Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Mengenal Borderline Personality Disorder dan Tanda-Tanda yang Harus Diketahui!

Rizki Indra
Rizki Indra
23 Sep 2021
Clock Icon
4 menit
Borderline Personality Disorder adalah gangguan mental yang perlu penanganan agar penderita kembali normal.

Gangguan kepribadian ambang atau yang disebut dengan borderline personality disorder adalah salah satu jenis gangguan mental yang cukup serius. Kondisi ini membutuhkan penanganan agar penderitanya kembali pulih dan normal. Gangguan borderline personality disorder akan memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan cara memandang sesuatu yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain.


Penderita borderline personality disorder akan merasakan suasana hati yang tidak stabil, diikuti sikap yang impulsif, dan juga ketidakmampuannya mengelola emosi. Biasanya penderita ini sering kali merasa takut ditinggalkan orang-orang terdekatnya meskipun kondisi hubungan di antara mereka berjalan dengan baik tanpa ada masalah yang terjadi.


Sehingga membuat penderita borderline personality disorder mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Umumnya borderline personality disorder terjadi pada awal usia dewasa dan gejalanya akan semakin parah seiring berjalannya waktu. Borderline personality disorder disinyalir dapat memicu gangguan mental lainnya, seperti depresi, gangguan kecemasan, bipolar, PTSD, ADHD, gangguan makan atau kecanduan.


Sebenarnya agak sulit membedakan gejala borderline personality disorder dengan gangguan mental lainnya terutama bagi orang yang awam dengan dunia kesehatan mental. Namun, secara umum gejala borderline personality disorder dapat diketahui melalui tanda-tanda berikut ini:

1. Rasa Takut Berlebih


Penderita borderline personality disorder akan mengalami rasa ketakutan yang cukup serius. Terutama ketika diabaikan atau ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya baik keluarga, sahabat, atau pasangan. Rasa ketakutan yang cenderung berlebihan tersebut dapat memicu reaksi ekstrem seperti panik, depresi, marah, dan tindakan berlebihan lainnya ketika merasa ditinggalkan oleh seseorang.

2. Tidak Mampu Menjaga Hubungan yang Stabil


Para penderita borderline personality disorder biasanya tidak mampu menjalin hubungan yang stabil dengan seseorang, bahkan dengan teman atau sahabat dan keluarga terdekatnya sekalipun. Biasanya penderita borderline personality disorder kerap kali menimbulkan masalah dalam menjalin hubungan dengan seseorang, di mana mereka menyukai atau mengelu-elukan seseorang dan kemudian membenci atau marah-marah kepada orang tersebut secara tiba-tiba.

3. Merasa Rendah Diri


Gejala penderita borderline personality disorder selanjutnya adalah cenderung merasa rendah diri. Selain itu, suasana hati penderita gangguan ini biasanya sangat mudah berubah dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Perasaan yang dirasakan mencakup rasa kekesalan, gelisah, malu, dan kebahagiaan yang intens. Kondisi tersebut membuat penderitanya sering kali tidak menghargai dirinya sendiri dan terkadang merasa jika dirinya tidak berguna.

4. Mengalami Kecanduan


Kecanduan menjadi salah satu dari beberapa gejala borderline personality disorder, biasanya penderitanya menunjukkan perilaku yang impulsif dan mengarah pada kecanduan yang cukup membahayakan. Beberapa kecanduan yang sering dialami penderita borderline personality disorder di antaranya adalah kecanduan berjudi, obat-obatan terlarang, makan berlebihan, dan lain-lain.


Penyebab Borderline Personality Disorder


Hingga saat ini penyebab borderline personality disorder masih belum diketahui dengan pasti. Tetapi melansir dari NHS UK, borderline personality disorder kemungkinan dapat terjadi karena berkaitan dengan faktor genetik, lingkungan, dan biologis. Selain itu, gangguan mental ini dapat diturunkan dari keluarga atau bisa juga karena mengalami kondisi otak yang tidak sempurna yang membuat produksi zat tertentu pada otak terganggu. Sehingga kemampuan otak dalam mengatur suasana hati tidak dapat berjalan dengan baik.


Untuk menangani penderita borderline personality disorder dibutuhkan psikoterapi untuk membantu penderitanya melakukan aktivitas sehari-hari dan mengurangi perilaku impulsif. Dalam penyembuhan borderline personality disorder tidak terdapat obat khusus yang diberikan, kecuali penderita menunjukkan gejala-gejala seperti depresi, perilaku agresif, dan gangguan kecemasan.


Selain itu borderline personality disorder adalah penyakit mental yang tidak dapat dicegah. Namun, kondisi ini bisa ditangani dengan melakukan konseling ke psikolog saat mengalami stres, tekanan batin, atau pengalaman yang tidak menyenangkan supaya bisa mengelola stres atau emosi negatif dengan baik. Dengan pendampingan psikolog, maka penderita borderline personality disorder bisa lebih baik dalam mengelola perasaan serta kesehatan mental mereka. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Lemonizen!

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.