Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Ketahui 4 Penyebab Anak Hiperaktif dan Cara Mengontrolnya

Rizki Indra
Rizki Indra
18 May 2021
Clock Icon
4 menit
Penyebab anak hiperaktif penting diketahui sejak dini.

Banyak orang beranggapan bahwa anak yang tidak bisa diam masuk dalam kategori anak hiperaktif. Padahal tidak bisa dipukul rata seperti itu. Ada yang membedakan antara anak yang aktif dan hiperaktif. Hiperaktif adalah kondisi anak yang sangat aktif tanpa kenal waktu, tempat, dan situasi sekitar. Di bawah ini akan dipaparkan penyebab anak hiperaktif, namun sebelum itu mari simak tanda-tanda anak yang mempunyai kondisi hiperaktif di bawah ini.

banner consideration shipping bg blue
  • Berlari dan berteriak ketika bermain walau di dalam ruangan sekalipun.
  • Asik berjalan dan berdiri di tengah kelas saat guru memberi materi pelajaran.
  • Berbicara terus menerus.
  • Mengganggu orang lain.
  • Gelisah jika tidak ada sesuatu yang ia mainkan.
  • Bermain kadang terlalu kasar hingga membuat mainan rusak dan melukai dirinya sendiri atau orang lain.
  • Gerakannya cepat sampai menabrak orang lain atau barang-barang.
  • Kesulitan fokus, baik ketika belajar, bermain, atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab Anak Hiperaktif


Hiperaktif bukanlah suatu penyakit tersendiri, ia hanya kondisi dimana seseorang sangat aktif melakukan apapun. Tanpa kenal ruang dan waktu. Kondisi tersebut membuat anak kesulitan berkonsentrasi. Lantas, apa yang menyebabkan anak hiperaktif? Simak ulasan di bawah ini.

1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian adalah pengertian dari ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Rata-rata anak yang mempunyai gangguan ini sangat impulsif dan hiperaktif. Hal ini membuat anak sulit mengikuti pelajaran (jika kasusnya di sekolah) yang berdampak pada prestasinya di sekolah dalam pemeringkatan juara kelas.

2. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah penyakit yang disebabkan kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Kondisi ini berpengaruh pada metabolisme tubuh yang mengalami proses percepatan. Akibatnya, menimbulkan gejala tangan gemetar, jantung berdebar, dan berat badan turun drastis sehingga membuat cemas yang pada akhirnya membuat seorang anak hiperaktif.

3. Gangguan Otak dan Gangguan Saraf Pusat

Penyebab anak hiperaktif salah satunya ditandai dengan adanya gangguan yang terjadi pada otak dan saraf pusat. Ketika kedua organ tersebut terganggu, maka akan mempengaruhi kondisi fisik seorang anak. Anak mudah gelisah karena adanya pesan yang tidak tersampaikan dari otak ke saraf pusat.

4. Gangguan Psikologi

Gangguan psikologi memang persoalan serius yang dapat membuat seseorang mengalami sakit mental. Sementara fisik juga dapat dipengaruhi oleh sebab gangguan psikologi, salah satunya adalah hiperaktif. Penyebab anak hiperaktif salah satunya berasal dari gangguan psikologi anak.

banner consideration promotion bg blue

Cara Mengontrol Anak Hiperaktif


Mengontrol anak hiperaktif sangat dibutuhkan orang tua. Orang tua menjadi pengontrol utama dan yang berperan paling penting. Oleh sebab pendidikan pertama adalah dari keluarga. Berikut beberapa cara untuk mengontrol anak hiperaktif.

1. Menjauhkan Anak dari Hal-Hal yang Membuat Tidak Konsentrasi

Menjauhkan dari hal yang mengganggu konsentrasi tidak melulu anak ditempatkan di tempat yang sunyi tanpa ada siapapun dan apapun. Namun, membuat anak merasa nyaman sudah cukup mengalihkan perhatiannya.

2. Menjadwalkan Olahraga

Olahraga melatih anak untuk disiplin, mengatur energi, dan mengontrol diri.

3. Membuat Jadwal Terstruktur

Jadwal yang terstruktur melatih anak untuk memperhatikan apa yang harus diutamakan untuk dilakukan.

4. Membuat Peraturan yang Jelas dan Konsisten

Peraturan yang jelas membantu orang tua untuk mengontrol anak hiperaktif. Dengan konsekuensi yang jelas dan benar-benar dilakukan membuat anak memahami apa yang boleh dan tidak ia lakukan.

5. Bermain di Luar Rumah

Bermain di luar rumah juga dapat mengontrol anak hiperaktif. Ia diajarkan untuk bersosialisasi dengan orang lain dan berhati-hati dalam bersikap sehingga tidak melukai diri sendiri maupun orang lain.

6. Meredam Amarah Anak

Semakin marah, anak semakin hiperaktif. Oleh sebab itu mengontrol anak hiperaktif dengan cara meredam amarahnya adalah hal yang harus dilakukan agar tidak semakin meledak amarahnya dengan membuat kegaduhan.

7. Memberi Makanan Bergizi

Makanan bergizi merupakan asupan yang harus diberikan kepada anak hiperaktif agar dapat meminimalisir kondisinya. Beberapa sumber mengatakan bahwa gula menyebabkan anak hiperaktif karena konsumsi gula dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula secara tiba-tiba yang membuat anak rewel.

banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Demikianlah penyebab anak hiperaktif dan cara mengontrolnya. Semoga penjabaran di atas dapat menambah wawasan untuk merawat anak-anak di sekeliling kita, ya!

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.