Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Mengenal Eating Disorder Serta Penyebab dan Gejalanya

Rizki Indra
Rizki Indra
21 Aug 2021
Clock Icon
4 menit
Eating disorder adalah gangguan makan yang harus segera diatasi agar tidak mempengaruhi kesehatan tubuh.

Eating disorder atau gangguan makan merupakan gangguan mental yang dialami oleh seseorang ketika mengonsumsi makanan. Penderita gangguan makan bisa mengonsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit makanan dan merasa terobsesi terhadap berat badan atau bentuk tubuh. Gangguan makan dibedakan menjadi beberapa jenis dan tiga di antaranya yang paling sering dialami seseorang adalah bulimia nervosa, anoreksia nervosa, dan gangguan makan berlebihan.


Gangguan makan tersebut dapat dialami seseorang dari segala umur. Tapi yang paling sering mengalaminya yaitu remaja berusia sekitar 13 hingga 17 tahun. Penderita yang mengalami gangguan makan biasanya memiliki tubuh yang terlalu kurus dan terlalu gemuk. Oleh karena itu harus segera ditangani supaya tidak terjadi komplikasi yang semakin parah. Berikut ini beberapa penyebab eating disorder secara umum.

1. Faktor Genetik


Hingga saat ini keterkaitan gangguan makan dengan kondisi genetik masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi para ahli meyakini seseorang yang mengalami eating disorder bisa saja memiliki kondisi genetik yang sedikit berbeda dengan orang yang normal yang tidak mengalami gangguan makan tersebut.


Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan makan tersebut bisa saja diturunkan dari keluarganya. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan makan akan berisiko lebih besar mengalami hal serupa.

2. Faktor Biologi


Keadaan di dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya eating disorder pada seseorang. Kondisi hormon, kurangnya nutrisi, dan neurotransmitter pada otak dapat menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan makan. Pada sebuah penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan jumlah serotonin pada otak seseorang yang mengalami anoreksia (jenis eating disorder) dengan orang yang tidak mengalaminya.


Perbedaan jumlah serotonin tersebut diduga dapat membuat seseorang yang mengalami anoreksia bisa menekan nafsu makannya secara berlebihan. Selain itu keseimbangan hormon pada tubuh seseorang juga dapat memicu gangguan makan. Contohnya pada seseorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesteron memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan makan berlebihan. Oleh sebab itu kadar hormon tersebut harus terjaga kembangnya agar tidak memicu terjadinya eating disorder.

3. Faktor Psikologi


Penyebab terjadinya gangguan makan pada seseorang juga disebabkan dari kondisi psikologis dari orang tersebut. Keadaan psikologis sangat berkaitan dengan rasa puas yang dialami seseorang terhadap bentuk tubuhnya. Oleh karena itu seseorang juga dapat mengalami gangguan makan karena faktor psikologisnya.

Gejala-Gejala Penderita Eating Disorder

Setiap jenis gangguan makan memiliki gejala yang berbeda-beda, berikut penjelasannya:

1. Bulimia Nervosa

Jenis gangguan makan ini membuat penderitanya merasa ingin membuang makanan yang sudah dikonsumsi dengan cara yang tidak baik. Seperti dengan memuntahkan makanannya kembali, hingga menggunakan obat-obatan yang dapat membuang cairan pada tubuh.


Tindakan seperti ini sengaja dilakukan karena merasa terlalu banyak mengonsumsi makanan sehingga dirinya takut bertambah gemuk. Kondisi tersebut membuat penderita bulimia mengalami gejala-gejala berikut:

  • Radang di area tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar ludah di bagian leher dan rahang.
  • Mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan.
  • Mengalami gangguan pencernaan.
  • Mengalami kerusakan gigi dan gigi sensitif.
  • Serta mengalami gangguan elektrolit.

2. Anoreksia Nervosa

Gangguan makan ini membuat penderitanya sangat membatasi makanan yang dikonsumsi karena merasa tubuhnya terlalu gemuk. Meskipun sebenarnya kondisi tubuhnya sudah ideal atau bahkan terlalu kurus. Penderita anoreksia akan berulang-ulang menimbang berat badannya karena merasa kurang percaya diri dengan kondisi tubuhnya. Kurangnya asupan nutrisi pada penderita anoreksia akan membuatnya mengalami gejala berikut:

  • Tumbuh bulu halus di seluruh tubuh.
  • Kulit terasa kering.
  • Otot menjadi lebih lemah.
  • Suhu tubuhnya rendah sehingga membuatnya merasa kedinginan.
  • Siklus menstruasi tidak teratur hingga tidak mengalami haid.
  • Mengalami tekanan darah rendah.
  • Mengalami anemia.
  • Mengalami tulang keropos.
  • Beberapa organ tubuh tidak berfungsi.

3. Gangguan Makan Berlebihan

Biasanya seseorang yang mengalami gangguan makan berlebihan akan terus makan meskipun tidak merasa lapar. Berikut gejala-gejala yang dialaminya:

  • Makan terlalu banyak.
  • Makan terlalu cepat.
  • Tetap merasa ingin makan meskipun sudah kenyang.
  • Merasa malu saat makan.

Itulah tadi pembahasan tentang gejala dan penyebab eating disorder yang bisa dialami seseorang. Ketika kamu merasa mengalami salah satu gangguan makan di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan para ahli. Dengan begitu, gangguan ini bisa segera tertangani dengan baik.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.