Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Ini Penjelasan Dokter Seputar Penyebab dan Cara Atasi GTM Si Kecil

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
23 Aug 2021
Clock Icon
4 menit
Menghadapi bayi GTM

Bayi akan memasuki fase perkenalan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah berusia 6 bulan. MPASI diberikan dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi si kecil yang sudah tidak dapat dipenuhi secara utuh hanya dengan memberikan ASI. Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia si kecil.


Pada prosesnya, fase pemberian MPASI pada si kecil memang akan terbentur dengan beberapa tantangan. Salah satu yang akan sering dihadapi orang tua adalah sikap anak yang enggan menerima makanan atau biasa disebut dengan Gerakan Tutup Mulut (GTM). 


Mengapa Anak Enggan Menerima Makanan atau Melakukan GTM?



GTM pada anak ini tak jarang membuat Lemomoms panik bahkan akhirnya berpikir untuk menyerah memberikan MPASI buatan sendiri (home made). Mengambil jalan pintas agar si kecil tetap mau makan dan ‘yang penting ada yang masuk’, Lemomoms akhirnya memilih memberikan snack favorit atau terburu-buru mencari segudang vitamin karena khawatir si kecil kekurangan gizi. 


Padahal, kedua hal ini tidak memberikan solusi konkret untuk mengatasi GTM pada anak.


Cari Tau Penyebab GTM Pada Anak

Perlu orang tua ketahui, GTM pada anak tidak terjadi begitu saja. Ada banyak penyebab yang membuat anak menjadi susah makan atau menolak untuk makan. Misal keadaan tubuh yang sedang sakit, bosan, sedang tidak lapar, atau trauma terhadap makanan tertentu. 


Menurut penelitian multisenter Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), GTM pada anak paling sering disebabkan oleh inappropriate feeding practice (perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia anak). Hal ini sering terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian MPASI. 


Pola pemberian makan yang benar pada si kecil harusnya memerhatikan beberapa hal berikut: tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak ini mencakup tekstur makanan dan perbandingan makanan padat serta cair. 


Cegah GTM dengan Menetapkan Feeding Rules yang Benar

Feeding rules atau pola pemberian makanan yang benar dapat Lemomoms lakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Tetapkan jadwal makan harian. Sebaiknya terapkan pola 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan. Ini penring agar anak fokus pada waktu makannya dan tidak ada jadwal atau jam makan yang bertabrakan. Ini juga akan memberikan kesempatan pengosongan lambung anak.
  • Tidak membiarkan anak makan berlama-lama dalam satu kali makan. 
  • Pastikan makan anak tepat waktu. Pun, tepat secara kualitas (tekstur yang sesuai dengan usia) tepat jumlah/takaran serta perhatikan kebersihannya.
  • Buat lingkungan yang nyaman saat anak makan. Misalnya orang tua bisa dengan makan bersama di meja makan. Bila anak menolak makan, tawarkan secara halus tanpa memaksa.
  • Beberapa hal yang harus dihindari saat menerapkan pola makan si kecil:
  • Jangan memaksa anak untuk makan. Ini akan membuat anak trauma dan fase GTM jadi semakin berkepanjangan.
  • Hindari makan sambil melakukan aktivitas lain. Ini penting agar anak fokus terhadap proses makannya.
  • Jangan memberikan minum manis atau berperisa saat si kecil makan.

 

Yuk, Terus Berkreasi Saat Mengolah Makanan

Saat si kecil mulai bosan atau menolak makan, tidak ada salahnya bagi Lemomoms untuk coba mencari kreasi makanan baru. Lemomoms bisa menaikkan atau menurunkan sedikit tekstur makanan si kecil sembari menyesuaikan tekstur dengan usia mereka. Jangan lupa untuk memperkenalkan tekstur yang beragam seperti pasta, nasi, sereal, atau roti. 


Lemomoms  juga bisa mulai berkreasi dengan memberikan variasi finger-food. Lemomoms bisa mengombinasikan buah, sayuran, daging, maupun ikan untuk dijadikan finger-food sehingga piring makan si kecil akan lebih berwarna-warni dan menggugah selera. 


Lemomoms juga bisa menggabungkan makanan kesukaannya dengan bahan makanan lain, misal dengan membuat nugget yang berisi ikan dan sayuran, perkedel dengan keju, serta jenis makanan lainnya. Dengan begitu anak tidak kekurangan gizi walau sedang GTM.


Jika si kecil masih menolak makan, tawarkan makan dengan persuasif hingga beberapa kali. Si kecil biasanya akan mau mencoba makanan setelah melihatnya 10-15 kali. Dorong anak untuk menggunakan seluruh indera nya saat makan.


Saat pertama kali menawarkan si kecil makan, mungkin si kecil hanya akan ‘melihat’ saja makanan yang disajikan. Lemomoms bisa mendorong mereka untuk mencium, menyentuh, atau menjilat makanan tersebut sehingga mereka bisa lebih tertarik untuk makan. Jika kemudian si kecil mau mencoba untuk melanjutkan makannya, jangan lupa berikan mereka pujian ya.


Selamat mencoba tipsnya dan jangan patah semangat, ya Moms!

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.