Ingin Ajak Si Kecil Main Sensory Play? Ini Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

24 Jun 2020 @ 01:10:03
Sensory play diketahui memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Antara lain perkembangan otak, bahasa, serta motorik kasar dan halus.

Selain itu, sensory play dapat dilakukan berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak. Sensory play yang ditujukan untuk bayi dan toddler tentu berbeda.

Sensory play untuk bayi bisa dilakukan dengan benda-benda sederhana. Bayi dapat melihat bubble yang ditiup terbawa angin dan merasakan bubble tersebut menyentuh kulit mereka. Anda juga dapat menggesek-gesekan kantong plastik di samping telinga anak serta mengajak anak merasakan teksturnya.

Anda bisa memberi pewarna makanan pada beras dan ajak anak untuk bermain beras berwarna-warni. Beras pelangi juga dapat anda masukkan ke dalam botol transparan untuk dijadikan marakas.



Pada bayi yang sedang belajar merangkak, anda dapat menyiapkan terowongan atau menyusun kursi-kursi untuk anak dapat merangkak di bawahnya. Anda juga dapat menyusun berbagai bantal besar untuk mengajak anak merangkak di atasnya.

Sensory play untuk batita (1–3 tahun), anda dapat mengajak anak bermain bayangan dengan menggunakan senter. Ajak anak berkreasi menciptakan berbagai bentuk bayangan dari tangannya, mengamati perubahan ukuran bayangan seiring jauh dekatnya ia dari tembok.

Anda juga dapat mengajak anak mengamati pencampuran warna cat, melakukan finger painting ataupun melukis dengan spons atau sayur mayur. Pada usia 2-3 tahun biasanya mereka mulai belajar mengenal warna. 

Kita dapat menyiapkan bola dan keranjang beraneka warna lalu meminta anak memasukkan bola ke keranjang yang warnanya sama. Anda juga dapat merebus mie atau bihun, berikan beraneka warna pewarna makanan dan biarkan anak berkreasi dengan mie warna-warninya.



Lagu “kepala, pundak, lutut, kaki” atau “head, shoulder, knees and toes” juga dapat dilakukan sebagai sarana sensory play untuk anak. Selain melatih body awareness dan gerak, melalui lagu anak dapat menyesuaikan gerakan dengan musik yang mereka dengar.

Sementara sensory play untuk usia 4–5 tahun, anda dapat ajak anak untuk menciptakan berbagai bentuk dengan playdough atau kinetic sand, mendengarkan musik, memainkan alat musik sesuai dengan nada dan ketukan, meniup seruling atau peluit dengan keras dan lembut lalu amati suaranya, menempel kertas origami dengan lem kanji, dan sebagainya.

Untuk pergerakan, kita dapat mengajak anak bermain “jalan binatang”. Kita sebutkan satu nama hewan lalu anak harus meniru bagaimana cara hewan tersebut berjalan. Anak juga boleh sambil menirukan suara dan ekspresi hewan selain meniru gerakan hewan tersebut. Anda dapat meminta anak meniru jalannya gajah, harimau, ular, kelinci, dan lain sebagainya.



Anda juga dapat mengajak anak bermain “mencari harta karun”. Anda sembunyikan harta karunnya terlebih dahulu lalu memberi arahan pada anak untuk dapat menemukannya. Misalnya, “maju dua langkah ke depan. Bergeser 3 langkah ke kanan. Mundur 1 langkah ke belakang”, dan lain sebagainya.

Meski banyak ide yang bisa dilakukan untuk melakukan sensory play, tetapi terkadang orang tua tetap kebingungan dengan bahan-bahan apa saja yang harus disiapkan. Sebenarnya bahan-bahan untuk sensory play tidak harus ribet kok. Misalnya dengan menggunakan barang-barang sederhana ini.

Bahan-bahan sensory play yang dibutuhkan

Bahan kering:
  • Aneka beras (beras putih, beras merah, beras dengan pewarna makanan, beras dengan aroma tertentu)
  • Biji-bijian (jagung, kacang kedele, kacang hijau)
  • Aneka pasta mentah (seperti biasa atau diberi pewarna makanan)
  • Sobekan kertas (kertas tissue, kertas HVS yang dipotong tipis, kertas krep)
  • Pom pom, cotton ball
  • Sereal
  • Pasir kering
  • Garam
  • Kancing berbagai ukuran dan warna
  • Bubuk kopi atau bubuk coklat
  • Sikat baju

Bahan basah:
  • Pasta yang sudah dimasak (dapat diberi pewarna makanan)
  • Pudding, gelatin
  • Lotion, body cream, body butter
  • Yoghurt
  • Air
  • Sabun (untuk membuat bubble atau gelembung sabun, atau diblender dengan air untuk menciptakan tekstur seperti foam)
  • Tanah lumpur
  • Kelopak bunga dan daun-daunan
  • Gel rambut atau gel lidah buaya
  • Water beads
  • Krim pencukur
  • Tepung maizena yang dicampur dengan air atau pewarna makanan atau shaving cream atau sabun
  • Sementara demi mendukung permainan, setidaknya ada alat-alat sensory play ini yang dibutuhkan.

Alat untuk membuat anak lebih terlibat dalam sensory play:
  • Gelas plastik, mangkok berbagai ukuran, wadah berbagai ukuran
  • Sendok takar
  • Gunting
  • Sendok eskrim
  • Silicone cup
  • Pipet

Alat untuk membantu agar tidak terlalu berantakan:
  • Loyang atau tampah
  • Box atau container plastik. Anda dapat menaruh alat-alat yang dibutuhkan sesuai dengan temanya. Misal: box untuk pasta, box untuk beras, dll.
  • Plastik besar
  • Plastic besar sebagai alas untuk bermain atau tikar
  • Tissu basah dan koran bekas
Itulah sejumlah ide bahan-bahan yang dapat digunakan untuk sensory play bersama si kecil. Cukup mudah bukan untuk mulai bermain sensory play sekarang?


Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020