Lemonilo Mie Turun Harga? Kok Bisa?

22 Okt 2018 @ 12:01:41
Di tengah ketatnya persaingan bisnis mie instan di Indonesia, Mie Instan Alami Lemonilo hadir menembus pasar. Sejak tahun 2017, produk mie instan buatan “startup” karya Shinta Nurfauzia, Johannes Ardiant dan Ronald Wijaya ini hadir sebagai angin segar; sebagai opsi mie instan yang lebih sehat. 

Lemonilo, startup berbasiskan teknologi yang bekerja sama dengan UKM-UKM untuk membuat berbagai produk sehat dan alami ini, seakan-akan ingin menghadirkan jawaban di tengah fenomena merosotnya industri mie instan. Untuk pertama kalinya, Indonesia mengalami penurunan jumlah konsumsi mie instan yaitu dari 13.01 miliar bungkus di tahun 2016 ke 12.62 miliar bungkus di tahun 2017. 

Lemonilo Mie Instan Alami turun harga

“Kami percaya fenomena ini terjadi karena terdapat perubahan yang cukup signifikan dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia. Dulu, kebutuhan konsumen atas produk makanan hanyalah sekedar untuk mengisi perut. Sekarang, seiring dengan adanya perbaikan daya beli masyarakat maka konsumen memiliki kesempatan untuk memilih produk yang lebih baik untuk tubuh serta mengurangi konsumsi produk yang tidak sehat. Karena itulah kami menghadirkan mie instan Lemonilo, yang hadir sebagai alternatif mie instan dari bahan alami, tanpa pengawet, pewarna, tanpa tambahan MSG, maupun bahan-bahan berbahaya lainnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Shinta Nurfauzia, CEO Lemonilo. 

Turunnya Harga Karena Peningkatan Produksi

Turunnya Harga Karena Peningkatan Produksi

Saat pertama kali diluncurkan, Mie Instan Lemonilo dibanderol dengan harga Rp 8.200-9.500. Namun, dengan adanya permintaan yang sangat tinggi dari pasar, maka ongkos produksi Lemonilo di tahun 2018 bisa turun secara signifikan. Uniknya, bertolak belakang dengan strategi pricing perusahaan FMCG lainnya, startup ini memutuskan untuk menurunkan harga eceran ke konsumen saat produk mereka tengah naik daun. 

Dalam siaran pers dari Lemonilo, mulai hari ini produk Mie Instan Lemonilo rasa mie goreng akan dijual dengan harga Rp 6.400 - 7.200 per bungkus dengan rasa, kualitas, dan ukuran yang sama baiknya dengan versi sebelumnya. 

Produk ini juga tidak hanya bisa didapatkan secara online melalui situs Lemonilo.com, karena kini sudah hadir di lebih dari 500 supermarket seluruh Indonesia. “Permintaan Mie Instan Lemonilo meningkat secara pesat setiap bulannya. Adanya kenaikan volume ini membuat kami berhasil menurunkan ongkos produksi secara signifikan, dengan dukungan para UKM yang menjadi mitra produsen Lemonilo. Karenanya, sebagai bukti komitmen kami untuk membuat hidup sehat menjadi terjangkau bagi masyarakat Indonesia, kami memutuskan untuk mengembalikan margin yang kami dapatkan kepada masyarakat dalam bentuk penurunan harga. Harapan kami, semoga lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa memulai hidup yang lebih sehat dengan produk Mie Lemonilo,” lanjut Shinta. 

Saat ini, terdapat sekitar 300 UKM yang menjadi mitra Lemonilo dan puluhan diantaranya terpilih menjadi mitra produsen Lemonilo untuk membuat berbagai produk sehat dan alami di bawah bendera Lemonilo. 

Artikel Terkait

Bahaya, Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia!
Apa kamu warga ibukota yang sering beraktivitas di luar ruangan? Kalau iya, kamu sudah harus khawatir dengan kondis..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2019
Hari Anak Nasional: Keluarga Kunci Penting Anak Bahagia
Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli setelah digagas oleh Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto. Peri..
Shella Rafiqah Ully
23 Juli 2019
Kenapa Penting Batasi Anak Main Gadget?
Tak dapat dimungkiri, anak-anak generasi alfa (mereka yang lahir setelah tahun 2010) sangat lekat dengan gadget baik ber..
Shella Rafiqah Ully
18 Juli 2019