Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Hilang Penciuman Saat Positif COVID-19? Ini Tips Dokter Kembalikan Anosmia

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
12 Aug 2021
Clock Icon
4 menit
anosmia

Kehilangan kemampuan membau atau anosmia adalah gejala yang cukup khas dari COVID-19. Berbeda dari anosmia saat pilek biasa yang terjadi perlahan-lahan, anosmia pada COVID-19 sering kali terjadi tiba-tiba. 


Saat pilek biasa, anosmia biasanya terjadi karena penumpukan cairan hidung (ingus) atau mampet dan akan hilang seiring mampet/ingus berkurang. Namun, anosmia pada COVID-19 bisa terjadi mingguan hingga bulanan setelah pasien dinyatakan sembuh, serta tidak jarang disertai dengan kehilangan merasakan makanan (ageusia).


Menurut penelitian, pasien COVID-19 dengan gejala anosmia justru jadi tanda yang baik karena akan lebih kecil kemungkinannya bergejala berat hingga masuk rumah sakit atau membutuhkan perawatan intensif di kemudian hari, dibandingkan dengan pasien COVID-19 yang tidak bergejala anosmia.


Pun demikian, anosmia juga tentu sangat mengganggu jika terjadi dalam rentang waktu yang lama. Untuk mengembalikan kemampuan membau seperti semula, ada 2 tips yang Lemonizen bisa lakukan di rumah. 


Lakukan Cuci Hidung (Nasal Irrigation)



Pada prinsipnya, cuci hidung dilakukan untuk membantu membersihkan debu, virus, dan bakteri yang menempel di dinding hidung bagian dalam. Semprotan yang dilakukan saat melakukan irigasi hidung berfungsi untuk membantu pergerakan silia (bulu) hidung yang akan mengeluarkan alergen-alergen ke arah luar. Selain membantu meringankan gejala pilek, mampet, dan anosmia, cuci hidung terbukti dapat mengurangi kekambuhan rinitis alergi bagi penderitanya.


Untuk melakukan cuci hidung, alat yang dibutuhkan adalah botol cuci hidung/spuit (alat suntik tanpa jarum) 20cc, Cairan infus NaCl 0,9%, transofix (sambungan botol infus), wadah/ mangkok bersih.


Jika menggunakan botol pencuci hidung, Lemonizen hanya perlu menusuk botol NaCl dengan transofix lalu isi botol cuci hidung dengan cairan NaCl yang sudah disiapkan. Bila tidak memiliki botol cuci hidung khusus, Lemonizen bisa menggunakan spuit. Caranya, tuangkan NaCl ke dalam wadah bersih dan ambil cairan menggunakan spuit hingga spuit penuh. Usahakan cairan NaCl dalam suhu hangat-hangat kuku.


Untuk melakukan cuci hidung, duduklah di depan wastafel atau siapkan baskom agar sisa cairan yang disemprotkan tidak berceceran. Tunduk dan miringkan kepala 45 derajat ke arah kiri hingga hidung kanan lebih tinggi. Buka mulut dan bernapaslah lewat mulut kemudian tempelkan ujung botol/spuit di lubang hidung kanan lalu semprotkan cairan NaCl (dengan arah semprotan) searah kemiringan kepala. Lakukan hal ini ke rongga hidung sebelahnya (posisi kepala miring ke arah sebaliknya). Setelah itu, bersihkan dan keringkan hidung.


Jika cuci hidung dilakukan dengan benar, maka biasanya cairan NaCl akan keluar dari lubang hidung satunya. Terkadang cairan NaCl juga bisa sedikit tertelan namun tidak perlu panik karena NaCl adalah cairan steril dengan rasa agak asin yang tidak berbahaya jika sedikit tertelan. 


Salah satu hal yang penting diperhatikan saat melakukan cuci hidung adalah pastikan cairan yang digunakan adalah cairan NaCl steril atau serbuk NaCl yang sudah dikemas untuk dilarutkan sesuai petunjuk kemasan. Jangan menggunakan air ledeng atau melarutkan garam dapur apalagi tanpa takaran yang benar. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat hidung menjadi teriritasi.


Cuci hidung ini bisa dilakukan 3-4 kali sehari bagi yang mempunyai gejala dan bisa dilakukan 1-2 kali sehari untuk menjaga kebersihan hidung serta mengurangi kekambuhan rhinitis.


Latihan Penciuman (Olfactory Training)



Menurut studi yang ada, latihan penciuman ini bisa membantu mengembalikan kemampuan membau pasien COVID-19 dengan lebih cepat. Lemonizen bisa menyiapkan 4 aroma yang mudah ditemukan di sekitar rumah seperti pisang, kayu manis, kayu putih, lemon, dan lainnya. Namun, jangan menggunakan bahan dengan bau yang kuat seperti alkohol atau parfum, ya.


Lakukan latihan penciuman ini dengan cara meletakkan benda yang akan dibaui di depan hidung. Bernapaslah pendek-pendek sambil membaui aroma yang sudah disiapkan selama 20 detik. Tarik napas dalam-dalam dan hirup aromanya lagi selama 20 detik.


Hirup lagi aroma dengan napas biasa selama 20 detik. Lakukan bergantian dengan 4 aroma berbeda yang sudah disiapkan sebelumnya.


Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa latihan ini lebih baik lagi jika dibantu dengan indera perasa. Misal dengan menghirup aroma teh sambil meminumnya, atau juga memakan pisang sambil menghirup bau nya.


Lemonizen bisa melakukan latihan penciuman ini tiga kali sehari selama gejala anosmia masih ada.


Nah, itu dia 2 tips mudah mengembalikan penciuman yang Lemonizen bisa lakukan di rumah jika mengalami anosmia. Jika kedua hal ini sudah dilakukan dalam jangka waktu cukup lama namun gejala anosmia makin berat, segera konsultasikan ke dokter spesialis THT terdekat, ya!


Artikel ini ditulis oleh dr. Rizqii Nurdiinii, Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.
Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.