 60 Derajat Hadir dengan Rasa Lebih Pedas!
Ada yang baru dari Lemonilo Chilita. Kini hadir dengan rasa yang puedees banget tapi tetap alami tanpa tambahan MSG...
Shella Rafiqah Ully
04 Oktober 2019
Doyan Makan Pedas Bagus untuk Kesehatan?
Lidah orang Indonesia umumnya sangat menyukai rasa pedas terutama dari cabai. Semakin pedas, semakin nggak bisa lepas...
Shella Rafiqah Ully
04 Oktober 2019