Hati-Hati! Pikiran Anda Terhadap Makanan Berdampak Pada Tubuh

22 Nov 2017 @ 16:36:39
Hati-Hati! Pikiran Anda Terhadap Makanan Berdampak Pada Tubuh
“Jika kita melihat suatu makanan yang sama, belum tentu kita memandang dan mencernanya dengan cara yang sama”

Perasaan dan Pikiran terhadap Makanan

Pernahkah Anda berada dalam situasi dimana Anda memesaan satu mangkuk salad buah dan ketika pesanan tiba, ada perbedaan pendapat antara Anda dan sahabat Anda?

Anda sebagai pemesan mungkin akan mengatakan bahwa salad buah itu begitu enak dan tempting untuk dicoba. Hal ini terjadi ketika Anda melihat lelehan susu kental manis atau mayones yang lezat. Berbeda dengan Anda, sahabat Anda yang sedang dalam proses diet menganggap makanan itu tak seharusnya dimakan olehnya karena dia sedang dalam proses diet. 

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa selalu ada pandangan yang berbeda dalam menilai makanan yang sama. Perbedaan pandangan terjadi karena keadaan diri yang berbeda pula pada masing-masing individu.

Bila Anda dalam keadaan yang santai dan tak tidak memusingkan berat badan, Anda akan menilai setiap makanan sebagai suatu hal yang menyenangkan dan nikmat. Sebaliknya, bila Anda dalam keadaan yang ingin mengurangi berat badan dan sedang membatasi asupan makanan, Anda akan menilai setiap makanan sebagai suatu hal yang membebani Anda.

Otak dan Sistem Saraf Manusia

Otak manusia memiliki bagian yang dikenal sebagai cerebral cortex dan sistem limbik. Cerebral cortex merupakan bagian atas otak yang berperan mengirimkan informasi terhadap sistem limbik yang terletak di bagian bawah otak.

Sistem limbik berfungsi untuk mengatur emosi dan fungsi fisiologis pada tubuh, seperti perasaan lapar, haus, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, dan dorongan seksual. Pada sistem limbik, terdapat hipotalamus yang berperan untuk memadukan aktivitas pikiran dengan proses biologis pada tubuh.

Tubuh juga memiliki saraf otonom yang berperan untuk mengatur fungsi otot-otot halus, otot jantung, kelenjar-kelenjar tubuh, dan bagian tubuh lainnya. Sistem saraf otonom terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik.

Saraf simpatik bertugas dalam aktivitas yang berkaitan dengan pengeluaran energi tubuh. Sementara itu, saraf parasimpatik berperan dalam aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan penyimpanan energi dalam tubuh.

Perasan dan Pikiranmu Mempengarui Proses Metabolisme Tubuh

Ada sebuah penelitian menarik yang dilakukan oleh Marc David, salah satu tokoh psikologi yang berfokus pada Psychology of Eating, yang menjelaskan bahwa perasaan dan pikiran yang muncul dalam melihat suatu makanan akan memengaruhi proses metabolisme dalam tubuh kita.

Ketika Anda mengonsumsi jenis makanan yang Anda sukai, misalnya kentang, Anda akan mengonsumsinya dengan sugesti positif dan perasaan senang. Perasaan ini kemudian akan diteruskan oleh hipotalamus melalui saraf parasimpatik menuju organ-organ tubuh seperti kelenjar ludah, kerongkongan, perut, usus, pankreas, hati, dan kantung empedu. Hal ini mendorong proses metabolisme dan pencernaan yang lebih maksimal sehingga pembakaran kalori dalam tubuh juga lebih efisien.

Sebaliknya, jika Anda mengonsumsi makanan yang Anda hindari atau makanan yang tidak Anda suka, Anda akan menganggapnya sebagai makanan asing dan tak enak sehingga timbul perasaan tak menyenangkan di dalam diri. Sinyal positif ini akan diteruskan ke hipotalamus ke sistem saraf otonom melalui saraf simpatik. Hasilnya, proses metabolisme akan sedikit terhambat dan menyebabkan makanan tersebut bertahan lebih lama di dalam organ pencernaan. Hal ini bisa menyebabkan jumlah bakteri baik di organ pencernaan Anda berkurang dan meningkatkan pelepasan racun ke dalam darah. Selain itu, sinyal negative tersebut akan menurunkan efektivitas pembakaran kalori.

Kekuatan Pikiran

Disadar atau tidak, banyak masyarakat yang memberikan label atau men-judge makanan tertentu, misalnya garam erat dengan darah tinggi, lemak membuat gemuk, atau gula mempercepat kerusakan gigi. Hal ini membuat sugesti atau pemikiran pada makanan menjadi terganggu. 

Sayangnya, pemikiran ini seringkali dilanggar dan diabaikan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mengonsumsi makanan dengan pemikiran buruk akan berdampak pada tubuh Anda. Bukannya mendapatkan manfaat yang besar dari makanan tersebut, Anda justru mendapatkan gangguan kesehatan yang diakibatkan pemikiran yang buruk ketika memakannya. 

Untuk itu, mulailah perbaiki pola pikir terhadap makanan yang Anda makan untuk mendapatkan manfaat dan gizi yang lebih maksimal. Makanlah makanan yang Anda suka sehingga proses pengolahannya di dalam tubuh lebih maksimal dan Anda tetap bisa menjaga kesehatan tubuh Anda tetap ideal. 

Lemonilo memberikan aneka jenis makanan dan bahan makanan sehat berkualitas yang membuat Anda tetap positif ketika memakannya. Dikurasi dengan baik, nilai gizi dalam setiap produk di Lemonilo tetap terjaga untuk sehatnya tubuh Anda. Anda bisa mendapatkan apa yang Anda cari untuk sehat, mulai dari mie instan sampai alat kecantikan. 

Oh ya, selain itu, untuk memaksimalkan proses pencernaan tubuh Anda, mulailah perbaiki mindset dan sugesti Anda terhadap suatu makanan untuk lebih positif. Anda bisa belajar menjadi pribadi yang lebih positif dengan mengunjungi Pijar Psikologi, website yang oke banget untuk Anda belajar menjadi pribadi yang lebih positif.

Ditulis oleh:

Artikel Terkait

Cara Tepat Ngemil Cokelat
Cokelat merupakan makanan favorit sebagian besar orang. Rasanya yang legit mampu memanjakan lidah dan memberikan rasa ba..
Nadia Gunawan
14 Desember 2017
Come and Say Hello to Our Lemonilo Crush Trio: Nino, Ilman, and Lale!
Di tengah banyaknya produk dan budaya makan yang tak sehat di masyarakat, Lemonilo, sebagai salah satu start up healthy ..
OT Handoko
30 November 2017
Apa Sih Manfaat Tidur Cukup Untuk Kecantikanmu?
Tidur cukup merupakan satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan tubuh Anda. Fungsi tidur yang paling ..
OT Handoko
29 November 2017