Kenali Rabun Jauh (Miopi), Apa Saja Gejala dan Penyebabnya

27 Aug 2020 @ 13:50:05
Miopi atau rabun jauh adalah sebuah gangguan pada penglihatan yang menyebabkan objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Namun tidak ada masalah jika melihat objek yang letaknya dekat. Istilah miopi atau rabun jauh dalam masyarakat sering dikenal dengan mata minus. Mata minus ini umumnya sering terjadi pada anak usia remaja hingga dewasa. Apa saja sebenarnya gejala dan penyebab mata minus ini?

1. Faktor Keturunan



Tidak dapat dipungkiri, ternyata gen atau faktor keturunan bisa menyebabkan seseorang mengalami  miopi. Bahkan, seseorang yang orangtuanya mengalami miopi memiliki risiko lebih besar untuk menderita miopi juga. 

Gejala awal yang bisa saja dialami oleh seseorang yang terkena miopi atau mata minus adalah terkadang munculnya kilatan-kilatan cahaya pada salah satu atau kedua mata. Jika kamu mengalami kondisi ini, maka kamu bisa segera konsultasi ke dokter.

2. Kurang Sinar Matahari



Seseorang yang jarang beraktivitas di luar ruangan juga lebih berisiko untuk menderita penyakit ini. Pasalnya, orang yang jarang keluar, akan kekurangan vitamin D alami yang berasal dari cahaya matahari. Siapa sangka, jika mata juga membutuhkan vitamin D alami dari matahari.

Seseorang dengan gejala mengalami mata minus atau miopi ini biasanya akan merasakan pusing berkunang-kunang, hingga muncul bayangan seperti tirai pada penglihatan. Hal ini bisa terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh pada tempat yang semestinya, dalam hal ini adalah retina. 

3. Kekurangan Vitamin D



Seperti yang sudah disinggung pada poin di atas, ternyata cahaya matahari juga sangat berpengaruh bagi kesehatan mata. Bahkan sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang mengalami kekurangan vitamin D akan berisiko tinggi mengalami miopi. Untuk mencegah hal ini, kamu bisa lebih banyak lagi berjemur di bawah sinar matahari pagi pada jam 07.00 – 09.00 yang masih bagus untuk kesehatan.

Tidak ada salahnya juga jika kamu mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin D. Kamu bisa membeli buah-buahan maupun sayuran segar di Lemonilo. Karena produk dari Lemonilo sudah terbukti rendah gluten dan dirawat tanpa tambahan pestisida yang bisa membahayakan tubuh.

4. Kebiasaan Membaca Terlalu Dekat


Tidak asing memang jika mereka yang kutu buku lebih banyak menggunakan kacamata minus. Hal ini dikarenakan jarak membaca yang terlalu dekat sehingga mempengaruhi posisi retina. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi karena bentuk bola mata yang lebih panjang dari bola mata normal.

Untuk mengatasi hal tersebut, alangkah baiknya jika kebiasaan membaca buku mulai saat ini tidak begitu dekat. Jangan sampai membaca sambil tiduran. Apalagi jika membacanya via gadget. Hal itu bisa berakibat double bagi kesehatan mata. Selain terkena pancaran sinar yang berasal dari gawai, mata kita juga dipaksa untuk melihat tulisan-tulisan yang terpampang di layar gadget.

5. Kebiasaan Menonton Tak Kenal Waktu



Ultimatum pemerintah untuk tetap di rumah saja atau pun karantina mandiri memang membuat sebagian orang menyelami kegemarannya masing-masing. Mulai dari menghabiskan waktu untuk membaca, menamatkan streaming nonton film, maupun hal lainnya. 

Tapi tahukah kamu, jika menonton streaming film dengan jarak terlalu dekat dengan monitor ternyata sangat berimbas bagi kesehatan mata. Bahkan hal ini menjadi penyebab miopi atau rabun jauh tanpa disadari. Untuk itu, mulai sekarang lebih bijaklah untuk memperlakukan kesehatan matamu. Jangan dipaksa untuk menamatkan episode film jika memang sudah waktunya untuk beristirahat.

Itulah kelima penyebab dan juga gejala seseorang terkena miopi atau rabun jauh. Untuk menjaga kesehatan mata, kamu bisa mengonsumsi makanan maupun minuman yang banyak mengandung vitamin A seperti wortel. 

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020