Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Inilah 3 Penyebab Bayi Muntah yang Wajib Bunda Ketahui

Rizki Indra
Rizki Indra
24 Aug 2021
Clock Icon
3 menit
Penyebab bayi muntah penting diketahui dari dini agar bayi tetap sehat dan tidak sakit.

Bayi muntah memang sering kali terjadi bahkan setiap hari setelah minum ASI. Ada beberapa penyebab bayi muntah, pada kasus ringan seperti gumoh atau muntah setelah minum ASI biasanya terjadi karena si kecil menelan udara saat menyusu atau karena terlalu banyak ASI yang dia minum. Mengingat bahwa lambung bayi yang kecil sehingga mudah penuh.


Sebagian besar orang menganggap muntah dan gumoh merupakan sesuatu yang sama. Namun sebenarnya gumoh merupakan suatu kondisi dimana si kecil melepehkan atau mengeluarkan isi perut saat bersendawa. Sedangkan muntah merupakan kondisi dimana bayi mengeluarkan isi perutnya secara paksa.


Meskipun bukan hal yang serius LemoMoms harus bisa menentukan durasi yang tepat saat menyusui si kecil. Agar si kecil tidak mengalami gumoh. Namun muntah pada bayi juga bisa disebabkan oleh gangguan yang cukup berbahaya dan harus diwaspadai. Terutama jika si kecil berkali-kali muntah dan semburannya kuat. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan pertanda kesehatan si kecil yang terganggu. Berikut beberapa penyebab bayi muntah yang harus LemoMoms tahu dan waspadai:

1. Refluks Asam Lambung


Refluks atau gumoh bisa semakin memburuk pada beberapa minggu atau bulan pertama saat bayi lahir. Meskipun tidak begitu intens tapi muncul setiap waktu. Kondisi tersebut terjadi ketika otot di ujung bawah esofagus terlalu rileks sehingga membuat isi perut naik kembali ke atas.


Kondisi seperti ini disebut refluks asam lambung. Untuk mengatasinya LemoMoms bisa mencoba mengentalkan susu dengan menggunakan sereal bayi sesuai petunjuk dokter. Jangan memberikan banyak ASI kepada si kecil sebaik berikan secara sedikit demi sedikit.

2. Mengalami Infeksi


Penyebab bayi muntah di beberapa bulan pertama biasanya karena disebabkan oleh infeksi di bagian perut. Paling sering disebabkan karena infeksi virus, tapi beberapa kejadian juga disebabkan karena bakteri dan parasit. Ketika si kecil mengalami muntah yang disebabkan oleh infeksi. Biasanya akan disertai dengan demam, diare, mual, dan sakit perut. Infeksi tersebut biasanya menular bisa jadi si kecil tertular dari temannya atau orang-orang di sekitarnya.


Salah satu infeksi yang paling sering dialami si kecil adalah rotavirus. Biasanya bayi yang mengalami rotavirus akan disertai demam dan diare. Virus tersebut sangat menular, tapi LemoMoms tidak perlu cemas karena sudah ada vaksin yang dapat mencegah penyebaran virus tersebut.


Selain infeksi tersebut, ada beberapa infeksi di bagian luar gastrointestinal yang menjadi penyebab bayi muntah. Di antaranya adalah infeksi sistem pernapasan, infeksi saluran kemih otitis media, usus buntu, dan meningitis.

3. Terjadi Penebalan Otot di Ujung Perut


Penyebab bayi muntah selanjutnya yaitu akibat terjadi penebalan otot di ujung perut. Kondisi tersebut juga disebut dengan hypertrophic pyloric stenosis. Biasanya dialami bayi di antara umur 2 minggu hingga 4 bulan. Kondisi ini membuat makanan tidak dapat masuk menuju usus. Sehingga membuat bayi muntah dan diperlukan tindakan medis secepatnya.


Untuk menangani kondisi tersebut biasanya akan dilakukan tindakan operasi untuk membuka area yang menyempit. Gejala-gejala yang timbul biasanya bayi muntah hebat dan muncul selama 15 hingga 30 menit atau setelah selesai makan.


Itulah beberapa penyebab bayi muntah, ketika LemoMoms mendapati muntahan bayi tidak wajar. Seperti disertai empedu atau lendir hijau, perut membengkak, muncul tanda dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil. Sebaiknya si kecil segera dibawa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat dan tidak terjadi masalah yang fatal.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.