Inilah Gejala Batu Ginjal (Kencing Batu), Apa saja Penyebabnya?

27 Jul 2020 @ 16:22:25
Penyakit batu ginjal termasuk penyakit berat yang membutuhkan penanganan medis untuk mengobatinya. Penyakit batu ginjal terjadi diakibatkan karena makanan dan kondisi kesehatan yang sering disepelekan banyak orang. Batu ginjal yang terbentuk ini berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang seiring waktu akan mengendap dan mengkristal di dalam ginjal. Untuk dapat menangani masalah kesehatan ini kamu perlu tahu gejala batu ginjal dan penyebabnya.

1. Tubuh Demam Hingga Menggigil



Gejala pertama adalah adanya kondisi demam. Jika batu ginjal sudah memasuki saluran kemih, akan menyebabkan luka yang memicu infeksi di saluran kemih. Salah satu gejala dari masalah kesehatan ini yaitu munculnya demam tinggi hingga menggigil. Jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan menyebabkan gejala yang jauh lebih serius.

2. Pembengkakan Ginjal



Batu ginjal yang berukuran kecil akan keluar lewat urine dengan sendirinya, namun di banyak kasus, batu ginjal memiliki ukuran yang besar sehingga tidak bisa dikeluarkan secara alami oleh tubuh yang akhirnya terjebak di dalam ginjal atau saluran kemih. Jika sampai hal ini terjadi, akan terjadi pembengkakan parah pada ginjal yang bisa memicu susah saat buang air kecil atau buang air kecil yang tidak tuntas.

3. Nyeri di Beberapa Bagian Tubuh



Gejala akibat batu ginjal bisa terasa ringan sampai berat. Batu ginjal yang lebih besar akan menyebabkan rasa sakit ketika turun ke ureter dan keluar dari tubuh melalui urin. Bagian tubuh yang sering merasakan nyeri terkait batu ginjal adalah punggung bagian bawah, perut bagian bawah, daerah selangkangan, dan di bawah tulang rusuk. Rasa sakit akan datang dengan bergelombang. Kamu juga mungkin sering mengalami nyeri saat buang air kecil.

4. Mual dan Muntah



Rasa sakit yang diakibatkan batu ginjal mungkin begitu parah sehingga membuat kamu mengalami mual dan muntah. Ketika batu ginjal bergerak ke ureter dan menghalangi aliran urin, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang digambarkan lebih buruk daripada melahirkan.  Nyeri hebat, mual, dan muntah akibat batu ginjal ini harus diobati dengan obat nyeri yang kuat, antiemetik, dan cairan infus.

5. Darah dalam Urin



Darah dalam urin yang sering disebut dengan istilah hematuria adalah gejala batu ginjal sering terjadi. Munculnya darah ini berasal dari luka yang disebabkan oleh batu ginjal ketika melewati saluran kencing atau ureter. Batu ginjal tersebut menyebabkan luka dan mengiritasi ureter dan biasanya darah akan ikut keluar saat kamu buang air kecil. Warna Urin mungkin akan terlihat merah muda atau kemerahan tergantung pada beratnya pendarahan. Darah dalam urin termasuk gejala serius dari penyakit batu ginjal.

6. Urin Berwarna Keruh



Warna urin pada orang dengan kondisi kesehatan yang baik biasanya berwarna bening atau kuning, tetapi orang yang memiliki batu ginjal warna urinnya berwarna keruh dan sangat berbau.  Hal ini terjadi sebagai tanda infeksi yang berhubungan dengan batu ginjal. Bila warna urin kamu berubah keruh dan disertai gejala batu ginjal lainnya. Ada baiknya, segera konsultasikan hal ini kepada dokter terdekat di daerah kamu untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Itulah gejala batu ginjal yang harus kamu ketahui sebagai antisipasi bila mengalami salah satu gejala di atas. Dengan mengetahui berbagai gejala ini, diharapkan kamu bisa mengantisipasi sedini mungkin adanya penyakit ini. 

Artikel Terkait

Kurang Minum Sebabkan Dehidrasi, Apa Gejala dan cara Mengobatinya?
Kebiasaan minum yang sangat sedikit bisa menyebabkan dehidrasi tubuh, lalu bagaimana cara jika dehidrasi sudah terlanjur..
Rizki Indra
31 Juli 2020
7 Manfaat Senam Kegel, Bagaimana Cara Melakukanya?
Senam kegel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, khususnya bagi para wanita. Inilah berbagai manfaat tersebut...
Rizki Indra
31 Juli 2020
Apa Kabar Ayla Dimitri, Our Lemonilo Crush July Selama Pandemi?
Ayla Dimitri justru menemukan banyak hal baru bagi dirinya selama quarantine di masa pandemi..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2020