Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Mengajari Anak Arti Penting Memaafkan

Adisti F. Soegoto
Adisti F. Soegoto
14 May 2021
Clock Icon
5 menit
mengajari anak memaafkan

Kita semua familiar dengan istilah memaafkan, sesuatu yang sangat mudah diucapkan, namun tidak semudah itu dijalani. Memaafkan adalah pilihan untuk melepaskan kemarahan pada seseorang yang telah menyakitimu. Memilih untuk berpikir, merasa, dan berperilaku baik terhadap mereka yang telah menyakiti atau mengecewakan. 


Memaafkan bukan berarti kamu lemah atau kalah. Dibutuhkan keberanian dan kekuatan untuk dapat memaafkan dengan tulus. 


Jika boleh jujur, kita yang dewasa saja seringkali masih sulit untuk memaafkan. Rasa sakit hati, dendam, dan marah masih menguasai. Padahal sebagai orang dewasa, seharusnya kita lebih mampu mengelola emosi kita dibanding anak. Hal ini membuat kita bertanya, apakah anak mampu memaafkan dengan tulus? 

banner consideration shipping bg blue

Berbagai studi mengenai memaafkan pada anak menunjukkan bahwa memaafkan dapat membantu anak di usia berapapun untuk merasa lebih baik, memperkuat relasi mereka, serta meningkatkan prestasi akademis. 


Kadang kita bingung, bagaimana mengajarkan anak tentang memaafkan? Suatu konsep yang abstrak yang bisa jadi sulit dipahami oleh anak. Lemoparents dapat mengajarkan konsep memaafkan melalui beberapa hal berikut ini:


Memaafkan Bukan Berarti Melupakan

Anak (dan banyak orang dewasa) sulit untuk memaafkan karena berpikir memaafkan berarti menerima, memaklumi, atau menyetujui perilaku orang lain. Ada juga pemahaman keliru bahwa memaafkan berarti melupakan. 


Padahal, kita bisa saja memaafkan perilaku seseorang meskipun kita masih mengingat apa yang terjadi. Memaafkan adalah “Saya tidak menyukai atau saya tidak setuju dengan apa yang kamu lakukan. Namun saya mau memaafkan karena bertahan pada rasa dendam dan marah tidak baik untuk diri saya”. 


Coba memahami dari sudut pandang orang lain

Kita dapat lebih mudah memaafkan jika kita dapat memahami dari sudut pandang orang tersebut: apa yang terjadi padanya, apa yang ia pikirkan, apa yang ia rasakan, apa yang membuatnya berperilaku demikian?


Saya pernah membantu seorang anak usia 9 tahun yang mengalami peristiwa bullying fisik dan emosional di sekolah. Saat saya tanya apa yang ia rasakan ketika melihat pelaku, ia berkata “Aku tidak marah, aku tidak takut, tapi aku kasihan sama dia. Di rumahnya dia dipukulin sama orangtuanya. Jadi dia berbuat kasar ke teman-temannya. Pasti berat sekali jadi dia."


Saat itu saya belajar memaafkan dari anak usia 9 tahun. Kemampuan memahami dari sudut pandang orang lain biasanya berkembang saat anak berusia 6-7 tahun. Di usia tersebut tahapan berpikir anak memasuki tahap concrete operational menurut Jean Piaget. Pada tahap ini anak mulai dapat memahami sebab akibat dari perilaku orang lain. 


Orang tua dapat mengajak anak memahami dari sudut pandang orang lain: mengapa ia melakukan hal tersebut, apa yang kira-kira mereka rasakan dan pikirkan. Ketika anak dapat memahami dari sudut pandang orang lain, akan lebih mudah bagi anak mengembangkan rasa welas asih dan memaafkan. 


Jangan lupa identifikasi perasaan anak

Sebelum meminta anak untuk meminta maaf atau memaafkan, jangan lupa identifikasi apa yang anak rasakan. Apakah ia marah, kesal, malu, atau kecewa. Orang tua dapat bertanya misalnya “kamu marah ya karena adik meminjam mainan kamu tanpa izin?” 

banner consideration promotion bg blue

Anak perlu memahami bagaimana peristiwa tersebut membuat ia merasakan suatu emosi tertentu, sebelum akhirnya ia dapat memaafkan atau meminta maaf. Formula ini juga dapat diterapkan dalam kalimat, misalnya “Adik.. Kakak kesal waktu kamu pinjam mainan kakak tanpa izin. Lain kali minta izin dulu yaa.. Kakak maafin kamu”. 


Ajak anak memvisualisasikan perasaan yang ia pendam

Ajak anak membayangkan ia sedang memegang sebuah balon. Tanyakan apa yang ia rasakan saat ini, apakah marah, sedih, kecewa, atau merasa malu. Lalu minta anak untuk meniup semua perasaan tersebut untuk mengisi balon. 


Katakan padanya, balon tersebut akan selalu terikat pada anak oleh tali yang tidak terlihat. Ketika anak sudah siap untuk melepaskan berbagai perasaannya, berikan padanya gunting imajiner yang dapat memutus tali tersebut dan melepaskan semua perasaannya. 


Ajak anak untuk membayangkan balon tersebut melambung tinggi di udara. Ketika anak siap, bayangkan balon tersebut meletus dengan lembut lalu menebarkan cinta kasih pada anak dan orang tersebut. Ingatkan anak bahwa mungkin saja ia perlu beberapa kali latihan sampai akhirnya benar-benar merasakan cinta kasih dari balonnya. 


Menulis surat untuk bantu anak mengidentifikasi emosi

Teknik ini dapat membantu khususnya anak usia remaja. Anak diminta menulis surat berisi apa yang membuatnya kesal serta berbagai emosi yang ia rasakan. Lalu, minta anak menuliskan suatu pernyataan dengan compassion, memaafkan orang tersebut dan juga dirinya sendiri. 


Akhiri latihan ini dengan meminta anak merobek-robek surat dan membuangnya ke tong sampah, menandakan ia sudah memaafkan dan peristiwa tersebut sudah usai. 


Menjadi contoh bagi anak

Jadilah teladan bagi anak bagaimana meminta maaf dan memaafkan orang lain. Anda juga dapat memberikan contoh tentang kasih sayang, saling mengasihi dan peduli terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini dan senantiasa hadir di tengah keluarga. 

banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green

Mengajarkan anak tentang memaafkan tentu membutuhkan proses. Anak juga perlu memahami bahwa untuk dapat memaafkan dengan tulus membutuhkan waktu dan proses. Yang penting adalah untuk terus mencoba, berusaha, memahami dari berbagai perspektif dan kasih sayang terhadap sesama. Jika kita membalas kemarahan dengan kemarahan, akan menjadi kemarahan yang lebih besar. Cinta kasih dan kasih sayang dapat memulihkannya.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.