Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Mengenal Disleksia Beserta Gejala dan Penyebab Utamanya

Rizki Indra
Rizki Indra
17 Sep 2021
Clock Icon
3 menit
Disleksia adalah gangguan belajar pada saraf otak yang terjadi pada anak dan orang dewasa.

Berbagai gangguan kesehatan memang bisa saja terjadi pada anggota keluarga. salah satunya disleksia. Pernahkah kamu mendengar istilah yang satu ini? Secara singkat, disleksia adalah gangguan belajar yang merupakan bagian dari gangguan saraf pada otak yang dapat dijumpai pada anak-anak maupun orang dewasa. Mari kita bahas lebih lanjut tentang kondisi ini pada uraian berikut.

Apa Itu Disleksia dan Bagaimana Gejalanya?


Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa disleksia merupakan gangguan belajar yang kemudian ditandai dengan adanya kesulitan dalam membaca, menulis maupun mengeja. Penderitanya biasanya kesulitan dalam hal mengolah atau mencerna serta mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan juga mengubahnya menjadi sebuah kalimat. Namun, perlu diingat, meski hal ini merupakan gangguan belajar dan terjadi pada saraf di bagian otak, tetapi tidak memengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.


Umumnya kondisi ini dapat terlihat pada umur 1-2 tahun ataupun ketika dewasa. Gejalanya terbilang variatif, tergantung pada kondisi atau tingkat keparahannya. Pada balita memang lebih sulit mengenali gejalanya, namun akan lebih jelas ketika memasuki usia sekolah. Berikut beberapa gejala yang muncul dan terlihat pada penderita disleksia, biasanya:

  • Perkembangan atau kemampuan bicara yang lebih lambat diantara orang seusianya.
  • Kesulitan dalam memahami dan memproses apa yang didengar.
  • Kesulitan mendapat atau mengungkapkan kata yang tepat untuk membalas pembicaraan.
  • Sulitnya membaca kata yang tidak umum.
  • Sulit mempelajari bahasa asing.
  • Sulit mengingat suatu hal.
  • Kesulitan membaca, mengeja, menulis, dan berhitung.
  • Lamban ketika menyelesaikan tugas membaca juga menulis.
  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  • Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
  • Sulit mengingat huruf, angka, dan warna.
  • Sulit memahami tata bahasa dan memberi imbuhan kata.
  • Pengucapan kata atau nama yang salah.
  • Seringkali menulis dengan terbalik.
  • Sulit membedakan huruf dengan bentuk yang hampir mirip.

Penyebab dan Faktor Risiko Disleksia


Penyebab disleksia ini belum diketahui secara pasti, namun bisa karena adanya kelainan gen, juga beberapa faktor pemicu lainnya, seperti:

  • Infeksi maupun adanya paparan alkohol ataupun NAPZA ketika dalam kandungan.
  • Kelahiran prematur atau BBLR.
  • Riwayat adanya disleksia dalam keluarga.

Diagnosis Disleksia dan Pengobatannya


Beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan dan analisis dokter adalah sebagai berikut:

  • Riwayat perkembangan kesehatan dan pendidikan pasien.
  • Situasi juga kondisi di rumah.
  • Pemeriksaan saraf.
  • Pengisian kuisioner.
  • Tes psikologi.
  • Tes akademik.

Disleksia merupakan penyakit yang tergolong tak dapat disembuhkan. Namun, deteksi dan penanganan sejak dini mampu membawa perubahan serta meningkatkan kemampuan belajar pasien. Metode yang banyak digunakan dan terbilang efektif adalah fonik yang fokusnya pada peningkatan kemampuan dalam identifikasi suara dengan mempelajari hal-hal berikut:

  • Mengenali bunyi yang terdengar mirip.
  • Menulis serta mengeja mulai dari kata yang mudah hingga kata yang sulit.
  • Memahami huruf dan susunanya yang membentuk suatu kata.
  • Membaca dengan tepat dan memahami arti atau maknanya.
  • Menyusun kalimat serta pemahaman tentang kosakata baru.

Untuk membantu prosesnya, orang tua dapat melakukan hal berikut pada anak:

  • Membaca dengan suara yang keras.
  • Beri motivasi dan dorongan agar anak mau membaca.
  • Kerja sama yang baik dengan lingkungan dan guru di sekolah.
  • Memberi pengertian pada anak tentang kondisinya.
  • Batasi menonton televisi maupun penggunaan gadget.

Bergabung dengan berbagai support group untuk saling bertukar informasi juga saling mendukung satu sama lain.

Demikian informasi mengenai kondisi disleksia yang harus dipahami. Jika dalam keluarga yang salah satu anggotanya memiliki ciri mirip dengan yang disebutkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.