Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Ini 5 Peralatan Isolasi Mandiri yang Wajib Dimiliki Pasien COVID-19

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
28 Sep 2021
Clock Icon
6 menit
Isolasi mandiri

Lemonizen, hingga pertengahan tahun 2021 ini angka COVID-19 masih tinggi. Sebagian besar orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan pun dianjurkan untuk menjalankan isolasi mandiri di rumah karena ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit tidak mencukupi.


Namun tidak perlu panik berlebihan ya, ketika seseorang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala tapi terkonfirmasi positif COVID-19, isolasi mandiri di rumah bisa dilakukan dengan aman. 


Menurut protokol yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan RI, isolasi mandiri di rumah harus dilakukan di kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain. Pasien juga harus menjaga kebersihan, menyempatkan diri untuk berjemur dan memanfaatkan layanan telemedicine agar bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatanya. 


Nah selama isolasi mandiri ada juga beberapa peralatan yang penting untuk disediakan di kamar pasien. Berikut ini peralatan isolasi mandiri yang wajib dimiliki pasien COVID-19!


1. Termometer 


Salah satu gejala yang paling umum dari infeksi COVID-19 adalah demam. Dalam kondisi normal suhu tubuh seharusnya berada di 36,5–37,2o Celsius tetapi di atas itu tubuh berarti sedang mengalami demam ringan. Tidak jarang, ketika demam tinggi tubuh bisa mencapai suhu 38o Celcius bahkan lebih.


Ada dua jenis termometer yang bisa digunakan Lemonizen. Pertama termometer digital yang digunakan dengan cara dijepit di antara ketiak, dubur atau dimasukkan ke dalam mulut. Kedua, termometer infrared yang digunakan dengan cara ditembakkan ke dahi.  


Sediakan termometer agar suhu tubuh selalu terpantau dengan baik dan dapat berkonsultasi dengan dokter jarak jauh. Pastikan juga untuk membaca buku manual termometer pilihanmu agar mendapatkan hasil pemeriksaan suhu yang akurat.


2. Oximeter


Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mewajibkan setiap orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk memiliki oximeter. Alat ini pada dasarnya digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Menurut WHO, alat ini penting dimiliki untuk memantau penurunan kadar oksigen yang tidak terduga pada pasien COVID-19. 


Dilansir dari Mayo Clinic, kadar oksigen normal seharusnya ada di antara 95 hingga 100 persen. Namun bila hasil oximeter berada di bawah 90, berarti kadar oksigen sudah rendah dan bisa menyebabkan dapat menyebabkan pusing, sesak, gangguan organ dalam tubuh, bahkan hingga halusinasi. 


Untuk menggunakannya, cukup simpan salah satu jari di antara capit oximeter. Tunggu sejenak hingga alat berhasil mengukur kadar oksigen dalam darah. Pastikan tangan sudah dicuci bersih dan tidak sedang menggunakan cat kuku, ya!


3. Masker dan disinfektan


Selama isolasi mandiri, menyediakan masker tetap penting, lho. Terlebih saat ini WHO juga sudah merekomendasikan penduduk dunia untuk menggunakan teknik double masking. Saat isolasi mandiri di rumah, pastikan setidaknya pasien COVID-19 memiliki persediaan masker medis maupun masker kain yang cukup. Masker medis juga perlu diganti setiap 4 jam sekali dan dibuang dengan cara yang aman.


Selain itu, penting juga untuk menyediakan cairan disinfektan agar barang-barang di dalam kamar tetap higienis. Disinfektan penting untuk rutin digunakan terutama pada barang yang sering disentuh oleh pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri. Misalnya gagang pintu, meja atau kursi yang digunakan. 


4. Obat-obatan dan vitamin


Setelah berkonsultasi dengan dokter, tentunya pasien COVID-19 akan diberikan obat-obatan yang sesuai lengkap dengan vitamin. Pastikan stok obat dan vitamin dikonsumsi dengan baik sampai waktu isolasi mandiri benar-benar selesai. 


Dan yang tidak kalah penting, pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter bila kamu memiliki penyakit kronis atau komorbid. Pasalnya penyakit komorbid membutuhkan obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Jangan sampai minum obat untuk covid tapi melupakan obat rutin, pun sebaliknya.



5. Makanan sehat 


Kemudian yang tidak kalah penting menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), selama isolasi mandiri pilihlah makanan dengan nilai gizi tinggi yang terjangkau, mudah diakses, dan memiliki umur simpan yang lebih lama.


Misalnya telur, buah dan sayur yang sudah dibekukan, ikan kalengan, susu rendah lemak, buah-buahan kering, kacang-kacangan dan biji-bijian. WHO juga mengingatkan pentingnya untuk memilih makanan dengan serat dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi.


Produk Lemonilo juga cocok lho untuk mengisi stok makanan selama isolasi mandiri di rumah. Selain terbuat dari bahan-bahan alami, Lemonilo juga bebas dari 3P (penguat rasa, pengawet, dan pewarna sintetis). Lengkap dengan pilihan camilan yang lebih sehat, Lemonilo bisa menjadi teman saat isolasi mandiri. 



Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.