Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Mengatasi Parental Burnout yang Bisa Dilakukan

Adisti F. Soegoto
Adisti F. Soegoto
19 Nov 2021
Clock Icon
11 menit
Cara Mengatasi Parental Burnout yang Bisa Dilakukan

Lemoparents, sudah pernah mendengar istilah parental burnout, kan? Ya, salah satu fase yang bisa saja terjadi dan dialami oleh orang tua. Tentu saja hal ini harus segera diatasi dengan baik dan cepat. Perlu diketahui, parental burnout dapat terwujud ke dalam 3 aspek, seperti emosi (merasa tidak berdaya menghadapi situasi), kognitif (kesulitan berpikir jernih), dan fisik (kelelahan yang ekstrem). 


Jika tidak segera diatasi dengan baik, parental burnout dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental Lemoparents. Parental burnout juga dapat mengganggu relasi atau hubungan Moms dengan pasangan, anak, teman, dan keluarga. Saat mengalami parental burnout, Moms akan sulit untuk connect dengan anak dan sulit juga untuk menikmati momen bersama si kecil. Parental burnout bahkan meningkatkan risiko terjadinya child abuse, pengabaian terhadap anak, dan KDRT. Tentunya kondisi ini berpengaruh terhadap kesehatan mental anak sepanjang hidupnya. 


Komunikasi Moms dengan pasangan juga akan semakin bermasalah. Merasa berjarak dengan pasangan, merasa kurang mendapat support dari pasangan, komunikasi pun sering diwarnai dengan emosi yang kuat sehingga rentan memicu kesalahpahaman, adu argumen, bahkan merasa benci terhadap pasangan. Pada aspek fisik, parental burnout dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang juga berpengaruh terhadap menurunnya gairah seksual. Jika Lemoparents memiliki kualitas tidur yang buruk, risiko memiliki penyakit jantung dan diabetes akan meningkat. Tingkat stres yang tinggi juga rentan memicu berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.


(Baca Juga: Mengenal Parental Burnout dan Ciri-cirinya, Lemoparents Wajib Tahu!)

 

Mengalami parental burnout memang sangat tidak enak dan membuat diri tidak nyaman. Berikut ini beberapa hal yang dapat dlakukan untuk mengatasi parental burnout yang dialami. Jika langkah-langkah berikut belum membantu, ada baiknya Moms atau Dads segera mencari bantuan profesional sebelum kondisi menjadi bertambah parah.


Terbuka untuk Membicarakan Kondisi yang Dialami

Bersikap terbuka untuk membicarakan apa yang dirasakan saat ini dapat membantu Lemoparents mendapat dukungan dan bantuan yang dibutuhkan. Namun, yang sering terjadi adalah kita sulit mengakui bahwa diri sedang struggling, stres, dan mengalami parental burnout. Sering kali kita khawatir dianggap sebagai orangt ua yang buruk dan tidak bersyukur jika mengatakan kita stres dalam menjalani peran sebagai orang tua. Itulah mengapa orang tua yang mengalami parental burnout sering kali merasa terasing dan malu, yang membuat mereka semakin sulit mendapatkan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan. 


Membicarakan kondisi parental burnout yang dialami dalam lingkungan yang tidak menghakimi bisa membantu Lemoparents merasa “it’s okay not to be okay”. Tidak merasa malu dan gagal sebagai orang tua karena mengalaminya. Jika parental burnout yang dialami sudah dalam tahap ekstrem di mana muncul pikiran bunuh diri, segeralah mencari bantuan profesional. 


Evaluasi Kembali Stres yang Dialami

Dalam masa pandemi semakin banyak orang tua yang mengalami burnout. Namun, pandemi dan lockdown bukanlah penyebab utama seseorang mengalami burnout. Bagaimana persepsi Lemoparents terhadap kondisi yang dialami lebih berperan daripada lockdown itu sendiri. Apakah merasa terjebak bersama anak 24/7 atau merasa situasi ini merupakan kesempatan menciptakan bonding yang lebih baik bersama anak. 


Perspektif negatif akan membuat Lemoparents semakin lelah dan kewalahan saat menjalani parenting. Jika saat ini Lemoparents merasa kelelahan dan kewalahan, coba lihat kembali bagaimana perspektif terhadap parenting. Cari hal-hal kecil yang masih dapat disyukuri dan dikembangkan dari perjalanan parenting ini. Cara ini membantu Lemoparents untuk reframe situasi sulit sebagai tantangan yang bisa dihadapi, bukan lagi situasi yang membuat diri merasa terjebak tidak berdaya atau korban dari keadaan. 


Buat Perubahan Kecil

Berbeda dengan burnout pada pekerjaan, parental burnout dapat lebih intense karena kita tidak bisa “cuti” apalagi “resign” dari peran yang dijalani. Ketika kita merasa kewalahan dengan stres yang dialami, penting sekali untuk mencari berbagai cara kecil untuk mengurangi stres level yang dialami.


Pertama-tama, Lemoparents perlu fokus dalam membedakan mana saja kondisi yang tidak bisa diubah dan bisa diubah. Kondisi yang sulit atau tidak bisa diubah misalnya, anak kita merupakan anak berkebutuhan khusus, suami dinas di luar kota, dan lain sebagainya. Kondisi-kondisi tersebut memang dapat memicu stres, tapi tidak banyak yang dapat diubah. Coba lihat hal-hal kecil yang masih dapat Lemoparents ubah, seperti buat menu makan mingguan sehingga Moms tidak perlu kewalahan menyiapkan menu dan memasak 3 kali sehari, mengatur pekerjaan rumah seperti apa saja yang tidak perlu dilakukan setiap hari, dan lain sebagainya.

 

Kembangkan Parenting Skill

Ketika Lemoparents merasa burnout, sering kali beban bertambah karena merasa jauh dari konsep “orang tua yang baik”. Dihantui oleh perasaan bersalah, malu, atau merasa gagal menjadi orang tua. Untungnya, saat ini begitu mudahnya mengakses berbagai informasi. Coba kembangkan parenting skill dengan membaca buku, mengikuti webinar atau kelas parenting, atau berbagi dengan sesama orang tua sehingga Lemoparents merasa lebih berdaya dan tahu apa yang perlu dilakukan. 


Berhenti Mengatakan “seharusnya…”

Orang tua yang perfeksionis, yang menaruh standar yang tinggi sering kali lebih rentan mengalami burnout. Mereka sering kali membebani diri dengan ekspektasi yang tidak realistis, dan merasa bersalah ketika tidak dapat memenuhinya. Coba ganti kata “seharusnya” dengan “akan lebih baik jika…”. Misalnya, “Seharusnya saya punya tenaga untuk bermain bersama anak” diganti dengan “akan lebih baik jika saya masih punya tenaga untuk bermain bersama anak”. Kalimat ini membantu Lemoparents mengatasi  kondisi yang dihadapi saat ini, bukan kondisi ideal yang diharapkan.


Sempatkan Istirahat Sejenak

Jangan lupa, self care is a must! Sempatkan untuk istirahat sejenak. Self care tidak harus sesuatu yang besar seperti solo trip ke tempat wisata favorit. Break sejenak dari kegiatan rutin juga dapat membantu. Manfaatkan mandi sebagai me time Lemoparents, seperti mandi dengan sabun favorit, nyalakan lilin beraroma, sempatkan sambil membaca buku, dan lain sebagainya. 


Hal kecil sering kali lebih mudah diakses dan dilakukan dibanding sesuatu yang besar. Break sejenak juga memberikan kesempatan bagi Lemoparents melihat kembali kondisi yang dialami. Menyadari betapa besarnya beban yang diletakkan ke diri sendiri, menyadari berbagai perubahan kecil yang dapat dilakukan, dan mengapresiasi diri betapa hebatnya Lemoparents sudah melangkah sejauh ini. 


Temukan Makna dalam Menjalani Parenting

Saat Lemoparents merasa detach dari peran sebagai orang tua, coba ingat kembali apa makna menjadi orang tua bagi diri sendiri? Apa saja nilai yang ingin diciptakan sebagai orang tua? Apa saja hal positif yang disukai dari si kecil? Sejak menjadi orang tua, apa saja kualitas yang berkembang dari diri sendiri? Apa yang Lemoparents rasakan saat pertama kali mengetahui akan menjadi orang tua? Apa yang dirasakan ketika pertama kali memeluk si kecil? Menemukan kembali makna parenting bisa membantu Lemoparents untuk dapat lebih menikmati perjalanan menjadi orang tua. 


Mengalami parental burnout memang bukan hal yang menyenangkan dan tidak mudah untuk dijalani. Apabila Lemoparents mengalami kondisi tersebut, coba lakukan cara-cara di atas untuk mengatasinya. Namun, jika sudah terlalu lama terjadi dan semakin parah, sebaiknya jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain bahkan bantuan profesional. Semoga bermanfaat informasi yang diberikan, Lemoparents!

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.