Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Mengenal Fakta-fakta Tentang Seasonal Affective Disorder

Mondials Anindhita
Mondials Anindhita
19 Okt 2021
Clock Icon
8 menit
Mengenal Fakta-fakta Tentang Seasonal Affective Disorder

Rasa sedih adalah hal yang lumrah dialami setiap orang. Kesedihan biasanya datang karena terjadi sesuatu yang tidak sebagaimana mestinya atau tidak sesuai dengan harapan. Hal inilah yang mungkin membuat seseorang kemudian menjadi putus asa, tak berdaya, dan putus harapan.


Ada beberapa hal yang biasanya mendatangkan kesedihan bagi seseorang. Antara lain kehilangan, kegagalan, atau sebuah konflik. Dalam beberapa kasus, perubahan mood ini menjadi lebih serius sehingga mempengaruhi pola pikir dan cara hidup seseorang.


Dan ternyata rasa sedih juga bisa datang di waktu-waktu tertentu. Seperti yang disebut Seasonal Affective Disorder atau yang biasa disingkat SAD. Kira-kira apa sih SAD ini dan apa saja faktanya? Simak penjelasannya di sini.


Pengertian Seasonal Affective Disorder




Dilansir dari National Institute of Mental Health, SAD adalah gangguan emosional atau gangguan bipolar yang dialami seseorang setiap kali masuk ke musim tertentu. Dalam kebanyakan kasus, gejala SAD dimulai pada akhir musim gugur atau awal musim dingin. Lalu akan hilang selama musim semi dan musim panas. Inilah yang dikenal sebagai SAD pola musim dingin atau depresi musim dingin.


Dijelaskan dalam laman American Psychiatric Association, dalam Diagnostic Manual of Mental Disorders, gangguan ini diidentifikasi sebagai jenis depresi Major Depressive Disorder dengan pola musiman. Ada pula seseorang yang mengalami depresi saat musim semi dan musim panas. Namun dalam situs National Institute of Mental Health, kondisi ini jarang terjadi. 


Gejala SAD




SAD biasanya muncul pertama kali pada mereka yang berusia 18-30 tahun. Meski begitu, tak menutup kemungkinan gejala SAD bisa muncul di usia beberapa pun. Gejala yang muncul juga bisa beragam mulai dari ringan hingga berat.


Dalam National Institute of Mental Health disebutkan bahwa gejala SAD bisa berlangsung sekitar 4 hingga 5 bulan per tahun. Disebutkan pula ada gejala depresi umum yang dialami seseorang dengan SAD, namun ada gejala signifikan yang berbeda antara SAD pola musim dingin dan SAD pola musim panas.


Gejala umum SAD:

  • Merasa depresi sepanjang hari.

  • Kehilangan ketertarikan pada kegiatan/sesuatu yang biasanya sangat disukai.

  • Mengalami perubahan nafsu makan dan berat badan.

  • Merasa tidak memiliki energi untuk melakukan sebuah kegiatan.

  • Hampir selalu merasa gelisah.

  • Kesulitan berkonsentrasi.

  • Merasa putus asa dan tidak berharga.

  • Sering berpikiran untuk bunuh diri.


Gejala spesifik SAD pola musim dingin:

  • Merasa mengantuk sepanjang hari dan tidur berlebihan.

  • Pola makan menjadi berlebihan.

  • Mengalami penambahan berat badan.

  • Menjauh dari kehidupan sosial.


Gejala spesifik SAD pola musim panas:

  • Insomnia atau kesulitan tidur.

  • Rasa jengkel dan gelisah yang berlebihan.

  • Muncul anxiety atau kecemasan.

  • Kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.



Penyebab SAD




Penyebab pasti kenapa seseorang bisa mengalami SAD sebenarnya tidak diketahui. Namun, SAD diduga terjadi karena kurangnya paparan cahaya matahari di musim-musim tertentu. Dilansir dari National Health Service UK (NHS.uk), teori utama yang mungkin bisa menjelaskan terjadinya SAD pada seseorang adalah karena kurangnya paparan sinar matahari dapat menghentikan bagian otak yang disebut hipotalamus bekerja dengan baik.


Lalu apa akibatnya jika bagian otak ini berhenti bekerja? Yakni adanya produksi melatonin. Ini adalah hormon yang membuat seseorang mengantuk. Sementara pada orang yang memiliki gejala SAD biasanya hormon melatonin ini akan diproduksi lebih tinggi ketimbang hormon serotonin. Seperti dikutip dalam NHS.uk, hormon serotonin adalah hormon yang memengaruhi suasana hati, nafsu makan, dan tidur. Dan kurangnya paparan cahaya matahari bisa menyebabkan produksi kadar serotonin lebih rendah.


Dijelaskan lebih lanjut, rendahnya kadar serotonin dalam tubuh bisa dihubungkan dengan perasaan depresi jam internal tubuh atau sering disebut ritme sirkadian. Tubuh biasanya menggunakan paparan cahaya matahari untuk mengatur waktu berbagai fungsi penting, seperti ketika kapan kamu akan bangun dan istirahat. Jika mendapat paparan sinar matahari yang lebih rendah selama musim dingin, maka dapat mengganggu jam tubuh dan berisiko menyebabkan gejala SAD.


Treatment untuk penderita SAD




Menurut American Psychiatric Association, SAD bisa disembuhkan dengan cara menjalani beberapa terapi. Antara lain terapi cahaya, konsumsi obat antidepresan, dan terapi bicara. Penderita juga bisa menjalani terapi gabungan antara ketiganya. Namun, gejala umum SAD disebut bisa berangsur hilang dan membaik saat perubahan musim.


Bagi sebagian besar orang, terapi cahaya matahari cukup efektif untuk mereduksi gejala SAD. Misalnya dengan menghabiskan waktu di luar rumah atau kantor sehingga bisa terpapar matahari di pagi hingga siang hari.


Atau bagi mereka yang tinggal di negara yang jarang terpapar sinar matahari, bisa melakukan terapi cahaya. Yakni dengan duduk di depan kotak terapi cahaya yang memancarkan cahaya yang sangat terang (namun harus dipastikan aman dari sinar UV). Waktu yang dibutuhkan adalah 20 menit atau lebih per hari, lakukan di pagi hari selama beberapa bulan saat musim dingin.


Namun jika gejala depresi yang dialami semakin parah dan tak kunjung membaik, lebih baik segera mencari tenaga profesional untuk meminta bantuan. Sebab sama halnya dengan bentuk depresi lainnya, harus dipastikan tidak ada kondisi medis lain yang menimbulkan gejala, sehingga evaluasi yang tepat adalah kunci.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.