Langkah Bijak Agar Asam Lambung Tak Naik Saat Puasa

14 Mei 2019 @ 23:12:49
Meskipun setiap manusia memiliki asam lambung dan asam lambung diproduksi alami oleh tubuh untuk mengaktifkan enzim pencernaan, namun kadar asam lambung berlebih dalam tubuh akan memunculkan reaksi yang tidak biasa. Saat puasa, banyak orang yang mengeluhkan kadar asam lambungnya meningkat sehingga mengganggu ibadah dan aktivitas karena tubuh jadi tidak nyaman. Gejala yang biasa muncul saat kadar asam lambung tinggi biasanya mual, muntah, perut terasa penuh seperti diisi dengan balon gas yang perlahan-lahan memaksa untuk keluar dari kerongkongan.

Ternyata Ini yang Membuat Asam Lambung Naik Saat Puasa!

Dr.Ranti Astria Hannah, SpA yang ditemui Lemonilo menjelaskan asam lambung yang naik pada saat puasa salah satunya terjadi karena perubahan pola atau waktu makan. Tubuh manusia pasti akan beradaptasi terhadap perubahan namun itu terjadi secara perlahan, oleh sebab itu biasanya kadar asam lambung naik ini hanya terjadi di masa awal-awal puasa saja. 

Begini ilustrasinya; selama sebelum puasa tubuh punya pola makan dan kebiasaannya sendiri seperti sarapan pada pukul 07.00 pagi, jadi asam lambung biasanya diproduksi oleh tubuh pada jam tersebut. Nah, saat puasa jadwal dan pola makan bergeser. Sarapan dilakukan lebih awal pada saat sahur sehingga perut kosong saat asam lambung memproduksi cairan pada pukul 07.00. Alhasil, asam lambung yang diproduksi tidak mencerna apapun dan malah mengiritasi si dinding lambung. Gejala iritasi lambung ini biasanya orang-orang kenal dengan maag.

Seraya menunggu tubuh yang pasti beradaptasi dengan pola makan saat puasa, penting bagi kita untuk mengambil langkah bijak selama puasa untuk meminimalisir produksi asam lambung yang berlebih sehingga tubuh tetap sehat dan aktivitas tetap lancar. Berikut tipsnya!

1. Hindari Konsumsi Makanan yang Bisa Merangsang Lebih Banyak Asam Lambung

Pilih makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan hindari makan makanan yang dapat merangsang naiknya asam lambung ke kerongkongan seperti makanan pedas, asam dan minuman bersoda. Bagi kamu yang punya riwayat GERD, disarankan untuk makan makanan yang mudah dicerna, rendah lemak dan tidak mengandung gas. Hindari makanan yang tinggi serat dan jenis makanan yang sulit dicerna karena dapat membuat kerja lambung jadi lebih berat.

2. Jangan Makan Terlalu Banyak Dalam Waktu Singkat

Kita lazim lapar mata saat berbuka puasa sehingga sering kali makan terlalu banyak jenis makanan dalam waktu yang singkat. Saat makan terlalu banyak tanpa jeda, lambung mendapat sinyal untuk memproduksi asam lambung dengan banyak sehingga tubuh menjadi begah. Makanlah dengan porsi kecil dan kunyah dengan benar agar lambung lebih mudah beradaptasi dan dapat mencernanya dengan benar.

3.  Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur

Langsung tidur setelah sahur bisa membuat refluks asam lambung naik ke kerongkongan bersama dengan makanan yang tadinya dimakan. Pencernaan kita membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi usai makan, jika langsung tidur bisa jadi ada makanan yang belum dicerna dengan baik di perut sehingga berdampak pada naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menimbulkan nyeri ulu hati. Baiknya beri jeda satu hingga dua jam usai sahur jika pun kemudian berencana tidur kembali usai sahur.


Artikel Terkait

Selain Ramah Lingkungan, Inilah 5 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Tubuh Kita
Selain menyenangkan untuk dilakukan, inilah berbagai manfaat bersepeda untuk kesehatan tubuh..
Rizki Indra
22 Oktober 2020
Manfaat Kumis Kucing dan Cara Pengolahannya yang Baik dan Benar
Tanaman kumis kucing dikenal memiliki banyak manfaat, inilah manfaat kumis kucing selengkapnya..
Rizki Indra
22 Oktober 2020
Baik Untuk Kesehatan, Ini 7 Manfaat Olahraga Renang yang Rutin
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat renang yang sangat baik untuk kesehatan tubuh loh!..
Rizki Indra
20 Oktober 2020